Kue Kabocha

Hari Minggu, 14 Februari 2016, adalah hari yang istimewa. Selain dirayakan sebagai hari kasih sayang, ada banyak teman saya yang merayakan hari kelahirannya juga.

Untuk saya, kemarin adalah hari yang sibuk. Ada 2 undangan perayaan ulang tahun, di area yang lalu lintasnya terkenal melelahkan.

Saya menyiapkan kue kabocha ini, di pagi hari, sebelum berpetualang.

Kukus segenggam kabocha yang sudah dipotong dadu hingga empuk. Hancurkan dengan menggunakan garpu. Sisihkan, tunggu temperaturnya agak turun.

Hancurkan 6 keping digestive biscuit, saya pakai Roma Gandum. Campurkan biskuit yang sudah menjadi remah-remah dengan 1 sensok makan mentega lunak. Buat lapisan di dasar mangkok kaca tahan panas. Tekan-tekan campuran remah biskuit dengan mentega, menggunakan jari-jari tangan. Simpan di lemari es.

Kembali ke puree kabocha. Tambahkan 1 butir telur, 1 sendok makan tepung terigu, setengah sendok teh garam, setengah sendok teh kayu manis bubuk, dan 2 sendok makan madu. Aduk rata.

Tuangkan adonan di atas lapisan remah biskuit yang sudah padat. Tempatkan mangkok kaca tersebut di dalam rice cooker. Pasang moda memasak. Lalu, tinggalkan saja. Nantinya, secara otomatis, rice cooker akan berada dalam moda menghangatkan, selama ditinggal.

Sore harinya, ketika kembali ke rumah, kue kabocha hangat sudah siap dinikmati. Lengkapi dengan setengah cangkir krim yang diaduk hingga agak kaku.

Selamat menikmati!

Advertisements

Published by

veronicalucia

Enjoying life...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s