Ulasan Drama: Love Cuisine

Ceritanya, saya menemukan serial drama Love Cuisine. Tanpa membaca sinopsisnya terlebih dahulu, saya langsung berkomitmen untuk menonton episode 1 sampai dengan 22. Dan saya baru tersadar di menit ke 10, episode pertama, tidak ada satu kata pun dalam dialognya yang bisa saya tangkap. Ternyata, ini bukan drama Korea, melainkan Taiwan. Tapi tak masalah, karena temanya menarik. Saya suka menikmati serial drama dengan latar belakang suatu profesi. Misalnya, jaksa, jurnalis, dokter, musisi, atau chef, seperti dalam drama Love Cuisine ini. Karena, bisa dipastikan, kisahnya tidak hanya cinta membabibuta, tapi juga akan ada keseruan profesi.

Kisahnya tentang seorang chef Michelin Bintang Tiga yang sukses di Eropa, ia kembali ke Taiwan untuk menebus kesalahan yang terjadi ketika ia masih sekolah. Ia pun mengajar di sekolah menengah untuk menyiapkan anak-anak didiknya menjadi juara di kompetisi nasional. Lengkap dengan romansa cinta monyet, kenakalan remaja, dan pastinya berbagai sajian makanan menarik yang mereka masak.

Dari serial ini, saya baru tahu kalau drama Taiwan tak kalah dengan drama Korea. Dengan gambar yang bagus, lokasi yang cantik, dan musik latar yang disiapkan dengan baik. Serial ini membuatku tak menyesal, sudah berkomitmen menonton 22 episode.

Advertisements

Ulasan Produk: Samaradakara Menstrual Pads

Waktu di media sosial heboh soal pembalut wanita yang mengandung bahan kimia berbahaya, saya senyum-senyum saja. Ditawari pedagang pembalut wanita sekali pakai, dengan embel-embel herbal atau aman pun tak tertarik. Malah ingin pamer jadinya. Karena, sudah hampir 6 tahun saya pakai pembalut kain.

Yang ini adalah pembalut kain bikinan seorang kawan. Beliau bikin sabun dan produk perawatan kulit juga, namun bisnis pembalut kain ini justru sudah dirintis jauh sebelumnya.

Bahannya agak lebih tebal dibanding merek pembalut kain lain, yang pernah saya pakai. Ketika cuaca sedang sangat panas, memang terasa lebih lembab. Tapi favorit saya adalah pantylinernya.

Jika tertarik untuk mencoba pembalut kain ini, juga produk perawatan kulit buatan tangannya, silakan kunjungi Instagram @samaradakara

Oreo Cheesecake – No Bake

Beberapa hari lalu, saya sempat bikin Oreo Cheesecake. Ini dia cara saya membuatnya.

Untuk bagian bawahnya, saya menggunakan 6 keping Oreo tanpa krim, yang dihancurkan dengan cara membungkusnya dalam serbet bersih lalu ditumbuk menggunakan ulekan hingga menjadi seperti bubuk. Campurkan dengan setengah sendok makan mentega. Ratakan di bagian bawah mangkok kaca. Simpan di lemari es agar padat.

Untuk adonan cheesecakenya, campurkan 2 sendok makan cream cheese, 4 sendok makan krim, sedikit bubuk hitam dari bagian dalam batang vanila, sejumput garam dan 2 sendok makan madu. Kami tidak punya gula di rumah, jadi pemanisnya menggunakan madu. Silakan pakai pemanis favorit Anda sendiri.

Tuangkan campuran cheesecake di atas Oreo yang sudah padat. Bekukan selama 1 jam. Oreo Cheesecake pun siap dinikmati. Mudah kan?

Ulasan Film: Burnt

Ya, kisah soal makanan memang selalu menarik perhatian saya. Film yang dibintangi Bradley Cooper dan Sienna Miller ini menceritakan tentang seorang chef yang pernah mengacaukan hidupnya sendiri, juga pekerjaan dan orang-orang di sekitarnya, yang ingin menebus kesalahannya dengan mendapatkan bintang Michelin ketiganya.

