What’s in My Fridge? (January 2016)

Selamat pagi!
Pintu kulkas adalah pintu kedua yang saya buka setiap pagi. Saya akan bangun tidur di pagi hari dengan suasana hati yang bagus, kalau saya tahu ada banyak persediaan makanan di kulkas kami.

Pagi ini, saya akan mengajak Anda mengintip isi kulkas kami. Ini dia!

Kita mulai dengan bagian pintu. Mulai dari atas kiri. Saya masih menyimpan ice gel, yang saya miliki waktu menjadi Mama bekerja yang menenteng cooler bag isi ASI perah kemana-mana, beberapa tahun lalu. Sekarang, ice gel tersebut masih berguna ketika harus membawa makanan yang perlu disimpan di tempat sejuk.

Di sebelahnya, adalah stok susu UHT kemasan kecil. Khusus untuk dibawa Bebi Vendra ketika kami berpetualang keluar rumah, termasuk ke sekolah.

Di rak di bawahnya, di sebelah kiri, ada mayones kemasan sachet. Kadang-kadang, kalau sedang tidak malas, saya membuat mayones sendiri. Tapi banyak malasnya. Hehehe. Karena kalau bikin sendiri, jadinya terlalu banyak, dan akhirnya sebagian terbuang karena sudah tidak bisa dimakan.

Di sebelah mayones sachet, ada stok bir saya. Kadang untuk dinikmati bersama suami tersayang, di ujung hari, sebelum tidur, sambil bertukar cerita. Namun seringnya untuk diolah menjadi sabun batangan.

Di sebelah bir ada sebotol Milo yang sudah diseduh, lalu didinginkan. Itu persediaan untuk Bebi Vendra. Jadi, ketika ia menginginkannya, ia tinggal membuka kulkas dan meneguk Milo dingin kesukaannya. Biasanya, saya menyiapkannya di malam hari, sebelum tidur. Dan akan habis, paling lambat, siang hari besoknya. Di hari lain, botol kaca tersebut akan berisi jeruk peras.

Di sebelah botol kaca berisi Milo seduh dingin, kami punya susu cair tawar pasteurisasi. Sejak berusia 1 tahun, Bebi Vendra suka minum susu cair tawar. Ia tak pernah kenal susu bubuk, dan memang tak pernah kami berikan susu bubuk. Lebih praktis juga, Bebi Vendra bisa menuangnya sendiri, sebanyak ia mau. Susu cair tawar tersebut juga bisa saya pakai untuk memasak, menyiapkan smoothie, atau membuat susu coklat atau kopi susu untuk suami tersayang.

Oya, di belakang bir dan botol Milo, ada daging kornet sachet. Saya biasa membeli daging kornet kemasan sachet, karena kami sebenarnya jarang makan daging kornet. Tapi, kadang-kadang, saya memakainya untuk tambahan campuran telur dadar, atau tambahan dalam nasi goreng, sarapan praktis dan cepat saji.

Di sebelah susu tawar pasteurisasi, ada kelapa muda. Kami sering menyimpan stok kelapa muda. Anugerah alam yang hebat untuk menjaga kondisi tubuh, terutama dari dehidrasi.

Di rak paling bawah, di sebelah kiri belakang, ada biskuit coklat dengan krim, yang baru dinikmati Bebi Vendra separuh. Ia terbiasa menyimpan sisa kudapannya di kulkas. Tak jarang, main jejalkan saja.

Di depan biskuit coklat dengan krim, ada teh kemasan UHT. Dapat hadiah, ketika belanja. Hampir tak tersentuh. Hanya nongkrong saja di pojok situ.

Di sebelah teh kemasan UHT, ada krim UHT. Yang ini sering saya pakai untuk sajian pencuci mulut, juga untuk masak.

Di sebelah krim, di bagian belakang, ada sebungkus keju chedar lembaran. Di depannya, ada buah persik kalengan. Saya dan suami suka menikmati bir dingin dengan potongan buah persik. Kadang, saya juga menyajikan buah persik tersebut dengan es krim vanila. Peach Melba. Yap!

Di sebelah buah persik kalengan, di bagian belakang, ada kecap manis. Terpaksa disimpan di kulkas, karena semut di sini sangat rakus!

Di depan kecap, ada satu toples kaca kecil berisi saus coklat bikinan saya sendiri. Bisa dipakai untuk siraman pencuci mulut, atau sekedar olesan roti.

