Ke Pantai Anyer Lagi!

Saya pribadi, sukaaaaaa banget pantai. Waktu tinggal di Yogyakarta sih enak. Sakaw mantai, banyak pilihan. Mulai dari yang tinggal lurus ke selatan, yaitu Pantai Parangtritis. Yang perlu agak melipir ke barat, yaitu Pantai Glagah. Atau yang perlu sedikit usaha menaklukkan jalan menanjak-menurun dan berkelok-kelok, tapi indah dan banyak pilihan, yaitu pantai-pantai di Gunung Kidul.

Dekat Tangerang, pilihannya agak terbatas dan kurang sepadan dengan usahanya. Pantai Ancol, di Jakarta Utara, saya sendiri kurang berminat meliriknya. Pantai Tanjung Pasir, di Kabupaten Tangerang, yang pasirnya hitam dan kotor dengan sampah berserakan. Pilihan paling lumayan, ya Pantai Anyer. Sekitar 3 jam perjalanan santai dari rumah.

Namun, kali ini, karena kami berangkat sudah cukup malam, dan situasi jalanan cukup sepi karena masih bulan puasa, maka kami tiba dalam 2 jam. Itupun pakai mampir makan di tempat istirahat tol Jakarta-Tangerang km 13,5.

Karena sudah malam banget, kami langsung mencari penginapan dan beristirahat.

Paginya, kami main di pantai. Jam 6 pagi pun, matahari sudah bersinar cukup terik!

Bebi Vendra langsung menurunkan mainan truk-truk pasir dan ekskavator dari mobil, lalu mulai main pasir.

Sambil menemani dan menjaga Bebi Vendra, saya menikmati teduhnya pemandangan pantai dan luasnya lautan. Juga menghirup udara segar, yang tidak ada di sub urban Tangerang.

FOTD nya sederhana. Hanya Kippabuw Holiday Hooray Face Spray, setelah mencuci muka pakai Active Charcoal Soap. Menghidrasi kulit wajah, juga mengandung essential oil blend yang melindungi kulit dari terbakar matahari. Setelah kering, dilanjutkan dengan Kippabuw Tinted Face Balm, yang mengandalkan bahan alami sebagai tabir surya. Tak lupa, pulasan Kippabuw Choco Blood Tinted Balm di bibir, agar bibir tetap terawat dan tetap cantik saat selfie.

Sekitar jam 10 pagi lebih, kami kembali ke penginapan untuk mandi dan berganti pakaian. Kemudian check out dan meluncur pulang. Tentunya, mampir makan seafood.

Perjalanan pulang juga lancar. Tidak sampai 2 jam, kami sudah sampai di rumah. Kaki kanan pun cukup pegal, stagnan menginjak pedal gas di 100 km/jam.

Published by

veronicalucia

Enjoying life...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s