Mister Donut

Siang itu, kami berdua berpetualang seperti biasa. Saya percaya, ‘sering jalan-jalan’ dapat membantu memperluas wawasan Bebi Vendra. Banyak hal yang dapat dilihatnya, dan tentu dipelajarinya. Banyak pengalaman baru, setiap hari, yang belum tentu didapatkan di sekolah atau di rumah.

Kami mampir ke Indomaret yang berlokasi di Pasar 8, Alam Sutera. Dan menemukan pajangan donat yang tampak menggiurkan.

Kami tergoda untuk mencoba. Kebetulan sedang promo. Harga satuan 7.500 rupiah, tapi kalau beli 3 buah, hanya perlu membayar 17.000 rupiah. Donatnya ringan, topingnya juga tidak terlalu manis. Cocok dengan lidah kami!

Sayangnya, hanya tersedia di Indomaret tertentu.

Carfie

Menunggu adalah hal yang membosankan. Tapi saya memang selalu datang ke sekolah jauh sebelum jam pulang, supaya Bebi Vendra tak perlu menunggu saya. Salah satu cara saya menikmati waktu menunggu, adalah carfie alias memfoto diri di dalam kabin mobil.

Lensa kontak V3 Victoria Grey
Pelembab wajah Kippabuw Autumn Colors Nude Tinted Balm
Kippabuw Shimmer Red Lip Tinted Balm

Lensa kontak V3 Victorian Grey
Pelembab wajah Kippabuw Tinted Face Balm
Kippabuw Shimmer Red Tinted Lip Balm

Lensa kontak V3 Melanie Brown
Pelembab wajah Kippabuw Autumn Colors Nude Tinted Balm
Kippabuw Shimmer Red Tinted Lip Balm
Maybelline Hyper Sharp Liner

Lensa kontak V3 Melanie Brown
Pelembab wajah Kippabuw Tinted Face Balm
Kippabuw Shimmer Red Tinted Lip Balm
Maybelline Hyper Sharp Liner

Sebelum Belanja #Kippabuw

Handmade bath & body products, alias produk perawatan tubuh buatan tangan, belakangan ini memang semakin menarik perhatian. Berbagai bahan alami dan kemasan menarik, juga bentuk yang unik, membuatnya tampak semakin menarik.

Yang saya bicarakan kali ini adalah sabun, pelembab kulit, pelembab bibir, sampo, scrub tubuh, balsem, pewangi tubuh, deodoran, pembersih toilet, sabun cuci pakaian, sabun cuci peralatan makan, juga minyak pembersih wajah, yang dibuat dengan tangan, bukan dengan mesin pabrik, disediakan sesuai permintaan, dan meminimalisir penambahan bahan-bahan kimia yang tidak perlu.

Sudah hampir 3 tahun, saya menjual produk-produk Kippabuw. Yaitu, produk-produk buatan tangan saya sendiri, dengan berbagai pilihan varian, seperti yang saya sebutkan tadi. Orang-orang yang belum terbiasa dengan produk-produk non-mainstream tersebut, biasanya akan heran, atau malah ragu. “Hah? Bikin sabun sendiri?”

Namun, kebanyakan pelanggan Kippabuw adalah orang-orang yang memang sudah sadar akan pentingnya beralih ke produk yang lebih ramah lingkungan dan meminimalisir bahan-bahan kimia yang tidak perlu. Untuk pelanggan yang seperti ini, saya tidak perlu menjelaskan panjang lebar lagi, karena kebanyakan sudah paham soal konsep produk buatan tangan ini.

Ketika harus menghadapi orang-orang yang mindset-nya masih berpegang teguh pada produk-produk komersial, bahkan yang sangat percaya pada ketenaran merek, tentu banyak yang perlu dijelaskan.

Intinya, produk buatan tangan ini memang berbeda dengan produk terkenal di pasaran. Harganya cukup mahal, tentu karena bahannya juga beda, dan kapasitas produksinya tidak semassal pabrikan. Bahan-bahannya lebih mudah diucapkan, ketimbang bahan-bahan kimia yang tertera di kemasan produk komersial. Kebanyakan, malah produk yang biasa dinikmati sebagai bahan makanan maupun minuman sehari-hari.