Alur kisahnya cukup menghanyutkan emosi penonton. Namun kisahnya berakhir bahagia, dengan cara yang tidak tampak dipaksakan. Dalam film ini juga ditampilkan ketegangan dan keriuhan di dapur restoran. Tak lupa, disuguhi sajian-sajian fine dining yang tampak mewah.

Saya sendiri menikmati film ini, dan tidak merasa bosan untuk menontonnya kedua kali dan ketiga kali. Yang terlintas di pikiran saya, setelah menonton film ini, kalau chef yang ‘hanya’ memasak boleh marah-marah seenaknya sendiri, kenapa Mama, yang tak hanya bertugas menjadi chef di rumah, tapi juga direktur keuangan, cleaning service, juga supir, tak boleh sekedar mengomel?

What’s in My Fridge? (January 2016)

Selamat pagi!
Pintu kulkas adalah pintu kedua yang saya buka setiap pagi. Saya akan bangun tidur di pagi hari dengan suasana hati yang bagus, kalau saya tahu ada banyak persediaan makanan di kulkas kami.

Pagi ini, saya akan mengajak Anda mengintip isi kulkas kami. Ini dia!

Kita mulai dengan bagian pintu. Mulai dari atas kiri. Saya masih menyimpan ice gel, yang saya miliki waktu menjadi Mama bekerja yang menenteng cooler bag isi ASI perah kemana-mana, beberapa tahun lalu. Sekarang, ice gel tersebut masih berguna ketika harus membawa makanan yang perlu disimpan di tempat sejuk.

Di sebelahnya, adalah stok susu UHT kemasan kecil. Khusus untuk dibawa Bebi Vendra ketika kami berpetualang keluar rumah, termasuk ke sekolah.

Di rak di bawahnya, di sebelah kiri, ada mayones kemasan sachet. Kadang-kadang, kalau sedang tidak malas, saya membuat mayones sendiri. Tapi banyak malasnya. Hehehe. Karena kalau bikin sendiri, jadinya terlalu banyak, dan akhirnya sebagian terbuang karena sudah tidak bisa dimakan.

Di sebelah mayones sachet, ada stok bir saya. Kadang untuk dinikmati bersama suami tersayang, di ujung hari, sebelum tidur, sambil bertukar cerita. Namun seringnya untuk diolah menjadi sabun batangan.

Di sebelah bir ada sebotol Milo yang sudah diseduh, lalu didinginkan. Itu persediaan untuk Bebi Vendra. Jadi, ketika ia menginginkannya, ia tinggal membuka kulkas dan meneguk Milo dingin kesukaannya. Biasanya, saya menyiapkannya di malam hari, sebelum tidur. Dan akan habis, paling lambat, siang hari besoknya. Di hari lain, botol kaca tersebut akan berisi jeruk peras.

Di sebelah botol kaca berisi Milo seduh dingin, kami punya susu cair tawar pasteurisasi. Sejak berusia 1 tahun, Bebi Vendra suka minum susu cair tawar. Ia tak pernah kenal susu bubuk, dan memang tak pernah kami berikan susu bubuk. Lebih praktis juga, Bebi Vendra bisa menuangnya sendiri, sebanyak ia mau. Susu cair tawar tersebut juga bisa saya pakai untuk memasak, menyiapkan smoothie, atau membuat susu coklat atau kopi susu untuk suami tersayang.

Oya, di belakang bir dan botol Milo, ada daging kornet sachet. Saya biasa membeli daging kornet kemasan sachet, karena kami sebenarnya jarang makan daging kornet. Tapi, kadang-kadang, saya memakainya untuk tambahan campuran telur dadar, atau tambahan dalam nasi goreng, sarapan praktis dan cepat saji.

Di sebelah susu tawar pasteurisasi, ada kelapa muda. Kami sering menyimpan stok kelapa muda. Anugerah alam yang hebat untuk menjaga kondisi tubuh, terutama dari dehidrasi.

