Seharian di Alam Sutera

Ini adalah latepost banget, yaitu kisah saya menghabiskan salah satu hari libur bersama Bebi Vendra, di akhir Juni 2016. Belakangan memang saya hampir tak pernah mengeposkan tulisan blog. Sebabnya, malas buang-buang energi karena emosi sendiri, akibat koneksi internet lemot. Salahkan Bolt, teman-teman! Saya tidak malas menulis lho.

Pagi itu, saya mengajak Bebi Vendra ke bengkel sepeda, untuk memperbaiki sepedanya yang sudah lama terbengkalai. Ia sendiri tampak mulai menyentuh sepeda itu lagi, beberapa hari sebelumnya. Jadi, hati saya tergerak untuk bergerak.

Waktu sampai toko tempat membeli sepeda Bebi Vendra, ternyata masih tutup. Jadi kami mencoba toko sepeda lain di dekat situ. Penggantian ban dalam dan ban luar, depan dan belakang, memakan waktu 1 jam. Karena toko baru buka, jadi si penjaga toko harus beres-beres dulu.

Sembari menunggu sepeda dikerjakan, kami sarapan dulu di Dunkin Donuts, SPBU Ciledug. Seperti biasa, Bebi Vendra minta Iced Chocolate. Sedangkan aku memilih Croissant Sandwich dan Darjeeling Tea.

OOTD nya, kaos hitam Nevada dan rok batik hijau hasil berburu di Yogyakarta.

Buat Suzuki New Karimun Estilo, si Small Car Big Fun, membawa sepeda kecil, tentu bukan masalah. Di kantong Ikea biru itu juga ada beberapa mainan truk milik Bebi Vendra.

FOTD nya, Kippabuw Holiday Hooray Face Spray setelah mencuci muka dengan Active Charcoal Soap. Lalu setelah kering, Kippabuw Tinted Face Balm di seluruh wajah. Tak lupa, Kippabuw Rose Tinted Balm di bibir. Lensa kontaknya masih setia sama V3 Grey, dan masih -1.50.

Sampai di The Flavor Bliss, kami nyemil Cheese Croissant dulu di Philocoffee. Ditemani secangkir Iced Chocolate (lagi).

Lalu Bebi Vendra mulai asyik main sepeda di kawasan The Flavor Bliss. Tempat ini memang cukup nyaman untuk menikmati waktu. Banyak ruang terbuka, namun teduh, dengan hembusan angin yang cukup bikin adem.

Setelah lelah bermain sepeda, kami merasa lapar. Pindah ke Living World, saya menerima beberapa pesan singkat dari penyedia jasa layanan komunikasi, isinya promo-promo yang tersedia di mal tersebut.

Saya tertarik mencoba Cupbop 컵밥, sebuah restoran makanan Korea cepat saji bergaya Amerika. Waktu itu ada promo menu pilihan harga 25.000 rupiah, dengan tCash Tap.

Saya mencoba Toc Toc Bop, Korean Soy Fried Chicken Over Rice. Ayam goreng tepung tanpa tulang, dengan bumbu soy sauce, disajikan di atas nasi, dengan japchae dan sayuran. Sausnya bisa pilih tingkat kepedasan. Karena saya makan bersama Bebi Vendra, saya pilih yang tidak pedas. Saya juga mencoba Mandoo, alias gyoza gaya Korea.

Beruntungnya kami, waktu itu, restoran tersebut baru buka. Para bos resto tersebut berkeliaran membantu para staf. Kami dapat Barley Tea gratis, lalu dapat lagi daging. Aduhhh… Senang dan kenyang bukan main.

Pelayanan ramah dan sigap. Harga terjangkau. Suasana restoran nyaman. Rasa makanan lumayan.

Setelah makan, kami berjalan-jalan sebentar. Kebetulan, ada meja lipat sedang diskon di Informa. Di sekolah Bebi Vendra, ada kegiatan melukis bersama di aula. Untuk itu, setiap murid dianjurkan untuk membawa meja lipat sendiri. Meja lipat Bebi Vendra yang tahun lalu, kakinya patah. Jadi memang perlu yang baru.

Main sudah. Nongkrong sudah. Makan sudah. Mengudap sudah. Belanja sudah. Mari kita pulang!

오므라이스 – オムライス – Omurice

Omurice, sebenarnya lebih dikenal sebagai masakan Jepang (itu pun fusion bergaya Western). Saya sendiri sudah terbiasa dengan rasa nasi goreng dengan saos tomat ini. Waktu saya kecil (bahkan sampai sudah bekerja), Mama saya sering menyiapkan menu sederhana tapi nikmat ini untuk saya.

Belakangan, saya rindu rasa itu. Rindu jalan-jalan ke Yogyakarta juga, sebenarnya. Hehehehe.

Nasi goreng sendiri, memang masakan yang lazim ditemui di Indonesia. Hanya karena dominasi rasa saos tomat dan penyajiannya yang ditutup telur dadar, maka saya menyebutnya omurice.

Omurice kali ini, sangat sederhana dan hanya memakai bahan yang ada di rumah saja.

Potong dadu sosis sapi, goreng hingga cukup garing. Atau sesuai selera. Angkat, tiriskan.

Panaskan 1 sendok makan minyak goreng. Masak nasi, tambahkan lada putih bubuk dan bawang bombay kering. Aduk rata. Tambahkan saos tomat. Juga saos sambal, jika suka. Aduk rata. Tambahkan sosis goreng. Aduk rata. Angkat, sajikan di piring. Oya, saya menaburkan garam merah muda Himalaya setelah nasi gorengnya matang.

Buat telur dadar. Saya menambahkan daun parsley kering. Setelah matang, tempatkan telur dadar di atas nasi. Hias dengan saos tomat (atau saos sambal).

잘 먹겠습니다

いただきます