Ketika #BebiVendra Sakit

Kamis sore, saya sebenarnya sibuk sendiri mempersiapkan diri untuk mengisi pertemuan orang tua murid bulanan di sekolah. Komite sekolah meminta saya untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai perawatan kulit dan rumah secara alami. Tapi saya tahu, Bebi Vendra agak aneh. Bocah 5 tahun 7 bulan itu agak diam dan lebih banyak menyandarkan tubuhnya dengan lemas dan lesu.

Malamnya, tubuh Bebi Vendra terasa panas. Saya pun langsung skin-to-skin dengannya. Hebat ya, panas tubuh Bebi Vendra langsung berpindah ke tubuh saya. Di tengah terpaan penyejuk ruangan, saya berkeringat!

Jumat paginya, temperatur tubuh Bebi Vendra tinggi lagi, 39 derajat celcius. Bebi Vendra memang tipe tubuh yang semakin panas, jika udara di sekitarnya panas. Hari itu memang sangat terik.

Saya lari ke tukang sayur di depan gang, untuk membeli setengah ekor ayam. Lalu membuat sup ayam, dengan potongan wortel, kentang dan tahu.

Kebetulan, di tukang sayur ada jeruk peras juga. Bebi Vendra suka minum air jeruk hangat. Saya membelinya sekantong, lalu memerasnya, dan menempatkannya di botol kaca dan menyimpannya di lemari es. Kapanpun ingin minum jeruk, tinggal tambahkan air sedikit, juga madu.

Daging ayamnya saya sajikan untuk makan siang. Sekedar digoreng dengan tepung dan sedikit madu dan bumbu. Nasinya disiram sup ayam.

Sorenya, Bebi Vendra sudah ceria dan bawel lagi. Tanpa perlu melibatkan obat kimia. Sehat dan bahagia selalu ya Beb!

Published by

veronicalucia

Enjoying life...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s