Di rak paling bawah, di sebelah kiri belakang, ada biskuit coklat dengan krim, yang baru dinikmati Bebi Vendra separuh. Ia terbiasa menyimpan sisa kudapannya di kulkas. Tak jarang, main jejalkan saja.

Di depan biskuit coklat dengan krim, ada teh kemasan UHT. Dapat hadiah, ketika belanja. Hampir tak tersentuh. Hanya nongkrong saja di pojok situ.

Di sebelah teh kemasan UHT, ada krim UHT. Yang ini sering saya pakai untuk sajian pencuci mulut, juga untuk masak.

Di sebelah krim, di bagian belakang, ada sebungkus keju chedar lembaran. Di depannya, ada buah persik kalengan. Saya dan suami suka menikmati bir dingin dengan potongan buah persik. Kadang, saya juga menyajikan buah persik tersebut dengan es krim vanila. Peach Melba. Yap!

Di sebelah buah persik kalengan, di bagian belakang, ada kecap manis. Terpaksa disimpan di kulkas, karena semut di sini sangat rakus!

Di depan kecap, ada satu toples kaca kecil berisi saus coklat bikinan saya sendiri. Bisa dipakai untuk siraman pencuci mulut, atau sekedar olesan roti.

Di sebelah saus coklat, ada sebotol sirup coco pandan, yang sebenarnya sudah lama tak tersentuh. Hihihi.

Di sebelah sirup, ada air minum yang sengaja didinginkan untuk persediaan. Kami tidak terbiasa minum air putih dingin, sebenarnya.

Sekarang, kita berlih ke bagia dalam kulkas. Dimulai dengan bagian freezer.

Di sebelah kiri dalam, ada stok es krim vanila. Biasa saya gunakan untuk sajian pencuci mulut, atau sogokan untuk Bebi Vendra.

Di depannya, ada biskuit manis, yang sudah dinikmati beberpa potong oleh Bebi Vendra, lalu diletakkan begitu saja, di mana ada tempat lowong di kulkas.

Di sebelah biskuit manis, ada roti mantau beku dan pau coklat beku. Penyelamat di saat kelaparan dan malas menyiapkan makanan yang agak rumit.

Di sebelah kanan belakang, ada tempat plastik berisi biji wijen sangrai. Kapanpun memerlukannya untuk ditaburkan di atas sajian, saya tinggal merogoh freezer.

Di depannya, ada kentang beku. Lagi-lagi, bahan makanan praktis, ketika malas menyiapkan makanan yang agak rumit prosesnya.

Di bawah kentang beku, adalah satu mangkuk plastik berisi es batu kotak-kotak. Jika sedang ingin menikmati minuman dingin, saya tinggal mengambil beberapa kubus es batu tersebut. Atau, jika sedang perlu es batu untuk mengompres, saya tinggal mengambilnya di freezer.

Di bagian dalam lemari pendingin, di rak paling atas, di paling kiri, ada sebungkus daging sapi asap. Biasa saya gunakan untuk roti lapis, atau untuk sajian pasta.

Di wadah plastik hijau, adalah daging ikan tuna kukus. Di atasnya, ada wadah berisi krim masam, yang sangat saya sukai untuk campuran cocolan kripik, juga campuran kue coklat. Di belakangnya, ngumpet sewadah yogurt tawar. Biasa saya gunakan untuk membuat lassi, atau untuk celupan daging ayam atau udang, sebelum digulingkan di tepung, lalu digoreng.

Di wadah Tupperware kuning, ada olesan roti lapis tuna. Yaitu telur rebus, daging ikan tuna kukus, dan mayones yang dicampur.

Di wadah plastik biru, ada beberapa buah tahu kuning. Di belakangnya, ada wadah plastik biru berisi stok jamur kancing, yang biasa saya tambahkan dalam sajian mi instan, atau sebagai teman daging asap di pasta.

Di sebelahnya, ada wadah plastik bening, tempat Bebi Vendra menyimpan kudapan yang tak habis.

