#RambutVero: Update 15 Februari 2017

Setelah berpartisipasi dalam pemilihan kepala daerah serentak, 15 Februari 2017 lalu, saya mengganti warna rambut lagi. Awalnya, saya bleach semua dulu. Kemudian ditambahkan pewarna rambut.

Sebenarnya, pewarna rambut yang saya beli warna coklat terang. Namun, ketika diaplikasikan di rambut saya, malah jadi putih. Saya suka banget!

Sayangnya, pewarna ini kurang awet. Setiap kali keramas, warna rambut saya berangsur berubah. Dan ketika si rambut asli sudah mulai menyembul muncul, mungkin saya akan mengganti warna rambut lagi.

Advertisements

#VeroBlackOutfit: Gloomy Day at School

Cuaca gerimis, lalu mendung, lalu hujan, lalu mendung lagi, lalu gerimis lagi. Sejak pagi.

Karena itu, saya merasa, ini hari yang pas untuk mengenakan beberapa lapis pakaian. Saya suka bergelung nyaman di balik kain, sebenarnya. Tapi, karena cuaca di tempat saya tinggal cukup panas (bahkan ketika cuaca hujan seharian pun masih saja berkisar 26°C-31°C), maka saya tampak lebih sering pakai kaos lengan pendek atau malah tanpa lengan.

#VeroBlackOutfit: Sunday Rainy Sunday

Hari Minggu lalu, cuacanya gerimis datang dan pergi sejak malam sebelumnya. Cukup menggoda untuk tetap bergelung nyaman di balik selimut. Namun pagi-pagi, saya harus berangkat beribadah.

Sebenarnya, saya suka cuaca hujan seharian. Secara fisik, saya kurang tahan cuaca panas. Meskipun, secara profesi (baca: ibu rumah tangga), cuaca seperti ini sangat menghambat pekerjaan, karena cucian tak kunjung kering. Hehehe…

Ini juga cuaca yang baik untuk menyimpan coklat batangan di tas tangan. Dan menikmatinya kapanpun. Selamat datang suasana hati!

#VeroBlackOutfit: Children Swimming Day

Hari Rabu lalu, Bebi Vendra ada kegiatan berenang di sekolah. Ia sudah bisa mandi dan berganti pakaian sendiri, sebenarnya. Pun, pakaian renang sudah dipakai sejak dari rumah, dilapis seragam sekolah. Saya hadir untuk berjaga-jaga, kalau ia perlu bantuan.

Supaya praktis, saya pakai celana selutut. Sandal jepit sudah siap di mobil. Ketika harus membantu Bebi Vendra mandi dan berganti pakaian, sepatu saya tinggal di mobil.

Ulasan Drama Korea: Goblin: The Lonely and Great God – 쓸쓸하고 찬란하神-도깨비 (2016)

Judulnya sih terdengar keren; Goblin. Tapi jika dicari versi lokalnya, maka “goblin” kira-kira sepadan dengan “tuyul” dalam bahasa dan budaya Indonesia. Jadi nggak keren ya?

Tapi, ya karena ini tuyul versi Korea, jadinya ganteng deh. Bersama si tuyul, juga dikisahkan si pencabut nyawa. Ya ganteng juga. Dan, awalnya, yang bikin saya berminat menonton drama ini karena si pemeran pencabut nyawa yang setahu saya ganteng dan keren dari drama Hotel King, yaitu Lee Dong Wook.

Saya perlu menonton berulangkali untuk paham drama ini. Apalagi, episode awal-awalnya bikin dahi berkerut banget. Untungnya, banyak selingan adegan lucu yang mampu mengendurkan otot.

Episode-episode akhir malah menyayat hati dan bikin mata terasa panas. Kalau tak ikutan berkaca-kaca. Ketika Kim Go Eun, si pemeran Ji Eun Tak, sang pengantin goblin, menangis, duh rasanya pilu banget.

Drama ini memang spektakuler. Penulisnya top, yaitu si penulis drama Descendants of the Sun yang fenomenal itu. Sutradaranya juga mampu menghidupkan imajinasi si penulis yang gila-gilaan. Ditambah, para pemerannya dapat membawakan peran masing-masing dengan sempurna.

Belum lagi sponsornya. Drama ini diisi merk-merk mewah!

Alur kisahnya pun mengejutkan. Meskipun berakhir bahagia juga. Lagu-lagu soundtrack-nya juga bagus-bagus. Jadi, silakan nikmati drama ini. Memang pantas, kalau drama ini menjadi sorotan dimana-mana. Bahkan, banyak orang sampai tergila-gila dan memuji drama ini setinggi langit. ⭐⭐⭐⭐⭐