Dan, produk buatan tangan ini bukanlah produk yang dijual dengan embel-embel janji. Konsepnya, seperti perawatan tubuh sendiri di rumah, dengan bahan yang tersedia di dapur. Jadi, tidak mungkin kulit akan berubah drastis dalam waktu singkat. Saya sendiri percaya, kecantikan dan kesehatan tubuh dan kulit lebih ditentukan oleh pola makan dan gaya hidup.

Jadi, sebelum berbelanja produk perawatan kulit dan tubuh, juga produk pembersih buatan tangan, sebaiknya, lupakan dulu iklan-iklan produk komersial pabrikan. Supaya tidak kecewa, sudah terlalu tinggi berharap. Padahal, ketika janji mereka tidak terbukti, kebanyak konsumen maklum-maklum saja. Tapi jika produk buatan tangan, yang tidak menjual janji, dan ternyata tidak sesuai harapan yang tidak sesuai sasaran, malah dicela habis-habisan.

Well, misi saya sendiri sebenarnya untuk berbagi pengetahuan soal gaya hidup yang meminimalisir bahan kimia yang tidak perlu, terutama dalam produk perawatan kulit dan tubuh, juga pembersih sehari-hari.

Mengalihkan Anak dari Gawai

Jaman sekarang, anak akrab dengan gawai adalah hal yang dianggap lumrah. Padahal, idealnya, anak tidak pegang gawai (bahkan tidak menonton televisi) sampai usia 13 tahun.

Bebi Vendra juga termasuk anak yang hebat soal gawai. Ponsel, phablet atau komputer tablet siapapun yang dipegangnya, ia paham betul mengoperasikannya. Komputer tablet pertama Bebi Vendra, raib digondol maling, di sebuah kedai, sekitar dua tahun lalu. Kisahnya ada di sini. Lalu, kedua komputer tablet selanjutnya, rusak di bagian konektor, akibat ditarik paksa ketika mengisi daya.

Jadi, saat ini, Bebi Vendra tidak ‘punya’ gawai.

Yes! Mama senang. Hehehe…

Tapi, tugas Mama tidak selesai sampai situ saja. Slot kosong tersebut, harus diisi. Salah satunya, dengan Lego. Saya memilih Lego Classic, karena isinya cukup untuk menyibukkan Bebi Vendra.

Ini beberapa hasil karya beliau.

Mewarnai gambar juga seru. Apalagi, saat ini sedang ngetren mewarnai untuk dewasa juga. Jadi, Mama dan anak bisa melakukan kegiatan ini bersama-sama. Saya mengambil gambar yang tersedia online, lalu mencetaknya.

Atau, membaca buku cerita bersama. Kadang-kadang, bergantian bercerita juga. Jadi, tidak selalu Mama yang bercerita. Anak bisa mengambil alih peran sebagai yang bercerita. Ini buku yang sedang saya nikmati bersama Bebi Vendra.

Yah, itu tadi baru beberapa kegiatan pengalih perhatian Bebi Vendra dari gawai. Kami bisa menikmati kegiatan bersama. Dan saya merasa cukup tenang.

Kippabuw Autumn Colors

Yap, saya memang suka tata rias. Namun, gara-gara kista yang sempat mengganggu hidupku, dan ditengarai akibat kandungan paraben alias minyak tanah di kosmetik komersial, jadilah aku jarang memakai tata rias lagi.

Tidak menyerah di situ saja. Setelah mulai membuat rangkaian produk perawatan kulit, tubuh bahkan produk pembersih sendiri, saya juga masih terus berkutat dengan kosmetik yang lebih bersahabat dengan kulit (dan hormon manusia).

Setelah melalui banyak tes, awal Oktober 2015 ini, saya meluncurkan rangkaian pemulas bibir sekaligus pelembab bertema Autumn Colors. Ada 3 warna yang kubuat, yaitu Burgundy (merah gelap), Nude (merah sangat muda), dan Coral (coklat agak kemerahan). Ini hasil pulasannya di bibirku sendiri.

Aku suka ketiganya. Karena, memang, ketiga warna ini adalah warna yang lolos seleksi pribadiku, dari sekian banyak warna yang kucoba sendiri. Mudah-mudahan para pelanggan Kippabuw juga menyukainya.