Di rak di bawahnya, di sebelah kiri, ada stok telur. Di sebelahnya ada mentega tawar, lalu di sebelahnya lagi ada satu bungkus choco chips, dan di sebelahnya lagi ada stok coklat pekat.

Di rak di bawahnya, di sebelah kiri, di wadah plastik bening dengan tutup ungu, ada keju chedar parut. saya suka membeli keju chedar kemasan kecil, lalu memarut semuanya agar cepat dan praktis, ketika memerlukan keju parut.

Di bawahnya, ada wadah plastik dengan tutup biru muda berisi bihun yang sudah lunak. Tinggal pakai.

Di belakangnya, ada stok sawi hijau. Tinggal sobek segenggam daunnya untuk memasak, terutama ketika memasak mi instan. Ada juga stok cincau hitam tawar. Saya suka menikmatinya dengan es kopi susu.

Di toples kaca dengan tutup biru, ada selai rasberi. Saya suka rasa asam segar dan manis selai rasberi, yang cocok dipadankan dengan sajian coklat, bahkan sedap juga dinikmati bersama sajian daging ayam berbumbu.

Di dalam panci putih, saya menyimpan stok beras merah kami. Lagi-lagi, karena semut-semut di sini yang sangat rakus, jadi beras pun disimpan di dalam kulkas.

Di boks paling bawah, adalah tempat penyimpanan bahan-bahan produk perawatan kulit saya. Ada lemak kakao, lemak shea, lilin lebah, juga lemak mangga.

Demikianlah perjalanan kita mengintip isi kulkas kami. Sekarang, saya akan mengambil telur dan daging asap, lalu beranjak ke dapur untuk menyiapkan nasi goreng sapi asap sebagai menu sarapan kami pagi ini.

Roti Lapis Tuna Pedas

Roti lapis tuna adalah salah satu menu favorit saya. Alasannya, karena terasa ringan di mulut, juga praktis dinikmati, sambil mengemudikan mobil, atau sembari menatap layar televisi. Namun dapat membuat perut bahagia, karena cukup terisi.

Untuk membuat roti lapis tuna, siapkan isiannya lebih dulu. Yang ini tampak agak rumit, namun bisa disimpan selama beberapa hari di lemari es. Kapan saja ingin roti lapis tuna, tinggal oleskan saja di roti tawar.

Rebus telur ayam selama 10 menit. Jadi telur sudah cukup padat, namun tidak terlalu keras. Kupas kulit telur, lalu hancurkan menggunakan garpu. Kukus daging ikan tuna. Untuk satu butir telur ayam ukuran besar, hanya memerlukan sekitar 100-150 gram daging ikan tuna. Setelah matang, hancurkan juga daging ikan tuna.

Campurkan telur rebus dan daging ikan tuna. Aduk rata. Tambahkan 2 sendok makan mayones, sejumput lada putih bubuk, dan tambahkan garam, jika perlu (saya tidak menambahkan garam). Aduk rata lagi. Isian tuna ini cukup untuk membuat 2-3 porsi roti lapis tuna.

Panggang roti tawar hingga agak bersemu kecoklatan. Lalu olesi permukaan dalamnya dengan mayones. Belakangan ini, saya sedang suka menikmati makanan dengan sensasi pedas cabe. Dengan cara yang praktis, yaitu dengan menaburkan serpihan cabe kering di makanan yang akan saya nikmati. Karena itu, saya menaburkan serpihan cabe kering di atas mayones.

Tambahkan isian tuna, tumpuk dengan keju chedar lembaran. Lalu tumpuk dengan roti tawar lagi, yang permukaan dalamnya sudah diolesi mayones juga. Serpihan cabe hanya ditaburkan di salah satu permukaan roti saja. Potong roti lapis menjadi dua bagian. Sajikan dengan kentang goreng.

Sekarang, saya akan menikmati makan siang porsi besar (untuk saya, ini porsi besar) ini sambil menemani Bebi Vendra nonton Thomas & Friends.