Di sebelah saus coklat, ada sebotol sirup coco pandan, yang sebenarnya sudah lama tak tersentuh. Hihihi.

Di sebelah sirup, ada air minum yang sengaja didinginkan untuk persediaan. Kami tidak terbiasa minum air putih dingin, sebenarnya.

Sekarang, kita berlih ke bagia dalam kulkas. Dimulai dengan bagian freezer.

Di sebelah kiri dalam, ada stok es krim vanila. Biasa saya gunakan untuk sajian pencuci mulut, atau sogokan untuk Bebi Vendra.

Di depannya, ada biskuit manis, yang sudah dinikmati beberpa potong oleh Bebi Vendra, lalu diletakkan begitu saja, di mana ada tempat lowong di kulkas.

Di sebelah biskuit manis, ada roti mantau beku dan pau coklat beku. Penyelamat di saat kelaparan dan malas menyiapkan makanan yang agak rumit.

Di sebelah kanan belakang, ada tempat plastik berisi biji wijen sangrai. Kapanpun memerlukannya untuk ditaburkan di atas sajian, saya tinggal merogoh freezer.

Di depannya, ada kentang beku. Lagi-lagi, bahan makanan praktis, ketika malas menyiapkan makanan yang agak rumit prosesnya.

Di bawah kentang beku, adalah satu mangkuk plastik berisi es batu kotak-kotak. Jika sedang ingin menikmati minuman dingin, saya tinggal mengambil beberapa kubus es batu tersebut. Atau, jika sedang perlu es batu untuk mengompres, saya tinggal mengambilnya di freezer.

Di bagian dalam lemari pendingin, di rak paling atas, di paling kiri, ada sebungkus daging sapi asap. Biasa saya gunakan untuk roti lapis, atau untuk sajian pasta.

Di wadah plastik hijau, adalah daging ikan tuna kukus. Di atasnya, ada wadah berisi krim masam, yang sangat saya sukai untuk campuran cocolan kripik, juga campuran kue coklat. Di belakangnya, ngumpet sewadah yogurt tawar. Biasa saya gunakan untuk membuat lassi, atau untuk celupan daging ayam atau udang, sebelum digulingkan di tepung, lalu digoreng.

Di wadah Tupperware kuning, ada olesan roti lapis tuna. Yaitu telur rebus, daging ikan tuna kukus, dan mayones yang dicampur.

Di wadah plastik biru, ada beberapa buah tahu kuning. Di belakangnya, ada wadah plastik biru berisi stok jamur kancing, yang biasa saya tambahkan dalam sajian mi instan, atau sebagai teman daging asap di pasta.

Di sebelahnya, ada wadah plastik bening, tempat Bebi Vendra menyimpan kudapan yang tak habis.

Di rak di bawahnya, di sebelah kiri, ada stok telur. Di sebelahnya ada mentega tawar, lalu di sebelahnya lagi ada satu bungkus choco chips, dan di sebelahnya lagi ada stok coklat pekat.

Di rak di bawahnya, di sebelah kiri, di wadah plastik bening dengan tutup ungu, ada keju chedar parut. saya suka membeli keju chedar kemasan kecil, lalu memarut semuanya agar cepat dan praktis, ketika memerlukan keju parut.

Di bawahnya, ada wadah plastik dengan tutup biru muda berisi bihun yang sudah lunak. Tinggal pakai.

Di belakangnya, ada stok sawi hijau. Tinggal sobek segenggam daunnya untuk memasak, terutama ketika memasak mi instan. Ada juga stok cincau hitam tawar. Saya suka menikmatinya dengan es kopi susu.

Di toples kaca dengan tutup biru, ada selai rasberi. Saya suka rasa asam segar dan manis selai rasberi, yang cocok dipadankan dengan sajian coklat, bahkan sedap juga dinikmati bersama sajian daging ayam berbumbu.

Di dalam panci putih, saya menyimpan stok beras merah kami. Lagi-lagi, karena semut-semut di sini yang sangat rakus, jadi beras pun disimpan di dalam kulkas.

Di boks paling bawah, adalah tempat penyimpanan bahan-bahan produk perawatan kulit saya. Ada lemak kakao, lemak shea, lilin lebah, juga lemak mangga.

Demikianlah perjalanan kita mengintip isi kulkas kami. Sekarang, saya akan mengambil telur dan daging asap, lalu beranjak ke dapur untuk menyiapkan nasi goreng sapi asap sebagai menu sarapan kami pagi ini.

Published by

veronicalucia

Enjoying life...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s