Ulasan Drama Korea: The K2 – 더케이투 (2016)

Healer/ 힐러 (2014-2015) adalah salah satu drama Korea terbaik yang pernah saya nikmati. Alurnya penuh intrik dan bikin penasaran. Sosok Healer yang keren (dan, tentunya, ganteng) dan pintar mengatasi situasi krisis, bikin saya tergila-gila. Dari situ, saya jadi menantikan penampilan Ji Chang Wook lainnya.

Sempat kecewa terhadap Tornado Girl 2/ Whirlwind Girl 2/ 旋风少女第二季 (2016), yang hanya saya tonton episode pertamanya sepanjang 20 menit saja. Lalu trailer dan berita mengenai The K2 mulai muncul dan bikin saya berprasangka kalau peran Ji Chang Wook di drama ini akan seperti Healer.


Gambar diambil dari Wikipedia.

Memang benar, sosok Healer seperti dihidupkan lagi di The K2. Di drama ini, Ji Chang Wook berkelahi dan tembak-tembakan melulu, tanpa kenal lelah. Ck ck ck… Saya, yang hanya penonton, pun capek juga.

Kisahnya tentang Kim Je Ha, mantan anggota pasukan khusus tentara yang kemudian menjadi tentara bayaran. Namun, karena menyaksikan pembantaian warga sipil, ia malah dijadikan buronan. Hidup membawanya bertemu Choi Yoo Jin (diperankan oleh Song Yoona), seorang istri kandidat presiden yang ambisius, cerdik dan dingin.

Karena terpesona oleh kemampuan Kim Je Ha, juga ternyata punya motif yang sama untuk menjatuhkan kandidat presiden Park Kwan Soo (diperankan oleh Kim Kap Soo), Choi Yoo Jin pun merekrut Kim Je Ha menjadi bagian dari perusahaan keamanan pribadinya, JSS Security.

Dari pekerjaan barunya tersebut, Kim Je Ha bertemu Go Anna (diperankan oleh Im Yoona), anak rahasia Jang Se Joon (suami Choi Yoo Jin, diperankan oleh Jo Sung Ha) dengan kekasihnya, seorang aktris terkenal, Ume Hye Rin (diperankan oleh Son Tae Young). Bisa ditebak, benih asmara mulai tumbuh antara Kim Je Ha dan Go Anna.

Drama sebanyak 16 episode ini alurnya juga penuh intrik dan jungkir balik situasi. Bahkan, di akhir episode 15 pun penonton masih dibikin bertanya-tanya soal akhir kisahnya.

Musik-musik latar berjenis klasikal/ opera/ sinematik, drama ini jadi semakin pantas untuk dinikmati. Secara keseluruhan, saya suka drama ini.

Ulasan Drama Korea: Jealousy Incarnate 질투의 화신 (2016)

Saya tertarik menonton drama ini karena dibintangi oleh Gong Hyo Jin (공효진), aktris yang (seingat saya) akting konyol dan lucunya bagus. Dan, memang, beliau memainkan perannya di drama ini dengan baik. Bikin gemas, bikin kesal, bikin terharu, juga bikin tergelak.


Gambar diambil dari Wikipedia.

Drama sebanyak 24 episode ini mengisahkan Pyo Na Ri, karyawan kontrak di stasiun televisi nasional, SBC, yang selalu bekerja keras dan berusaha menjalankan profesinya sebagai pembawa berita prakiraan cuaca dengan baik. Ia bermimpi menjadi pembaca berita utama dan ingin menjadi karyawan tetap di perusahaan tersebut. Namun, pada akhirnya, ia tetap menjadi pembawa berita prakiraan cuaca, karena memang itu yang ia nikmati dan memang itu kehebatannya.

Adalah senior di perusahaan tersebut, repoter Lee Hwa Shin (diperankan oleh Jo Jung Suk). Lelaki yang disukai Pyo Na Ri selama tiga tahun, namun tak berbalas. Ketika Pyo Na Ri ditaksir sahabat Lee Hwa Shin, seorang pewaris konglomerat bernama Ko Jung Won (diperankan oleh Ko Pyung Pyo), Lee Hwa Shin baru merasakan cemburu dan mulai menyukai Pyo Na Ri.

Apalagi, ketika Pyo Na Ri menemukan kalau Lee Hwa Shin menunjukkan gejala kanker payudara, lalu menemaninya selama operasi dan perawatan, Pyo Na Ri menunjukkan ketulusannya kepada Lee Hwa Shin.

Drama ini banyak bikin gemas, dengan adegan-adegan tarik-ulur emosi. Soundtracknya juga menyenangkan untuk didengar. Namun, saya tidak terlalu menikmatinya. Karena alurnya agak aneh (buat saya) dan terlalu banyak dramatisir perasaan.