Ulasan Film: Alvin & The Chipmunks: The Road Chip

Minggu lalu, saya dan Bebi Vendra nonton Alvin & The Chipmunks: The Road Chip, di XXI, Puri Indah Mall, Jakarta Barat. Karena sebelumnya kami makan siang dulu di Marutama Ramen, jadi kami kebagian di studio biasa, bukan yang Dolby atmos. Tapi, menurut saya sih tidak terlalu berpengaruh.

Yang menarik dari film Alvin & The Chipmunks, adalah selalu lagu-lagunya. Kami bahkan ikut bergoyang di bangku empuk penonton. Kisahnya juga seru dan cukup menghanyutkan emosi. Petualangan bioskop kami di awal tahun 2016 ini dimulai dengan film yang seru untuk dinikmati.

French Toast dengan… Banyak Topping!

Kemarin, saya menikmati sarapan pagi yang mewah!

Hanya french toast, sebenarnya. Tapi dengan banyak topping, dan dinikmati dengan penuh rasa syukur. Jadi terasa sangaaaaat sedap.

Cara membuatnya mudah kok. Kocok 1 butir telur (saya memakai telur ayam kampung, karena itu yang sedang tersedia di rumah) dengan 2 sendok makan susu tawar pasteurisasi dan sedikit bubuk hitam dari batang vanili. Masukkan selembar roti tawar. Biarkan kocokan telur diserap oleh roti tawar.

Siapkan saus coklatnya, dengan mengetim coklat pekat, mentega dan krim. Jangan lupa diaduk hingga tercampur rata.

Panaskan sedikit mentega di wajan. Masak roti yang sudah dicelup ke kocokan telur hingga kecoklatan. Hmm… Aromanya sudah menggoda!

Angkat roti, olesi selai rasberi. Silakan gunakan selai buah lainnya, yang tersedia. Yang penting, ada rasa asam segarnya. Taburi dengan keju chedar parut. Siram dengan saus coklat. Taburi dengan kacang mete panggang cincang.

Dengan segitu banyak topping, sarapan terasa nikmat, dengan perpaduan rasa lembut roti panggang yang harum, rasa asam segar manis dari selai buah, rasa manis getir krimi dari saus coklat, rasa gurih dari keju parut, dilengkapi dengan rasa gurih renyah dari kacang cincang.

Selamat sarapan!

Ketika #BebiVendra Sakit

Kamis sore, saya sebenarnya sibuk sendiri mempersiapkan diri untuk mengisi pertemuan orang tua murid bulanan di sekolah. Komite sekolah meminta saya untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai perawatan kulit dan rumah secara alami. Tapi saya tahu, Bebi Vendra agak aneh. Bocah 5 tahun 7 bulan itu agak diam dan lebih banyak menyandarkan tubuhnya dengan lemas dan lesu.

Malamnya, tubuh Bebi Vendra terasa panas. Saya pun langsung skin-to-skin dengannya. Hebat ya, panas tubuh Bebi Vendra langsung berpindah ke tubuh saya. Di tengah terpaan penyejuk ruangan, saya berkeringat!

Jumat paginya, temperatur tubuh Bebi Vendra tinggi lagi, 39 derajat celcius. Bebi Vendra memang tipe tubuh yang semakin panas, jika udara di sekitarnya panas. Hari itu memang sangat terik.

Saya lari ke tukang sayur di depan gang, untuk membeli setengah ekor ayam. Lalu membuat sup ayam, dengan potongan wortel, kentang dan tahu.

Kebetulan, di tukang sayur ada jeruk peras juga. Bebi Vendra suka minum air jeruk hangat. Saya membelinya sekantong, lalu memerasnya, dan menempatkannya di botol kaca dan menyimpannya di lemari es. Kapanpun ingin minum jeruk, tinggal tambahkan air sedikit, juga madu.

Daging ayamnya saya sajikan untuk makan siang. Sekedar digoreng dengan tepung dan sedikit madu dan bumbu. Nasinya disiram sup ayam.

Sorenya, Bebi Vendra sudah ceria dan bawel lagi. Tanpa perlu melibatkan obat kimia. Sehat dan bahagia selalu ya Beb!