Ulasan Drama Korea: Goblin: The Lonely and Great God – 쓸쓸하고 찬란하神-도깨비 (2016)

Judulnya sih terdengar keren; Goblin. Tapi jika dicari versi lokalnya, maka “goblin” kira-kira sepadan dengan “tuyul” dalam bahasa dan budaya Indonesia. Jadi nggak keren ya?

Tapi, ya karena ini tuyul versi Korea, jadinya ganteng deh. Bersama si tuyul, juga dikisahkan si pencabut nyawa. Ya ganteng juga. Dan, awalnya, yang bikin saya berminat menonton drama ini karena si pemeran pencabut nyawa yang setahu saya ganteng dan keren dari drama Hotel King, yaitu Lee Dong Wook.

Saya perlu menonton berulangkali untuk paham drama ini. Apalagi, episode awal-awalnya bikin dahi berkerut banget. Untungnya, banyak selingan adegan lucu yang mampu mengendurkan otot.

Episode-episode akhir malah menyayat hati dan bikin mata terasa panas. Kalau tak ikutan berkaca-kaca. Ketika Kim Go Eun, si pemeran Ji Eun Tak, sang pengantin goblin, menangis, duh rasanya pilu banget.

Drama ini memang spektakuler. Penulisnya top, yaitu si penulis drama Descendants of the Sun yang fenomenal itu. Sutradaranya juga mampu menghidupkan imajinasi si penulis yang gila-gilaan. Ditambah, para pemerannya dapat membawakan peran masing-masing dengan sempurna.

Belum lagi sponsornya. Drama ini diisi merk-merk mewah!

Alur kisahnya pun mengejutkan. Meskipun berakhir bahagia juga. Lagu-lagu soundtrack-nya juga bagus-bagus. Jadi, silakan nikmati drama ini. Memang pantas, kalau drama ini menjadi sorotan dimana-mana. Bahkan, banyak orang sampai tergila-gila dan memuji drama ini setinggi langit. ⭐⭐⭐⭐⭐

Ulasan Drama Korea: Naked Fireman – 맨몸의 소방관 (2016)

Drama Korea ini hanya 4 episode. Karena itu, alurnya singkat dan padat. Namun, bukan berarti drama ini jadi kurang greget. Di akhir episode 2, penonton dibikin terkejut dan bertanya-tanya.


Gambar diambil dari sini.

Kisahnya tentang seorang petugas pemadam kebakaran muda bernama Kang Chul-Soo (diperankan oleh Lee Joon-Hyuk), yang karena jiwa mudanya, masih penuh gejolak, bahkan ketika harus melaksanakan tugasnya. Di masa kecilnya, ia adalah anak nakal. Kemudian hidupnya berbalik 180° ketika bertemu Jang Gwan-Ho (diperankan oleh Lee Won-Jong), petugas pemadam kebakaran senior yang kemudian jadi role model bagi Kang Chul-Soo.

Ketika Jang Gwan-Ho divonis mengidap kanker dan memerlukan dana besar untuk pengobatannya, Kang Chul-Soo bertemu lagi dengan kawan lama-nya, Oh Sung-Jin (diperankan oleh Park Hoon yang tampak tua 😄), yang menawarkan pekerjaan sampingan dengan upah besar. Karena berniat baik membantu Jang Gwan-Ho, setelah maju-mundur ragu-ragu, Kang Chul-Soo mengambil pekerjaan sampingan tersebut.

Ternyata, pekerjaan sampingan yang dimaksud adalah menjadi model telanjang untuk seniman lukis muda kaya raya bernama Han Jin-A (diperankan oleh Jung In-Sun). Sebenarnya, mencari model hanyalah alasan untuk maksud lain.

Kisahnya semakin rumit, apalagi ketika muncul fakta baru yang tidak disangka. Tapi tenang saja, drama ini berakhir bahagia kok. Pantas untuk dinikmati, terutama jika ingin iseng nonton drama yang episodenya tidak banyak.

