Brownies Saya Bundar

Mohon maaf, kalau judulnya tidak lucu. Saya memang tidak berniat untuk melucu. Tadinya, tulisan ini akan diberi judul “Brownies Selebor”. Lebih tidak lucu lagi. Atau “Brownies Cemplung Aduk Panggang”. Ah, semakin nggak karuan.

Saya suka makan dan tidak suka masak. Ya, saya sudah berkali-kali menyatakannya. Tapi, sesungguhnya, saya merasa lebih nikmat mengunyah, jika saya tahu betul, apa saja yang saya kunyah. Persis dengan filosofi Kippabuw, saya tenang merawat kulit dan membersihkan rumah, jika saya tahu bahan-bahan yang menjadikan produk perawatan kulit juga produk pembersih tersebut. Ribet, memang.

Kemarin, saya iseng. Sedang membakar kalori, dengan berjalan-jalan menjelajah mall di Jakarta Barat, bersama Bebi Vendra, tentunya, lalu nyasar di bagian supermarket, tepatnya rak bahan kue. Masuklah, berbagai versi coklat pekat, ke dalam troli belanja saya. Ketika sampai di rumah, rasa berdosa sudah memborong segitu banyak coklat, mendorong saya untuk sedikit berkarya.

Yang terpikir, brownies. Tampak lebih mudah untuk dibuat, dan saya juga sudah membayangkan berbagai kreasi dari potongan-potongan brownies. Saya tidak punya oven, jadi saya punya cara sendiri untuk membuat brownies. Dan ini akan menjelaskan soal judul-judul yang saya sebutkan tadi.

Tidak punya oven, bukan halangan bagi saya untuk membuat kue atau roti. Manfaatkan saja rice cooker. Kenapa tidak? Bahkan, ketika gas tabung hijau sedang tidak ada stok di pasaran, saya memasak air dan mengukus, juga menggoreng, menggunakan rice cooker. Palingan, tagihan listrik yang agak sedikit bertambah.

Saya langsung mengerjakan adonan di panci rice cooker. Mencuci peralatan bekas memasak adalah musuh besar saya!

Panaskan rice cooker. Masukkan sekitar 125 gram mentega. Saya tidak suka margarin, terutama karena ide tentang lemak trans. Biarkan meleleh. Tambahkan sekitar 150 gram coklat pekat yang sudah disisir. Biarkan meleleh juga, dan bercampur dengan mentega cair. Angkat panci rice cooker.

Masukkan 3 butir telur. Aduk cepat, agar segera bercampur menjadi adonan, dan bukan jadi telur orak-arik dengan saus coklat. Hehehe…

Tambahkan setengah sendok teh garam pink Himalaya, sedikit bubuk hitam yang didapat dari batang vanili kering, dan 4 sendok makan Milo (saya pakai Milo biasa, bukan yang 3 in 1). Kenapa Milo? Karena saya tidak punya gula pasir di rumah. Dan Milo yang sudah manis ini menjadi pengganti gula, sekaligus penambah rasa coklat. Aduk rata. Saya tidak begitu ambil pusing, jika masih ada Milo yang menggumpal. Justru ini akan menjadi sensasi ketika dikunyah.

Tambahkan 2 sendok makan tepung terigu. Aduk rata lagi. Tambahkan sekitar 100 gram coklat chips pekat. Aduk rata lagi. Kembalikan panci ke rice cooker, lalu masak hingga matang. Jika dalam waktu singkat indikatornya berubah ke penghangat, biarkan saja dulu. Setelah beberapa menit, jika brownies belum matang, kita bisa menekan tombol memasak lagi.

Saya pakai rice cooker dengan panci anti gores, bukan anti lengket. Lagi-lagi, paranoia dengan isu racun dalam lapisan Teflon. Jadi, brownies saya tidak bisa dikeluarkan utuh dari panci rice cooker. Saya menyendokinya dan menambahkan topping-topping sesuka hati.

Pilihan penyajian pertama, saya menyendoki brownies ke mangkok, tambahkan potongan pisang, sendokan es krim vanila dengan saus coklat, lalu taburi dengan coklat chips pekat.

Pilihan penyajian kedua, saya mengocok krim di gelas hingga kaku, lalu ditambahkan sendokan brownies dan taburan coklat chips pekat. Coklat chips bisa diganti rajangan kacang tanah, atau rajangan kacang mede, atau rajangan kacang almond. Sesukanya!

Pilihan penyajian ketiga, praktis untuk sarapan. Sendoki brownies ke dalam cangkir besar atau mug. Tuangkan susu segar tawar dingin, atau susu segar rasa coklat juga tidak masalah. Bisa jadi pilihan breakfast on the go, alias menu sarapan sambil berangkat berkegiatan.

Selamat mencoba!

Published by

veronicalucia

Enjoying life...

3 thoughts on “Brownies Saya Bundar”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s