Ulasan Film: Grandma

Menurut saya, film ini pantas dinikmati. Lucu, menghanyutkan emosi, dan banyak pesan di dalamnya. Terutama untuk para perempuan. Bahkan, Lily Tomlin, Si Grandma, bilang, kalau ini film feminis.

Kisahnya sederhana, seorang gadis datang kepada neneknya yang lesbian, minta bantuan uang untuk aborsi. Karena si nenek tak punya uang, dan kartu kreditnya sudah dipotong kecil-kecil dijadikan gantungan hiasan rumah, si nenek punya ide untuk melakukan aborsi di klinik gratis.

Ternyata, klinik tersebut sudah tutup dan berganti jadi kedai kopi. Yang bikin seru dan mengaduk emosi adalah temperamen si nenek yang unik dalam menghadapi orang lain.

Lalu, petualangan kedua perempuan itu mencari uang dimulai. Menagih utang, minta uang pada papa si jabang bayi, sampai pinjam uang.

Akhirnya, justru mama si gadis ini yang membantu memberikan uang. Hubungan nenek, anak, cucu yang kurang baik pun jadi membaik gara-gara kejadian ini.

Saya paham, film ini bukan jenis film yang akan diputar di bioskop Indonesia tanpa kontroversi. Bahkan, beberapa negara lain pun akan bereaksi. Bukan aborsinya yang harus disoroti, namun bagaimana bersikap jadi nenek, mama dan anak perempuan yang menjaga hubungan baik, satu sama lain.

Published by

veronicalucia

Enjoying life...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s