Hair Update 2017.07.02

Setelah empat setengah bulan menikmati rambut pirang, akhirnya saya mengubah warna rambut lagi. Sebenarnya, saya suka banget rambut pirang itu. Tapi sudah mulai tumbuh, dan saya tampak seperti kucing belang. Meong!

Hair updated 2017.07.02
Dan saya sedang malas bleaching. Jadi, saya tumpuk saja warnanya. Kali ini, menggunakan warna yang memang sudah tersedia di rumah.

Jadi, ceritanya, saya mencoba merek pewarna rambut dengan judul Light Grayness. Yang ternyata, boro-boro light dan boro-boro gray. Hahaha! Ketipunya dobel!

Lalu, saya juga beli pewarna rambut yang dilabeli Grape Red. Tapu ketika dicoba, jadinya malah merah cabe.

Kali ini, saya mencampur kedua pewarna rambut tersebut. Dengan ilmu kira-kira. Sehingga, tidak akan bisa diulang persis sama, bahkan tidak akan bisa didapatkan di salon.

Sekarang, setelah dua minggu pun, warnanya sudah mulai luntur. Ingin pirang lagi, tapi belum dapat semangat untuk bleaching.

Advertisements

Hair Update: 14 April 2017

Perubahan rambut kali ini, bukan mengganti warna rambut. Saya masih suka banget sama warna yang ini!

Terinspirasi dari foto rambut-rambut keren di Instagram, saya jadi kepingin potong rambut. Sebenarnya ingin pendek banget, tapi nggak tega. Mbak salon yang memotong rambut saya pun nggak tega kalau harus membuang rambut saya lebih banyak lagi.

Jadinya, potongannya seperti ini.

Ketika saya berkaca atau melihat foto diri, kenapa saya ingin bernyanyi “I’m gonna swing… From the chandelier… From the chandelier…”

#VeroBlackOutfit: Kondangan Rame-rame

Lho, bukan pakai hitam?!

Iya, kemarin ‘terpaksa’ tidak pakai hitam. Dalam rangka menghadiri undangan resepsi pernikahan salah satu staf di sekolah Bebi Vendra. Karena hadirnya rame-rame bersama Mama-Mama, dan kami janjian untuk kompakan pakai kebaya hijau.

Bisa menemukan, saya yang mana kan?

Pulangnya sih tetap ngotot ganti pakaian hitam. Hehehe…

#VeroBlackOutfit: Jogja!

Kalau ditanya “asli mana?”, saya tidak tahu jawaban tepatnya apa. Yang jelas, kartu identitas menyebutkan kalau saya lahir di Yogyakarta. Lalu saya menikmati masa kecil di Bandung, kemudian kembali ke Yogyakarta, dan karena suami saya tinggal di Tangerang, maka sekarang saya mengikuti beliau.

Akhirnya, saya dicap “orang Jogja”. Saya sih senang-senang saja. Dan memang, saya bangga atas kota kelahiran saya tersebut.

#RambutVero: Update 15 Februari 2017

Setelah berpartisipasi dalam pemilihan kepala daerah serentak, 15 Februari 2017 lalu, saya mengganti warna rambut lagi. Awalnya, saya bleach semua dulu. Kemudian ditambahkan pewarna rambut.

Sebenarnya, pewarna rambut yang saya beli warna coklat terang. Namun, ketika diaplikasikan di rambut saya, malah jadi putih. Saya suka banget!

Sayangnya, pewarna ini kurang awet. Setiap kali keramas, warna rambut saya berangsur berubah. Dan ketika si rambut asli sudah mulai menyembul muncul, mungkin saya akan mengganti warna rambut lagi.

#VeroBlackOutfit: Gloomy Day at School

Cuaca gerimis, lalu mendung, lalu hujan, lalu mendung lagi, lalu gerimis lagi. Sejak pagi.

Karena itu, saya merasa, ini hari yang pas untuk mengenakan beberapa lapis pakaian. Saya suka bergelung nyaman di balik kain, sebenarnya. Tapi, karena cuaca di tempat saya tinggal cukup panas (bahkan ketika cuaca hujan seharian pun masih saja berkisar 26°C-31°C), maka saya tampak lebih sering pakai kaos lengan pendek atau malah tanpa lengan.

#VeroBlackOutfit: Sunday Rainy Sunday

Hari Minggu lalu, cuacanya gerimis datang dan pergi sejak malam sebelumnya. Cukup menggoda untuk tetap bergelung nyaman di balik selimut. Namun pagi-pagi, saya harus berangkat beribadah.

Sebenarnya, saya suka cuaca hujan seharian. Secara fisik, saya kurang tahan cuaca panas. Meskipun, secara profesi (baca: ibu rumah tangga), cuaca seperti ini sangat menghambat pekerjaan, karena cucian tak kunjung kering. Hehehe…

Ini juga cuaca yang baik untuk menyimpan coklat batangan di tas tangan. Dan menikmatinya kapanpun. Selamat datang suasana hati!