Ulasan Drama Korea: Romantic Doctor Teacher Kim – 낭만닥터 김사부 (2016)

Judulnya tampak kurang menarik. Membaca sinopsisnya, tampak membosankan. Apalagi drama ini tayang setelah kesuksesan drama Doctors (닥터스). Ketika mengintip episode pertama pun, tampak terlalu drama. Tapi ternyata, setiap episode bikin penasaran.

Ada adegan heroik dokter menyelamatkan nyawa pasien yang terancam. Ada ‘politik kantor’ yang bikin gemas. Ada selipan kelucuan ketika menjalankan tugas mulia di rumah sakit atau kekonyolan soal hubungan asmara. Dan, ada pelajaran hidup yang bisa diambil dari drama ini.

Kisahnya berputar di sebuah rumah sakit kecil yang berlokasi di daerah terpencil. Stafnya hanya sedikit, dan ternyata mereka adalah ‘orang-orang tersingkir’. Namun bisa bekerjasama dengan baik dan saling pengertian. Saling mendukung satu sama lain. Yang penting, mereka hanya ingin menyelamatkan nyawa sesama manusia yang perlu pertolongan mereka. Itu tujuan mereka bekerja di rumah sakit tersebut. Tak peduli pada motif kekuasaan atau ketenaran.

Akhirnya, saya menikmati drama sebanyak 20 episode, plus 1 episode spesial yang juga seru untuk disimak. Han Suk Kyu sukses membawakan peran dokter hebat dengan tingkah semaunya sendiri. Yu Yeon Seok juga sukses menghidupkan karakter dokter Kang Do Joo dengan wajah angkuh namun bisa pasang muka konyol yang bikin tertawa juga.

Kasus-kasus medis yang disajikan juga seru, bikin yang nonton ikutan tegang menantikan apa yang terjadi selanjutnya. Musik latarnya biasa saja, tidak terlalu menonjol.

Ulasan Drama Korea: Weightlifting Fairy Kim Bok Joo – 역도요정 김복주 (2016)

Awalnya, saya kurang tertarik pada drama ini karena judulnya. Kesannya, drama serius tentang atlet di cabang olahraga yang serius juga. Tapi karena bintang utamanya Lee Sung Kyung, dan ini pertama kalinya beliau muncul di drama sebagai pemeran utama, saya intip-intip sedikit.

Ternyata drama ini lucu, meskipun idenya sebenarnya sederhana. Yaitu tentang seorang mahasiswa sekolah tinggi olahraga bernama Kim Bok Joo, dengan perjuangannya menjadi atlet angkat berat yang berprestasi.

Ibunya sudah meninggal, sehingga ia tumbuh dengan Ayah pemilik restoran ayam goreng yang overprotektif terhadap anaknya itu. Ayahnya sakit, namun ada paman yang membantu.

Kedua sahabatnya, Jung Nan Hee dan Lee Seon Ok, selalu setia menemani hari-harinya di sekolah dan di asrama.

Juga ada kisah cinta monyet pada dokter pemilik klinik berat badan, Jung Jae Yi, yang sempat membawa Kim Bok Joo pada masalah yang rumit namun dikisahkan dengan kocak. Akhirnya, Kim Bok Joo malah jatuh cinta betulan pada adik sang dokter, Jung Joon Hyung, yang sekolah di sana juga, namun sebagai atlet renang.

Banyak adegan konyol yang bikin tergelak, namun adegan menyentuh hati yang bikin mata terasa panas juga tak sedikit. Saya sendiri menikmati drama ini, walaupun, katanya, ratingnya tak bagus (bahkan dibilang gagal). Mungkin memang selera saya nyeleneh ya? Hihihi…

Saya memang suka menonton drama, tapi pilih-pilih juga. Dan memang, yang bikin saya tertarik bukanlah drama muluk-muluk tentang kisah cinta sempurna dengan tokoh yang sempurna pula.

