Sehari bersama Vero

Hello!

Saya akan berbagi cerita tentang kegiatan saya, sejak bangun tidur di pagi hari, hingga saatnya tidur kembali, di malam hari. Ambil contoh, suatu hari Rabu.

Well, saya menyetel alarm bangun pagi sebanyak 4 kali; jam 05.11, jam 05.17, jam 05.23, dan jam 06.13. Pilihan angka menitnya random, sekedar untuk berjaga-jaga supaya tidak tergoda untuk merem lagi. Namun, sebelum alarm pertama berbunyi, biasanya, saya sudah melek karena dorongan untuk ke kamar mandi. Sebagai tambahan informasi, nada yang saya pilih untuk alarm tersebut adalah Heroes (We Could Be) – Screamo Cover, Break Free – Screamo Cover, Animals – Screamo Cover, dan Bang Bang Bang-nya Big Bang. Paling tidak, kalau saya terlena, orang lain di rumah akan merasa agak terganggu tidurnya akibat lantunan musik dengan gitar distorsi dan vokal teriak, juga musik dance yang rancak berbahasa Korea.

Dari kamar mandi, saya menuju ke dapur. Kopi hitam adalah minuman wajib untuk memulai hari. Saya suka menikmati biji kopi arabica giling, yang diseduh dengan cara dripping menggunakan saringan kertas atau kain. Favorit saya, Excelso Classic. Atau, saya akan menyeduh biji kopi giling yang sudah dikemas per sachet, sudah lengkap dengan dripping filter berbahan kertas sekali pakai. Yang ini, merk favorit saya adalah Opal Coffee.

Sambil menunggu kopi dripping, saya sedikit merapikan rumah. Tak jarang, mainan Bebi Vendra atau barang-barang milik suami tersayang berserakan sembarangan. Lalu mengepel lantai dengan cara saya sendiri: 1 sendok makan cuka bakso dan beberapa tetes essential oil untuk 2 liter air. Kali ini, saya pakai tea tree.

Kemudian, saya mandi, atau sekedar cuci muka, hehehe. Berganti pakaian, memakai lensa kontak. Mata saya -1,50, dan sepertinya bertambah. Karena itu, lensa kontak sangat penting untuk kenyamanan beraktivitas sehari-hari, apalagi saya tidak betah pakai kacamata. Lalu mengaplikasikan pelembab wajah dan tubuh, Face Balm dan Skin Butter Kippabuw, bikinan saya sendiri.

Kopi saya pasti sudah dripping sempurna, dan temperaturnya sudah agak turun. Madu akan rusak jika dilarutkan di air panas. Lalu saya akan menenteng cangkir kopi ke teras rumah kontrakan kami di sub urban Tangerang ini, dan mulai menikmati suasana pagi yang tenang, sembari mainan ponsel. Mengecek dan membalas email, pesan whatsapp atau BBM, juga komentar-komentar di Instagram atau Facebook. Jika waktu masih sangat pagi, saya bahkan sempat menulis blog, memperbarui website Kippabuw atau Tealovero, juga menulis novel, di laptop. Tentunya, dengan playlist musik mengalir melalui headset Philips kesayangan.

Ritual pagi hari itu akan diinterupsi oleh Bebi Vendra, yang muncul dengan rambut berantakan dan mata belekan. Sembari Bebi Vendra mandi, saya menyiapkan pakaian yang akan dipakai bocah 5,5 tahun itu ke sekolah hari ini. Lalu, sambil Bebi Vendra berpakaian, saya menyiapkan sarapan untuknya. Kami tidak terbiasa makan berat di pagi hari. Jadi, Bebi Vendra biasanya minta semangkuk sereal sarapan Milo dengan susu segar. Kadang, selembar roti gandum dengan olesan selai kacang. Atau, ia hanya minta secangkir Milo hangat.

Sebulan sekali, ada kegiatan berenang, di sekolah Bebi Vendra. Kolamnya ada di sekolah, jadi kegiatan tersebut terintegrasi dengan kegiatan sekolah harian. Celana renang, handuk, sabun cair Kippabuw, Eucalyptus essential oil, tabir surya buatan sendiri, juga kantong plastik untuk pakaian basah, sudah saya siapkan sejak semalam, di dalam tas sekolah Bebi Vendra.

Sekitar jam 7, kami sudah meluncur menuju ke sekolah Bebi Vendra, yang berjarak 15-20 menit berkendara santai dari rumah. Saya mengantarnya sampai lobi, dan menyerahkannya kepada guru piket yang menyambut kedatangan murid-murid. Tak lupa, saya mengisi daftar absen pengantar.

Di hari-hari biasa, setelah mengantar Bebi Vendra, saya kembali pulang untuk beberes rumah atau bikin sabun, lalu menjemputnya lagi. Karena hari ini ada kegiatan berenang, kebanyakan orang tua tinggal di sekolah, untuk memandikan dan menggantikan baju anaknya masing-masing.