Bisa diaplikasikan dengan cara ditutul, untuk hasil warna lebih matte. Atau dioles, untuk hasil warna lebih berkilap. Hasil pulasannya cukup bertahan lama di bibir. Tapi, setelah makan atau minum, biasanya perlu pemulasan ulang.

Tinted lip balm ini dibuat dari bahan yang bersahabat dengan bibir. Kaya akan shea butter, lemak dari kacang shea, yang sejak lama dipercaya baik untuk melembabkan dan merawat kulit, juga bibir. Jadi, tak hanya tampil cantik dengan bibir berwarna, namun juga bibir tetap lembab dan terawat. Itulah yang membuat hasil karya tanganku ini langsung mendapat respon positif sejak diluncurkan. Padahal stoknya sangat terbatas.

Kalau masih tersedia, silakan dipesan di kippabuw.web.id

Gara-gara Ibu Menteri

Setelah pengumuman anggota Kabinet Kerja, beberapa hari lalu, ada satu berita yang diulang-ulang terus di televisi dan akhirnya menarik perhatianku. Ya, Ibu Susi, yang tidak tamat SMA.

Aku pernah mendengar dan membaca beberapa berita tentang beliau. Dan semua berita tentang Ibu Susi ini pun positif. Aku salut sama beliau. Apalagi sampai terpilih untuk ikut andil dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo, semakin menguatkan semua berita positif tersebut kalau beliau memang hebat.

Yang menggelitikku adalah, tingkat pendidikan Ibu Susi yang tidak tamat SMA. Dan berita tentang itu diulang-ulang terus di televisi. Bahkan media sosial.

Aku jadi ketawa sendiri. Dan terpikir tentang perusahaan-perusahaan yang memasang kriteria “Bachelor degree from reputable university” dalam iklan lowongan kerjanya.

Aku sendiri pernah merasakan pahitnya diinjak-injak di dunia kerja, gara-gara pola pikir gelar sarjana tersebut. Perusahaan beralasan tingkat pendidikanku tak pantas lah untuk nilai gaji tertentu, atau sang Manajer SDM menuntutku untuk segera menyelesaikan kuliah S1-ku lah.

Dan, sejujurnya kuakui, bahwa aku sempat kuliah hanya untuk memuaskan hasrat para petinggi manajemen soal gelar sarjana tersebut. Setelah kupikir-pikir lagi, aku punya pengalaman dan prestasi pekerjaan yang baik, kalau aku tambah dengan gelar sarjana, apakah mereka mampu membayar gajiku?

Penunjukan Ibu Susi untuk masuk ke barisan kabinet seperti memberi pembenaran bagiku. Untuk kinerja yang hebat, nggak harus sarjana dulu. Tapi kemampuan pribadi yang harus terus diasah.

Well, saat ini, aku sedang nggak ingin melamar pekerjaan pula. Setelah beberapa perusahaan nyalinya ciut gara-gara nilai gaji yang kuminta. Dan aku sudah nyaman dengan Kippabuw.

Update on My Own Tinted Balm

I love to wear makeup actually. Not just to look natural, but sometimes I would love to have smokey eyes, cat eyes, or colorful shadows.

But wearing makeups offered by the market could torture me. My lips feel heat sting and get dry because of lip colors. My eyes hurt by the eyeliners or shadows. Even foundation could make my face skin itchy.

After a long term research, I finally have the courage to release my handmade tinted balm.

It’s oil based balm with red oxide as colorant. Beetroot powder was failed. While other fruit powders are not easily found here. No petroleum, no lead, no paraben. But non vegan, since I am using beeswax. I hope this new product of Kippabuw would be a good solution for people with super sensitive skin like me. Or an alternative for those who are concern about beauty products ingredients.

Get yours now at kippabuw.web.id!

Kippabuw’s Third TV Appearance

On Thursday, May 22nd 2014, I had my third TV appearance with Kippabuw. This time, it’s for MNC Home & Living Channel, which can be viewed using service of Indovision, for the programme Smart Living. This episode was taking the issue of ecoliving, a life style, which is environmentally friendly, also natural. So I can share about natural ways to treat our own bodies, also on how to take care of our home in natural ways, yet ecofriendly.

I feel honored and blessed. Thank you for all the support.