Untuk penampilan Lee Sung Kyung yang luar biasa dalam memerankan anak sekolah atlet angkat berat. Untuk penampilan Nam Joo Hyuk memerankan anak sekolah yang lucu dan jahil. Untuk adegan-adegan lucu yang bikin saya ketawa sendiri, juga untuk adegan serius yang memberikan pelajaran hidup untuk saya. Dan untuk musik latar yang lumayan, saya harus memberikan bintang ⭐⭐⭐⭐⭐

Ulasan Drama Korea: Entourage – 안투라지 (2016)

Drama Korea ini adalah adaptasi dari serial Entourage yang tayang di HBO. Kalau suka versi Amerika-nya, mungkin kurang suka versi Korea-nya. Kalau kurang menikmati versi Amerika-nya, mungkin justru bisa menikmati versi Korea-nya.


Gambar diambil dari Wikipedia.

Di versi Korea ini, konten dan guyonannya disesuaikan dengan gaya Asia. Saya sependapat dengan banyak orang yang mengeposkan komentar di dunia maya, drama ini merupakan penyegaran di antara drama-drama Korea kebanyakan.

Alur berjalan dengan alami, seperti menyaksikan sekumpulan cowok yang berteman sejak lama, mengobrol dan bercanda, berbagi cerita atau berbeda pendapat, juga mengikuti kegiatan mereka, yang kelihatannya asyik. Memang asyik kalau punya teman yang setia berada bersama kita dalam keadaan senang, susah, galau, sakit, kasmaran. Apapun.

Karakter tokoh-tokohnya pun dibuat realistis. Bukan tokoh utama yang sempurna, namun manusia biasa yang juga mengalami pasang surut emosi.

Banyak adegan yang bikin saya tergelak. Ada juga bagian-bagian yang bikin gemas. Ada juga pelajaran hidup yang bisa diambil, soal pertemanan atau pekerjaan.

Dengan suguhan lokasi-lokasi yang penuh gaya dan wah, kemunculan figuran yang tidak main-main, ditambah soundtrack yang asyik, membuat saya semakin menikmati serial sebanyak 16 episode ini.

Seo Kang Joon, anggota 5urprise, sukses memerankan Cha Young Bin, tokoh utama di drama ini, dengan baik. Lee Kwang Soo pun pol-polan berakting jadi orang jelek yang selalu diejek.

Meskipun katanya rating di Korea sendiri kurang tinggi, saya justru suka drama ini ⭐⭐⭐⭐⭐

Ulasan Drama Korea: The K2 – 더케이투 (2016)

Healer/ 힐러 (2014-2015) adalah salah satu drama Korea terbaik yang pernah saya nikmati. Alurnya penuh intrik dan bikin penasaran. Sosok Healer yang keren (dan, tentunya, ganteng) dan pintar mengatasi situasi krisis, bikin saya tergila-gila. Dari situ, saya jadi menantikan penampilan Ji Chang Wook lainnya.

Sempat kecewa terhadap Tornado Girl 2/ Whirlwind Girl 2/ 旋风少女第二季 (2016), yang hanya saya tonton episode pertamanya sepanjang 20 menit saja. Lalu trailer dan berita mengenai The K2 mulai muncul dan bikin saya berprasangka kalau peran Ji Chang Wook di drama ini akan seperti Healer.


Gambar diambil dari Wikipedia.

Memang benar, sosok Healer seperti dihidupkan lagi di The K2. Di drama ini, Ji Chang Wook berkelahi dan tembak-tembakan melulu, tanpa kenal lelah. Ck ck ck… Saya, yang hanya penonton, pun capek juga.

Kisahnya tentang Kim Je Ha, mantan anggota pasukan khusus tentara yang kemudian menjadi tentara bayaran. Namun, karena menyaksikan pembantaian warga sipil, ia malah dijadikan buronan. Hidup membawanya bertemu Choi Yoo Jin (diperankan oleh Song Yoona), seorang istri kandidat presiden yang ambisius, cerdik dan dingin.

