#RIPChester

Sebenarnya, saya bukan termasuk orang yang suka ikutan heboh dengan trending topic. Bahkan, bisa dibilang, saya hampir tidak peduli dengan hal-hal yang ramai dibicarakan orang, baik di tongkrongan maupun di media sosial. Misalnya, soal Despacito, atau kasus bullying di Thamrin City, atau hak angket KPK, dan seterusnya, dan seterusnya.

Kebanyakan, sumber berita saya adalah Instagram. Saya suka mengklik tombol bersimbol kaca pembesar di Instagram, awalnya untuk mencari inspirasi desain sabun. Lama-lama, laman tersebut jadi sumber berita saya. Kebanyakam berita terbaru, saya dapatkan dari sana. 

However, #LinkinPark was one of my musical influences. #ripchester #chesterbennington

A post shared by Veronica Lucia Handayani (@kippabuw) on

Kemarin, waktu menunggui Bebi Vendra pulang sekolah, saya juga sempat mengintip tab search Instagram. Tumben-tumbenan, ada gambar Chester Bennington. Maka saya lihat saja gambar tersebut. Dan saya terkejut membaca keterangan gambarnya, bahwa Chester meninggal dunia bunuh diri.

Saya bukan penggemar berat Chester atau Linkin Park. Tapi ada masa di mana saya mendengarkan Linkin Park. Bahkan, band semasa SMA saya pernah membawakan beberapa lagu Linkin Park. Saya juga pernah mengalami saat di mana saya diejek oleh teman-teman penyuka genre musik yang sama, karena saya mendengarkan Linkin Park, hingga membeli kaset album musik mereka.

Saya tidak peduli pendapat atau komentar orang lain soal kepergian Chester. Baik yang sedihnya lebay, hingga yang mencela dan mengkait-kaitkan dengan isu agama (apaan sih, semua-semua disambungin sama isu agama?). Saya tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi, atau apa yang sebenarnya dirasakan atau dipikirkan Chester. Saya hanya berharap, Chester tenang di sana. Bagaimanapun, Linkin Park (awal) adalah salah satu yang membentuk musikalitas saya secara pribadi.

Advertisements

Tunda

Akhir minggu lalu, saya menulis sebuah lagu baru. Begini liriknya…

TUNDA

Kubuka mataku yang terasa berat
Dan memaksa tubuhku meskipun penat
Yang sudah menungguku deretan tugas
Waktu yang singkat semua harus tuntas

Biarkan mereka
Biarkanlah saja
Biarkan menunda
Nanti saja

Kumpulkan semangat dan tenaga lagi
Bangkitkanlah juga suasana hati
Yang kuperlukan hanyalah dukungan
Apresiasikan semua bantuan

Biarkan mereka
Biarkanlah saja
Kuhanya ingin menunda

Setiap hal yang harus dikerjakan menunggu
Ku jadi terburu-buru
Garis akhir tampak masihlah jauh
Harap menunggu tak jenuh

Akhirnya ku hanya duduk termenung
Tak hiraukan peringatan yang meraung
Sesaat kututup saja telingaku
Tersadar semua hanya buang waktu

Biarkan mereka
Biarkanlah saja
Kuingin lari saja

Setiap hal yang harus dikerjakan menunggu
Ku jadi terburu-buru
Garis akhir masih belum tampak lugas
Harap menunggu tak jenuh hingga semua tuntas

Dan, seperti ini lagunya.

Seperti biasa, rekaman dilakukan secara live di rumah. Dengan iringan drum sequencer dari aplikasi di ponsel.

Liriknya cocok untuk teman-teman yang setiap bangun pagi, teringat to-do list yang panjang, atau dikejar deadline pekerjaan. Situasi seperti ini dialami tidak hanya oleh teman-teman pekerja kantoran, tapi juga para full time mom.

Selamat menikmati!

Hair Update 2017.07.02

Setelah empat setengah bulan menikmati rambut pirang, akhirnya saya mengubah warna rambut lagi. Sebenarnya, saya suka banget rambut pirang itu. Tapi sudah mulai tumbuh, dan saya tampak seperti kucing belang. Meong!

Hair updated 2017.07.02
Dan saya sedang malas bleaching. Jadi, saya tumpuk saja warnanya. Kali ini, menggunakan warna yang memang sudah tersedia di rumah.

Jadi, ceritanya, saya mencoba merek pewarna rambut dengan judul Light Grayness. Yang ternyata, boro-boro light dan boro-boro gray. Hahaha! Ketipunya dobel!

Lalu, saya juga beli pewarna rambut yang dilabeli Grape Red. Tapu ketika dicoba, jadinya malah merah cabe.

Kali ini, saya mencampur kedua pewarna rambut tersebut. Dengan ilmu kira-kira. Sehingga, tidak akan bisa diulang persis sama, bahkan tidak akan bisa didapatkan di salon.

Sekarang, setelah dua minggu pun, warnanya sudah mulai luntur. Ingin pirang lagi, tapi belum dapat semangat untuk bleaching.

Soal Photobucket

Beberapa hari lalu, saya menemukan kalau gambar-gambar di blog saya banyak yang hilang. Ternyata, Photobucket punya ketentuan layanan baru. Yaitu, untuk 3rd party image hosting, harus menggunakan akun berbayar. Saya hanya bisa meringis, ketika melihat bayarnya US$399.99!

Sejak 2009, saya menggunakan kode html dari Photobucket, untuk menempelkan gambar dalam blog saya. Tujuannya, supaya kapasitas blog saya tidak lekas penuh. Saat ini, saya sedang mencari alternatif untuk image hosting. Pusing!

Workaholik

Beberapa hari lalu, saya menulis lagu baru. Ini dia…

WORKAHOLIK

Selamat pagi!
Nikmati hangatnya sapaan sinar mentari
Tersenyumlah!
Udara baru yang segar ini kau hiruplah

Hari baru datang membawa harapan
Dan membawa kisah
Hari baru datang membawa cerita
Petualangan berbeda

Mari sambut hari baru dengan senyum dan semangat
Manfaatkan waktu yang ada untuk berkarya (terus)

Selamat malam!
Nikmati indahnya kerlip cahaya bintang
Tersenyumlah!
Satu hari lagi telah berhasil kau lalui

Semua usaha tidak sia-sia
Esok masih ada
Semua cerita menjadi inspirasi
Untuk hari yang lain

Mari sambut hari baru dengan senyum dan semangat
Manfaatkan waktu yang ada untuk berkarya (selalu)

Dan, seperti ini lagunya…

Musiknya direkam live di rumah, menggunakan ponsel. Dengan iringan drum sequencer dari aplikasi di ponsel. Videonya juga direkam menggunakan ponsel dan penggabungan audio dan videonya juga menggunakan aplikasi bawaan ponsel.

Proses penciptaan lagu ini juga terbilang singkat. Dimulai dari ide ketukan dram, kemudian nadanya, dan terakhir lirik lagunya. Kenyataannya, menulis lirik lagu positif memang lebih cepat, dibandingkan lirik lagu yang mengeluh, sedih, atau mencela. Hehehe… Mungkin, karena saya orang yang berpikiran positif?

Meskipun hasil rekamannya kurang bagus, mudah-mudahan, hasil karya saya ini bisa diterima ya.