Ulasan Drama Taiwan: Taste of Love 唯一繼承者

Akhirnya, saya menyelesaikan nonton drama Taiwan ini. Sudah sejak lama, sebenarnya, tapi mandeg di episode 12, beberapa minggu lalu. Sisa 3 episodenya saya lahap sekaligus, semalam.

Kisahnya tentang sebuah restoran yang terancam kolaps karena Nyonya pemilik, satu-satunya yang tahu resep rahasia masakan andalan mereka, tiba-tiba sakit dan tidak sadarkan diri. Kedua anak gantengnya pun berusaha meneruskan jalannya restoran dan mencari resep rahasia tersebut.

Kisahnya agak rumit dan ruwet. Berputar-putar kesana kemari, meskipun akhirnya kembali ke titik awal. Banyak suguhan pemandangan alam Asia Timur yang menarik untuk dinikmati. Juga makanan-makanan lokal yang tampak sedap. Namun, intinya, ini adalah cerita tentang cinta. Cinta sahabat sejak kecil, cinta terhadap keluarga, juga cinta yang romantis.

Banyak pesan sponsor yang terselip juga, disampaikan dengan cukup halus dan tidak sekedar memaksakan diri beriklan. Secara keseluruhan, drama ini cukup menghibur dan pantas untuk dinikmati. Lagu-lagu soundtracknya yang bagus-bagus pun menambah keseruan menikmati drama ini.

Ulasan Drama Korea: Madame Antoine 마담 앙트완

Saya baru saja selesai menikmati 16 episode drama Korea berjudul Madame Antoine (마담 앙트완). Dari sinopsisnya, saya bisa membayangkan kalau drama ini isinya cinta-cintaan banget. Yang bikin saya tertarik, karena dihubungkan dengan psikologi. Yah, dulu saya ingin masuk fakultas psikologi UGM, memang. Apa daya, otak saya ternyata kurang memadai untuk masuk ke sana.

Sampai sekarang, saya masih tertarik pada psikologi. Bahkan, waktu masih kerja kantoran dulu, saya selalu menjawab soal-soal tes psikologis dengan jawaban yang, menurut saya, ingin didengar oleh si penguji. Ketika menghadapi klien pun, saya banyak menganalisa karakter mereka lalu menyesuaikan diri dengan karakter tersebut, untuk menghadapi mereka dan merebut hati mereka agar membeli produk yang saya tawarkan sebagai tenaga penjualan.

Sekarang pun, ketika keseharian saya dipenuhi dengan kegiatan momong anak, tak jarang diisi dengan analisa-analisa psikologis anak. Semuanya berawal dari kebiasaan saya berempati kepada orang lain. Jadi, ketika saya menghadapi orang lain, saya berusaha membayangkan apa yang mereka pikirkan atau inginkan.

Kembali ke ulasan drama. Kisahnya menceritakan tentang seorang perempuan yang bekerja sebagai cenayang dengan mengatakan bahwa ia mendengar hal-hal yang diketahuinya dari roh Marie Antoinette. Padahal, sebnarnya, perempuan tersebut mengandalkan kecerdasannya membaca orang dari gerak-gerik dan penampilannya.

Lalu ia bertemu dengan seorang psikolog pria, yang menjalankan eksperimen tentang cinta. Ia ingin sekali menunjukkan bahwa perempuan tidak bisa mencintai dengan tulus. Kenyataannya, mereka berdua malah saling jatuh cinta.

Kisah benci-cinta, naik-turun emosi pun mengalir, ikut mempermainkan emosi penonton. Hebatnya, meskipun penuh dengan kisah cinta pasang-surut, drama ini tidak terkesan picisan. Dengan selingan kisah tentang pasien-pasien si psikolog, dengan berbagai masalahnya, drama ini secara keseluruhan pantas untuk dinikmati.

Jalan-jalan di Pusat Perbelanjaan

Bagi kebanyakan orang yang hidup di kota besar dan sekitarnya, pusat perbelanjaan atau mall adalah salah satu pilihan hiburan. Saya sendiri suka ke mall. Karena saya mengemudikan kendaraan sendiri, soal parkir adalah salah satu pertimbangan saya. Parkir di mall relatif lebih mudah, karena lahan parkirnya sudah jelas, dan biasanya terletak di bawah atap, jadi terlindung dari paparan sinar matahari atau hujan. Juga debu jalanan.

Mall juga biasanya berupa bangunan dengan penyejuk ruangan, jadi terasa adem dan nyaman. Dalam satu bangunan tersebut juga biasanya sudah tersedia gerai makanan, minuman, sajian pencuci mulut, penjual roti, kedai kopi, dan penjual produk-produk lain yang bisa sekedar dinikmati secara visual. Bahkan, dari sekedar jalan-jalan dan melihat-lihat saja, saya bisa mendapatkan inspirasi.

Namun, ketika jalan-jalan di mall bersama anak, ada triknya. Ini trik saya.

