Ulasan Drama Korea: Drinking Solo/ Let’s Drink 혼술 남녀 (2016)

Membaca sinopsisnya, saya jadi penasaran mengikuti drama Korea yang tayang di TVN ini. Kisahnya berputar di profesi pengajar akademi persiapan ujian calon pegawai pemerintah di Noryangjin, juga kisah dari sudut pandang para pelajarnya.


Foto diambil dari Wikipedia.

Keseharian para pengajar yang sibuk dari pagi hingga malam hari, tak hanya menjalankan pekerjaannya dengan baik dan meningkatkan kualitas diri sebagai pengajar yang diakui mampu membimbing para pelajarnya mempersiapkan diri menghadapi ujian penerimaan pegawai pemerintah hingga lulus tapi juga politik kantor yang jegal-jegalan demi posisi pengajar terhebat.

Juga keseharian para pelajar yang tertekan ingin segera lulus agar mendapatkan pekerjaan sebagai pegawai pemerintah dan meninggalkan status pengangguran. Yang berasal dari keluarga berkecukupan tentu kesehariannya tidak perlu memikirkan cara mencukupkan diri lagi, seperti yang berkekurangan atau yang tidak enak hati menikmati dihidupi keluarga.

Adalah pengajar terkenal bernama Jin Jung Suk/ Jin Sang (diperankan oleh Ha Seok Jin), yang angkuh dan tak pernah berniat untuk berbaur dengan lingkungan sekitarnya, apalagi kalau harus mencari muka di depan atasan. Ia pun akhirnya luluh dan jatuh hati pada pengajar baru yang kikuk bernama Park Ha Na (diperankan oleh Park Ha Sun). Dari Park Ha Na juga, ia mulai belajar tentang ketulusan.

Jin Jung Suk suka menikmati minuman beralkohol sendirian, setelah selesai bekerja. Namun, tak sembarangan minum dan mabuk. Ia punya aturan pribadi, yaitu suasana menikmati minuman beralkohol yang berkualitas, yaitu restoran atau warung yang tenang, lengkap dengan alunan musik klasik dari ponselnya, yang dinikmati melalui earphone. Kemudian, makanan teman minumnya juga harus berkualitas. Dan, ia tak ingin mabuk gila-gilaan, tapi membatasi kadar alkohol dalam darahnya sampai cukup saja.

Di sisi lain, Park Ha Na, yang pemalu dan gaya hidupnya tak semewah Jin Jung Suk, juga suka menikmati waktu kesendirian bersama minuman beralkohol, di rumah sewa semi bawah tanah tempat ia tinggal.

Sembari menikmati minuman beralkohol, ternyata mereka suka merefleksikan diri, dan menenangkan diri dari masalah yang dihadapin seharian. Saya suka ide menikmati minuman beralkohol dengan ‘berbudaya’ seperti ini. Saya setuju banget. Minuman beralkohol seharusnya bisa dinikmati dengan lebih tenang, bukan sekedar untuk mabuk gila-gilaan.

Banyak adegan konyol yang bikin tergelak, juga ada adegan yang mengharukan hingga bikin mata berkaca-kaca. Dengan musik latar yang sedap untuk dinikmati dan membuat suasana semakin sendu atau malah lucu.

Secara keseluruhan, saya suka drama ini. Bahkan, saya masih menontonnya ulang. Lagu-lagu soundtracknya pun masih mengisi playlist di ponsel dan di mobil saya.

Published by

veronicalucia

Enjoying life...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s