Karena terpesona oleh kemampuan Kim Je Ha, juga ternyata punya motif yang sama untuk menjatuhkan kandidat presiden Park Kwan Soo (diperankan oleh Kim Kap Soo), Choi Yoo Jin pun merekrut Kim Je Ha menjadi bagian dari perusahaan keamanan pribadinya, JSS Security.

Dari pekerjaan barunya tersebut, Kim Je Ha bertemu Go Anna (diperankan oleh Im Yoona), anak rahasia Jang Se Joon (suami Choi Yoo Jin, diperankan oleh Jo Sung Ha) dengan kekasihnya, seorang aktris terkenal, Ume Hye Rin (diperankan oleh Son Tae Young). Bisa ditebak, benih asmara mulai tumbuh antara Kim Je Ha dan Go Anna.

Drama sebanyak 16 episode ini alurnya juga penuh intrik dan jungkir balik situasi. Bahkan, di akhir episode 15 pun penonton masih dibikin bertanya-tanya soal akhir kisahnya.

Musik-musik latar berjenis klasikal/ opera/ sinematik, drama ini jadi semakin pantas untuk dinikmati. Secara keseluruhan, saya suka drama ini.

Ulasan Drama Korea: Jealousy Incarnate 질투의 화신 (2016)

Saya tertarik menonton drama ini karena dibintangi oleh Gong Hyo Jin (공효진), aktris yang (seingat saya) akting konyol dan lucunya bagus. Dan, memang, beliau memainkan perannya di drama ini dengan baik. Bikin gemas, bikin kesal, bikin terharu, juga bikin tergelak.


Gambar diambil dari Wikipedia.

Drama sebanyak 24 episode ini mengisahkan Pyo Na Ri, karyawan kontrak di stasiun televisi nasional, SBC, yang selalu bekerja keras dan berusaha menjalankan profesinya sebagai pembawa berita prakiraan cuaca dengan baik. Ia bermimpi menjadi pembaca berita utama dan ingin menjadi karyawan tetap di perusahaan tersebut. Namun, pada akhirnya, ia tetap menjadi pembawa berita prakiraan cuaca, karena memang itu yang ia nikmati dan memang itu kehebatannya.

Adalah senior di perusahaan tersebut, repoter Lee Hwa Shin (diperankan oleh Jo Jung Suk). Lelaki yang disukai Pyo Na Ri selama tiga tahun, namun tak berbalas. Ketika Pyo Na Ri ditaksir sahabat Lee Hwa Shin, seorang pewaris konglomerat bernama Ko Jung Won (diperankan oleh Ko Pyung Pyo), Lee Hwa Shin baru merasakan cemburu dan mulai menyukai Pyo Na Ri.

Apalagi, ketika Pyo Na Ri menemukan kalau Lee Hwa Shin menunjukkan gejala kanker payudara, lalu menemaninya selama operasi dan perawatan, Pyo Na Ri menunjukkan ketulusannya kepada Lee Hwa Shin.

Drama ini banyak bikin gemas, dengan adegan-adegan tarik-ulur emosi. Soundtracknya juga menyenangkan untuk didengar. Namun, saya tidak terlalu menikmatinya. Karena alurnya agak aneh (buat saya) dan terlalu banyak dramatisir perasaan.

Ulasan Drama Korea: Gogh, The Starry Night 고호의 별이 빛나는 밤에 (2016)

Saya hanya membaca sinopsisnya sekilas, dan tidak menyangka kalau ini ternyata adalah mini-drama sebanyak 4 episode saja. Meskipun begitu, isinya cukup padat dan rumit, namun alurnya sebenarnya sederhana.


Gambar diambil dari Wikipedia.

Mengisahkan para pekerja kreatif di agensi periklanan, yang setiap hari jungkir balik dengan tekanan pekerjaan yang dinamis, memerlukan solusi dan aksi cepat. Ada kompetisi internal perusahaan yang ditampilkan dengan menggelitik, ada juga selingan kisah-kisah kehidupan pribadi masing-masing dari mereka.