Saya bukan ibu yang doyan ngerumpi dengan sesama ibu. Tapi, saya orang yang cukup ramah (ditambah, nyeleneh, dengan rambut pirang dan sering berganti warna, juga tak jarang berpenampilan tomboy). Jadi, banyak orang tua murid di sekolah, yang tahu kalau saya adalah ‘Mama Bebi’. Plus, kebetulan, saya terpilih sebagai anggota komite sekolah juga. Posisi yang tidak terlalu penting, yaitu koodinator kelas, tapi cukup membuat saya harus cukup banyak berinteraksi dengan orang tua murid lainnya.

Pulang sekolah, kadang-kadang Bebi Vendra minta ke mall, seringnya minta langsung pulang untuk menghabiskan waktunya bersama mainan-mainannya. Kalau ke mall, Bebi Vendra mengganti pakaian seragam sekolahnya di dalam mobil. Jadi, ia tidak berkeliaran memakai seragam sekolah. Dan saya memang selalu sedia pakaian ganti Bebi Vendra di mobil.

Di mall, kami makan, atau nongkrong di coffee shop atau menikmati sajian pencuci mulut di food court, sambil berbagi cerita atau sibuk selfie berdua. Kalau sedang ada film yang menarik, kami nonton di bioskop.

Sekitar jam 3 atau 4 sore, kami sudah sampai di rumah. Bergantian mandi sore, lalu Bebi Vendra nonton beberapa film anak di televisi sampai magrib. Sedangkan saya sendiri menghadap laptop, untuk merekap pesanan-pesanan Kippabuw dan Tealovero yang masuk. Senin dan Kamis adalah jadwal pengiriman. Saya juga mulai menyiapkan beberapa produk yang harus dibuat fresh ketika ada pesanan, seperti Skin Butter, Body Oil, Cleansing Oil, Hair Oil, Body Mist, atau Toilet Seat Spray.

Saya hampir tidak pernah masak. Kami hanya tinggal bertiga di rumah ini. Tiga orang dengan pola makan sedikit-sedikit namun sering. Masak sendiri, seringnya berakhir dengan membuang makanan yang tersisa. Jadi, kami lebih sering beli makanan jadi, dalam porsi sekali makan habis. Lagipula, ada layanan Go-Jek, yang bisa diandalkan untuk mengantarkan makanan yang kami inginkan. Sambil menunggu pesanan makanan datang, saya bisa mengerjakan hal lain di rumah, sebagai ganti waktu yang terbuang percuma untuk adegan bermacet-macetan, bahkan untuk ke tempat makan yang hanya berjarak 2 kilometer dari rumah. Tapi, saya membuka aplikasi Go-Jek hanya jika ketika kami ingin makan yang fancy. Di dekat rumah ada banyak penjual makanan. Mulai dari nasi goreng, mi goreng, sate Madura, sate Padang, soto, pecel lele, sampai martabak.

Saya juga menyediakan simpanan mi instan Korea, telur ayam, kentang beku, tahu Bandung, jamur kancing dan daging asap, di rumah. Saat sedang bosan dengan makanan di luaran, saya akan berimprovisasi, dengan apa yang tersedia di rumah.

Bebi Vendra belum begitu paham urutan hari dalam seminggu, belum paham tanggal, namun sudah paham siklus kegiatan seminggu. Kalau besok masih harus sekolah, jam 9 malam, ia sudah membereskan mainannya, cuci kaki, cuci tangan, cuci muka, gosok gigi, dan naik ke tempat tidur. Saya menemaninya sampai ia tertidur. Kadang, karena asyik mengobrol, kami malah tidak jadi langsung tidur.

Setelah Bebi Vendra tidur, saya akan kembali menghadap laptop (menjawab email, menulis blog, menulis novel, browsing, streaming Youtube, atau nonton film), atau bikin sabun atau bereksperimen dengan produk perawatan tubuh, atau mencuci pakaian, atau mencuci perlengkapan makan minum yang kotor (jika ada), atau nyicil membungkus pesanan yang akan dikirim, atau menyetrika pakaian. Kadang-kadang, saya ikutan terlelap bersama Bebi Vendra juga sih.

Tidak ada jadwal pasti, jam berapa saya tidur. Kalau merasa lelah, tentu saya akan tidur, sebanyak apapun pekerjaan yang masih menunggu untuk diselesaikan. Saya belajar untuk mengatur waktu, di mana 24 jam dalam sehari terasa kurang untuk melakukan semua pekerjaan mama, istri dan pembuat sabun. Seringnya, saya harus multitasking dan jadi gurita, dengan 2 tangan anugerah Tuhan ini. Tapi, saya juga belajar untuk menerima bahwa tidak semua dapat dan harus dikerjakan sendiri. Dari situ juga, saya jadi belajar prioritas.

Terima kasih, sudah mengikuti kegiatan saya seharian. Sekarang, saya mau ganti daster, membersihkan wajah dengan Cleansing Oil dan Active Charcoal Soap-nya Kippabuw. Pakai Face Balm lagi, lip balm bikinan alumni Kippabuw Soap Class, dan Skin Butter Kippabuw, lalu menyelinap ke balik selimut kesayangan. Good night!

Published by

veronicalucia

Enjoying life...

One thought on “Sehari bersama Vero”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s