Cara Saya Menyimpan Sayuran Segar

Swakarantina hari ke-68
Entah kenapa, selama lebih dari setahun belakangan, kami seperti disiapkan untuk situasi ini. Kami, saya dan Bebi Vendra, jadi malas untuk ngeluyur. Padahal sebelumnya kami selalu gatal untuk pergi nge-mall.

Jadwal sekolah Bebi Vendra yang masuk jam 12.30 (ya, siang bolong harus berangkat sekolah!), ditambah kondisi finansial keluarga kecil kami yang sedang fluktuatif penuh kejutan. Ditambah lagi ketertarikan saya terhadap gaya hidup minimalisme yang menggelitik saya untuk selalu berpikir ulang sebelum menghabiskan uang, waktu, dan tenaga untuk sesuatu. Beberapa faktor tersebut membuat kami berdua jadi lebih banyak malas bergerak dan cenderung memilih untuk menikmati waktu di rumah.

Jadi, ketika wabah COVID-19 merebak, kami merasa cukup baik-baik saja menanggapi imbauan untuk di rumah saja.

Urusan Makan Sehari-hari
Saya tidak suka masak, jadi kami lebih banyak memesan makanan untuk diantar oleh pengemudi ojek daring. Tapi ketika wabah merebak, saya sempat kepikiran soal kontaminasi.

Saya percaya, para penjual makanan, juga para pengemudi ojek daring sudah mendapatkan instruksi soal keamanan makanan yang dipesan oleh pelanggan. Tapi, siapa yang tahu pasti, apa yang terjadi selama makanan tersebut disiapkan dan diantar?

Dengan masak sendiri, saya tahu apa saja isi makanan kami. Dan saya tahu persis, saya mencuci tangan berkali-kali selama mengolah makanan tersebut.

Selama 2 bulan belakangan ini, saya belanja ke tukang sayur dekat rumah setiap 2-3 hari sekali. Karena hari belanja sayur adalah salah satu hari yang melelahkan.

Pasalnya, saya harus langsung membersihkan sayuran-sayuran yang saya beli. Juga mengupasnya dan menyiapkannya untuk disimpan di kulkas agar bisa tetap baik setidaknya sampai 3 hari.

20200519_103839
20200519_103906

Pembersih sayuran alami yang saya percaya adalah garam laut alami. Saya hanya menambahkannya ke air pencuci sayuran. Lalu sayuran ditiriskan dan disimpan dalam wadah tertutup di kulkas.

20200519_104324
20200519_104337

Tempe hanya perlu disimpan dalam wadah tertutup. Sedangkan tahu saya siram air mendidih dulu. Tunggu dingin, baru disimpan di kulkas.

Jamur kancing segar perlu dibilas sebentar menggunakan air dan garam laut. Lalu ditiriskan. Setelah itu diiris-iris dan direbus selama 10 menit. Setelah dingin, simpan dalam wadah tertutup di kulkas.

Penyiapan bahan makanan seperti ini memang melelahkan dan memerlukan banyak waktu. Tapi, besoknya, ketika saya akan memasak, saya tinggal mengiris sayuran sesuai keperluan.

Published by

veronicalucia

Mother, wife, soapmaker, hobby musician, dreamer...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s