Mengalihkan Anak dari Gawai

Jaman sekarang, anak akrab dengan gawai adalah hal yang dianggap lumrah. Padahal, idealnya, anak tidak pegang gawai (bahkan tidak menonton televisi) sampai usia 13 tahun.

Bebi Vendra juga termasuk anak yang hebat soal gawai. Ponsel, phablet atau komputer tablet siapapun yang dipegangnya, ia paham betul mengoperasikannya. Komputer tablet pertama Bebi Vendra, raib digondol maling, di sebuah kedai, sekitar dua tahun lalu. Kisahnya ada di sini. Lalu, kedua komputer tablet selanjutnya, rusak di bagian konektor, akibat ditarik paksa ketika mengisi daya.

Jadi, saat ini, Bebi Vendra tidak ‘punya’ gawai.

Yes! Mama senang. Hehehe…

Tapi, tugas Mama tidak selesai sampai situ saja. Slot kosong tersebut, harus diisi. Salah satunya, dengan Lego. Saya memilih Lego Classic, karena isinya cukup untuk menyibukkan Bebi Vendra.

Ini beberapa hasil karya beliau.

Mewarnai gambar juga seru. Apalagi, saat ini sedang ngetren mewarnai untuk dewasa juga. Jadi, Mama dan anak bisa melakukan kegiatan ini bersama-sama. Saya mengambil gambar yang tersedia online, lalu mencetaknya.

Atau, membaca buku cerita bersama. Kadang-kadang, bergantian bercerita juga. Jadi, tidak selalu Mama yang bercerita. Anak bisa mengambil alih peran sebagai yang bercerita. Ini buku yang sedang saya nikmati bersama Bebi Vendra.

Yah, itu tadi baru beberapa kegiatan pengalih perhatian Bebi Vendra dari gawai. Kami bisa menikmati kegiatan bersama. Dan saya merasa cukup tenang.

Advertisements

Published by

veronicalucia

Enjoying life...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s