1. Saya hampir selalu memakaikan anak kaos berlengan panjang, celana panjang, kaos kaki dan sepatu, juga penutup kepala, ketika jalan-jalan di mall. Kalaupun bukan kaos lengan panjang, saya akan menyediakan jaket.

Mall memang sejuk dan nyaman. Tapi, tanpa disadari, seringkali penyejuk ruangan di mall terlalu dingin. Jadi, supaya anak tidak masuk angin, sepulangnya dari mall, anak perlu pakaian yang nyaman dan cukup hangat.

Saya sediakan juga Kippabuw Eucalyptus Balm, untuk berjaga-jaga, kalau-kalau anak keburu menunjukkan gejala kurang enak badan.

2. Mengajak anak ke toilet. Tak jarang, saking asyiknya jalan-jalan atau bermain, anak malas ke toilet dan menahan keinginan untuk buang air.

3. Saya suka makan, atau sekedar duduk santai menikmati waktu bersama sajian pencuci mulut atau secangkir kopi. Jadi, saya cukup sering menawarkan anak untuk makan, atau sekedar mengudap. Di tengah paparan penyejuk ruangan, penting untuk menjaga kondisi anak dalam keadaan perut kecilnya tidak kosong.

4. Tetap menjaga anak dalam pandangan, atau tetap berada dekat anak. Meskipun mall tampak aman-aman saja, bukan berarti tidak ada resiko. Saya tidak ingin jadi orang yang terlalu paranoid, tapi sekedar bersikap waspada.

5. Seperti ketika kita jalan-jalan bersama teman, anak juga harus didengarkan keinginannya. Kecuali memang sedang terburu-buru karena perlu beli sesuatu di mall, lalu harus segera pergi karena ada keperluan lain, acara jalan-jalan di mall harus dinikmati bersama-sama. Bagi anak-anak, ikut Mama melihat-lihat etalase alat-alat rumah tangga atau pakaian wanita dewasa, tentu membosankan. Setelah atau sebelum menuruti keinginan kita, orang dewasa, ikuti juga keinginan anak. Sekedar ingin melihat-lihat di toko mainan, atau main di playground, kenapa tidak? Bosan menunggunya? Lebih-lebih anak, kalau disuruh mengikuti kesenangan kita sendiri!

6. Setelah main di playground, jangan lupa ajak anak untuk mencuci tangan. Sepele. Tapi kita kan tidak pernah tahu, anak-anak lain yang main di sana dalam keadaan sehat atau tidak.

7. Jangan lupa waktu. Suasana mall yang nyaman, atau pajangan produk-produk yang menarik, seringkali membuat kita tanpa sadar menghabiskan terlalu banyak jam di mall. Anak juga perlu waktu istirahat. Apalagi jika terlalu banyak hal yang dilihat. Bagi anak dalam usia belajar, setiap hal yang dilihatnya setiap hari dapat menguras energinya. Karena itu, sebagai Mama, kita harus bisa melihat kondisi anak. Jangan sampai terlalu lelah.

8. Toko mainan adalah ‘surga’ hiburan bagi anak. Ingin ini, ingin itu, sudah pasti. Saya membiasakan anak untuk menabung, jika ingin memiliki mainan tertentu. Dengan kebiasaan ini, saldo Papa dan Mama aman dari kejutan debit tak terduga. Apalagi anak saya sangat suka Lego atau mainan truk dengan banderol 6 sampai 7 digit! Sebagai Mama, tentu selalu ingin membuat anak bahagia dan memenuhi segala keinginannya. Tapi, menurut saya sendiri, menuruti setiap keinginan anak tidap selalu baik. Bagaimana kalau suatu ketika kita sedang tidak bisa memenuhinya?

Anak saya biasa ‘mengincar’ dulu mainan yang diinginkannya, lalu menabung dulu sebelum bisa memilikinya. Ini juga menyemangati anak untuk rajin menabung.

Itulah beberapa trik saya soal jalan-jalan di pusat perbelanjaan bersama anak. Mudah-mudahan dapat menginspirasi.

Selamat nge-mall!

Ulasan Drama Korea: Signal 시그널

Satu lagi drama Korea yang baru selesai saya nikmati adalah 시그널 (Signal), yang tayang di TvN. Dibintangi oleh Lee Je Hoon (이제훈), Kim Hye Soo (김혜수), juga Cho Jin Woong (조진웅).

Kisahnya berlatar profesi kepolisian. Awalnya, drama ini tampak biasa saja, namun kemudian tampak seperti drama dengan kisah absurd yang mempermainkan pikiran. Agak-agak mistis, karena dalam kisahnya ada transmisi dengan petugas polisi di masa lalu, yang kemudian dapat mengubah masa lalu, sehingga masa sekarangnya juga berubah.

Penyampaian kisah kasus-kasus yang ditangani mirip CSI atau Criminal Minds. Jadi, kalau Anda penggemar kedua serial tersebut, kemungkinan akan cukup tertarik untuk menikmati drama Korea ini.

Di beberapa bagian memang terasa membosankan dan terlalu didramatisir. Tapi, secara keseluruhan, drama ini seru untuk ditonton.