Kisah utamanya berputar di sekitar seorang Account Executive bernama Go Ho, yang ternyata disukai beberapa pria. Mereka pun bersaing merebut hatinya. Namun pemenangnya malah Kang Tae Ho, si Manajer temperamental yang sebelumnya justru sangat dibenci oleh Go Ho.

Lagi-lagi, drama Korea mengajarkan bahwa sangat membenci seseorang justru akan membuat kita jatuh hati. Secara keseluruhan, saya menikmati drama ini. Singkat, jadi tidak bertele-tele, namun padat dengan adegan lucu juga.

Haruskah saya memberi ulasan bintang juga? Hehehe… ⭐⭐⭐⭐⭐

Ulasan Drama Korea: Drinking Solo/ Let’s Drink 혼술 남녀 (2016)

Membaca sinopsisnya, saya jadi penasaran mengikuti drama Korea yang tayang di TVN ini. Kisahnya berputar di profesi pengajar akademi persiapan ujian calon pegawai pemerintah di Noryangjin, juga kisah dari sudut pandang para pelajarnya.


Foto diambil dari Wikipedia.

Keseharian para pengajar yang sibuk dari pagi hingga malam hari, tak hanya menjalankan pekerjaannya dengan baik dan meningkatkan kualitas diri sebagai pengajar yang diakui mampu membimbing para pelajarnya mempersiapkan diri menghadapi ujian penerimaan pegawai pemerintah hingga lulus tapi juga politik kantor yang jegal-jegalan demi posisi pengajar terhebat.

Juga keseharian para pelajar yang tertekan ingin segera lulus agar mendapatkan pekerjaan sebagai pegawai pemerintah dan meninggalkan status pengangguran. Yang berasal dari keluarga berkecukupan tentu kesehariannya tidak perlu memikirkan cara mencukupkan diri lagi, seperti yang berkekurangan atau yang tidak enak hati menikmati dihidupi keluarga.

Adalah pengajar terkenal bernama Jin Jung Suk/ Jin Sang (diperankan oleh Ha Seok Jin), yang angkuh dan tak pernah berniat untuk berbaur dengan lingkungan sekitarnya, apalagi kalau harus mencari muka di depan atasan. Ia pun akhirnya luluh dan jatuh hati pada pengajar baru yang kikuk bernama Park Ha Na (diperankan oleh Park Ha Sun). Dari Park Ha Na juga, ia mulai belajar tentang ketulusan.

Jin Jung Suk suka menikmati minuman beralkohol sendirian, setelah selesai bekerja. Namun, tak sembarangan minum dan mabuk. Ia punya aturan pribadi, yaitu suasana menikmati minuman beralkohol yang berkualitas, yaitu restoran atau warung yang tenang, lengkap dengan alunan musik klasik dari ponselnya, yang dinikmati melalui earphone. Kemudian, makanan teman minumnya juga harus berkualitas. Dan, ia tak ingin mabuk gila-gilaan, tapi membatasi kadar alkohol dalam darahnya sampai cukup saja.

Di sisi lain, Park Ha Na, yang pemalu dan gaya hidupnya tak semewah Jin Jung Suk, juga suka menikmati waktu kesendirian bersama minuman beralkohol, di rumah sewa semi bawah tanah tempat ia tinggal.

Sembari menikmati minuman beralkohol, ternyata mereka suka merefleksikan diri, dan menenangkan diri dari masalah yang dihadapin seharian. Saya suka ide menikmati minuman beralkohol dengan ‘berbudaya’ seperti ini. Saya setuju banget. Minuman beralkohol seharusnya bisa dinikmati dengan lebih tenang, bukan sekedar untuk mabuk gila-gilaan.

Banyak adegan konyol yang bikin tergelak, juga ada adegan yang mengharukan hingga bikin mata berkaca-kaca. Dengan musik latar yang sedap untuk dinikmati dan membuat suasana semakin sendu atau malah lucu.

Secara keseluruhan, saya suka drama ini. Bahkan, saya masih menontonnya ulang. Lagu-lagu soundtracknya pun masih mengisi playlist di ponsel dan di mobil saya.