Ulasan Drama Korea: Gogh, The Starry Night 고호의 별이 빛나는 밤에 (2016)

Saya hanya membaca sinopsisnya sekilas, dan tidak menyangka kalau ini ternyata adalah mini-drama sebanyak 4 episode saja. Meskipun begitu, isinya cukup padat dan rumit, namun alurnya sebenarnya sederhana.


Gambar diambil dari Wikipedia.

Mengisahkan para pekerja kreatif di agensi periklanan, yang setiap hari jungkir balik dengan tekanan pekerjaan yang dinamis, memerlukan solusi dan aksi cepat. Ada kompetisi internal perusahaan yang ditampilkan dengan menggelitik, ada juga selingan kisah-kisah kehidupan pribadi masing-masing dari mereka.

Kisah utamanya berputar di sekitar seorang Account Executive bernama Go Ho, yang ternyata disukai beberapa pria. Mereka pun bersaing merebut hatinya. Namun pemenangnya malah Kang Tae Ho, si Manajer temperamental yang sebelumnya justru sangat dibenci oleh Go Ho.

Lagi-lagi, drama Korea mengajarkan bahwa sangat membenci seseorang justru akan membuat kita jatuh hati. Secara keseluruhan, saya menikmati drama ini. Singkat, jadi tidak bertele-tele, namun padat dengan adegan lucu juga.

Haruskah saya memberi ulasan bintang juga? Hehehe… ⭐⭐⭐⭐⭐

Ulasan Drama Korea: Drinking Solo/ Let’s Drink 혼술 남녀 (2016)

Membaca sinopsisnya, saya jadi penasaran mengikuti drama Korea yang tayang di TVN ini. Kisahnya berputar di profesi pengajar akademi persiapan ujian calon pegawai pemerintah di Noryangjin, juga kisah dari sudut pandang para pelajarnya.


Foto diambil dari Wikipedia.

Keseharian para pengajar yang sibuk dari pagi hingga malam hari, tak hanya menjalankan pekerjaannya dengan baik dan meningkatkan kualitas diri sebagai pengajar yang diakui mampu membimbing para pelajarnya mempersiapkan diri menghadapi ujian penerimaan pegawai pemerintah hingga lulus tapi juga politik kantor yang jegal-jegalan demi posisi pengajar terhebat.

Juga keseharian para pelajar yang tertekan ingin segera lulus agar mendapatkan pekerjaan sebagai pegawai pemerintah dan meninggalkan status pengangguran. Yang berasal dari keluarga berkecukupan tentu kesehariannya tidak perlu memikirkan cara mencukupkan diri lagi, seperti yang berkekurangan atau yang tidak enak hati menikmati dihidupi keluarga.

Adalah pengajar terkenal bernama Jin Jung Suk/ Jin Sang (diperankan oleh Ha Seok Jin), yang angkuh dan tak pernah berniat untuk berbaur dengan lingkungan sekitarnya, apalagi kalau harus mencari muka di depan atasan. Ia pun akhirnya luluh dan jatuh hati pada pengajar baru yang kikuk bernama Park Ha Na (diperankan oleh Park Ha Sun). Dari Park Ha Na juga, ia mulai belajar tentang ketulusan.

Jin Jung Suk suka menikmati minuman beralkohol sendirian, setelah selesai bekerja. Namun, tak sembarangan minum dan mabuk. Ia punya aturan pribadi, yaitu suasana menikmati minuman beralkohol yang berkualitas, yaitu restoran atau warung yang tenang, lengkap dengan alunan musik klasik dari ponselnya, yang dinikmati melalui earphone. Kemudian, makanan teman minumnya juga harus berkualitas. Dan, ia tak ingin mabuk gila-gilaan, tapi membatasi kadar alkohol dalam darahnya sampai cukup saja.

Di sisi lain, Park Ha Na, yang pemalu dan gaya hidupnya tak semewah Jin Jung Suk, juga suka menikmati waktu kesendirian bersama minuman beralkohol, di rumah sewa semi bawah tanah tempat ia tinggal.

Sembari menikmati minuman beralkohol, ternyata mereka suka merefleksikan diri, dan menenangkan diri dari masalah yang dihadapin seharian. Saya suka ide menikmati minuman beralkohol dengan ‘berbudaya’ seperti ini. Saya setuju banget. Minuman beralkohol seharusnya bisa dinikmati dengan lebih tenang, bukan sekedar untuk mabuk gila-gilaan.

Banyak adegan konyol yang bikin tergelak, juga ada adegan yang mengharukan hingga bikin mata berkaca-kaca. Dengan musik latar yang sedap untuk dinikmati dan membuat suasana semakin sendu atau malah lucu.

Secara keseluruhan, saya suka drama ini. Bahkan, saya masih menontonnya ulang. Lagu-lagu soundtracknya pun masih mengisi playlist di ponsel dan di mobil saya.