Mutasi SIM Online

Selama beberapa belas tahun, saya tinggal di Jogja. Saya mencapai usia berhak memiliki KTP dan SIM pun di sana. Kemudian, karena menikah dengan lelaki yang berdomisili di Tangerang, maka saya pun pindah ikut suami.

Tahun ini, SIM saya habis masa berlakunya. Sejak akhir 2015, saya sudah gelisah soal mutasi SIM. Yaitu perpanjangan SIM pindah daerah. Saya memilih birokrasi mutasi SIM yang mungkin sangat merepotkan, daripada harus diuji ulang.

Hey, setiap tahun saya menyupir dari Tangerang ke Sleman lho! Kan rasanya gondok kalau harus ujian SIM lagi, muter-muter maju-mundur nanjak-turun di halaman kantor polisi.

Setelah browsing dan tanya-tanya kesana-kemari, akhirnya, saya membulatkan tekad untuk menyetir ke Polres Tangerang Kota. Bayangkan ujian lalu lintas yang harus saya lalui dalam perjalanan dari Ciledug ke Daan Mogot sana!

Karena saya berangkat ke polres setelah menjemput Bebi Vendra pulang sekolah, maka kami tiba sekitar jam 12.55. Berhubung pelayanannya sudah mau tutup, jadilah saya diburu-buru. Untungnya, saya punya banyak fotokopi eKTP, jadi tinggal diserahkan saja. Lalu membayar 180.000 rupiah untuk SIM A dan 175.000 rupiah untuk SIM C.

Menunggu panggilan foto sekitar 10 menit. Proses foto dan pengambilan sidik jari untuk kedua golongan SIM yang saya punya pun hanya sekitar 5 menit. Dua menit kemudian, kedua SIM saya sudah jadi.

Rasanya takjub! Dan lega bukan main. Perjalanan berangkat satu jam, perjalanan pulang satu jam, di Polres setengah jam. Mudah-mudahan, 5 tahun lagi birokrasi di negara ini bisa tetap hebat seperti ini, bahkan lebih.

Advertisements

Ulasan Drama Korea: Descendants of the Sun – 태양의 후예

Drama Korea ini memang sudah lama heboh. Bahkan, kabar menyebutkan bahwa ratingnya sangat tinggi dan tak terkalahkan. Sudah cukup lama juga, drama yang dibintangi Song Joong Ki (송중기) dan Song Hye Kyo (송혜교) ini mengantri di playlist pribadi saya. Adegan awal drama ini, yang menunjukkan misi tim unit khusus tentara dalam membebaskan sandera, membuat saya berhenti menontonnya di menit ke 5, lalu tidak mengacuhkan 16 episode drama ini untuk beberapa lama.

Tadinya, saya menonton drama ini lagi karena sudah kehabisan drama yang menarkik untuk dinikmati. Menit demi menit berlalu, episode demi episode drama ini malah membuat saya jadi tertarik dan penasaran. Akhirnya, saya paham kenapa drama ini mendapat ulasan begitu heboh.

Kisahnya tentang seorang anggota tim khusus militer yang terlibat kisah cinta pasang surut dengan seorang dokter. Berbagai situasi darurat, antara hidup dan mati, pengalaman lucu dan konyol, bahkan kemarahan, kekecewaan dan kesedihan, mewarnai kisah asmara mereka. Lama-lama, saya terpesona juga, seorang anggota tentara bisa segitu berkharisma, penuh keterampilan sekaligus imut dan santun. Ah, kalau saja semua anggota tentara seperti itu, rasanya damai dan aman. Hehehe…

Ada situasi yang cukup membuat saya risih, yaitu ketika terjadi gempa bumi. Well, meskipun sudah 10 tahun berlalu, saya masih ingat jelas apa yang saya dan keluarga alami pada 26 Mei 2006.

Dengan sajian pemandangan alam yang indah, dipadukan musik-musik latar yang keren, drama ini jadi bikin betah untuk dinikmati. Banyak adegan lucu juga yang membuat saya ingin menyaksikannya berulang-ulang.

Lagi-lagi, Korea menunjukkan keseriusan dalam penggarapan drama, sehingga pantas untuk dinikmati. Hm, saya jadi bertanya-tanya, kapan penonton Indonesia siap untuk mendukung produksi drama semenarik itu?