Mokka, Lippomal Puri

Ini juga late post banget, karena, kami pertama kali mengunjungi coffee shop yang terletak di area lobi utama Lippomal Puri, Jakarta Barat ini di bulan Juli 2015. Sekedar penasaran, dan perlu tempat nongkrong. Sayangnya, tempatnya terlalu berangin.

Seperti biasa, aku memesan Hot Americano, dan menikmatinya dengan madu yang kubawa sendiri. Kopinya enak, masih terasa asam arabicanya. Harganya pun lumayan.

Sebagai teman ngopi, kami mencoba pisang bakar keju dengan es krim vanila. Lupa, namanya di daftar menu mereka apa. Tapi, lumayan.

Dan ini adalah penampakanku di tanggal 13 Juli 2015 malam, rambut baru setengah di-bleach, sebelum mulai petualangan main warna rambut.

Jalan-jalan di Kebun Raya Bogor

Ini adalah late post, pakai banget. Hehehehe…
Kami bertiga; aku, suamiku, dan Bebi Vendra, jalan-jalan ke Kebun Raya Bogor, sudah beberapa bulan lalu. Tepatnya, ketika masa libur Lebaran 2015.

Tadinya, kami berencana jalan-jalan ke Taman Safari Indonesia. Tapi, karena bangun kesiangan, ditambah harus ini-itu dulu, akhirnya kami berangkat sudah terlalu siang.

Sebagai penghibur, jadinya kami memutuskan untuk jalan-jalan ke Kebun Raya Bogor.

Suasana hari itu sangat ramai. Karena memang sedang masa liburan. Cari parkir mobil saja cukup melelahkan. Akhirnya dapat parkir agak jauh, kami harus jalan kaki.

Lumayan lah, paling tidak, kami bisa kabur sejenak dari sumpeknya udara penuh polusi sub-urban Jakarta.

Sebelum pulang, kami makan bersama di De’Leuit Resto, Bogor.

Happy Birthday, Matt Damon!

Sudah beberapa bulan, saya ketinggalan perkembangan film bioskop terbaru. Ketika Hotel Transylvania 2 diputar saja, aku ngehnya dari mainan Happy Meal di McDonald’s.

Minggu lalu, Bebi Vendra dan Athan, temannya, yang merupakan anak dari kawan nongkrongku, nonton bareng sekuel film drakula lucu tersebut di Puri XXI. Mumpung di bioskop, saya jadi bisa melihat, film apa saja yang sedang main. Saya tertarik untuk cari info soal film The Martian. Ternyata, baca sinopsisnya cukup menarik. Ditambah, pemeran utamanya adalah Matt Damon.

Saya bukan penggemar berat Matt Damon. Tapi saya suka penampilan beliau. Yang menarik perhatianku adalah perannya sebagai Jason Bourne. Dari situ, saya jadi penasaran, setiap ada film baru di mana beliau tampil.

Hari Minggu lalu, saya dan suami, juga Bebi Vendra nonton The Martian. Di Puri XXI, Jakarta Barat, juga. Karena sudah malam, dan sesiangan Bebi Vendra sudah kelelahan bermain, sepanjang kencan nonton film tersebut, ia banyak tidur.

Jadinya, sampai hari Selasa, ia masih penasaran nonton film astronot. Memang, kisah The Martian ini menarik, karena berlatar belakang planet Mars dan luar angkasa. Hal yang menarik untuk anak 5 tahun yang sedang belajar banyak hal baru.

Hari Rabu kemarin, saya nonton The Martian lagi. Kali ini, siang hari, sepulang sekolah. Jadi Bebi Vendra masih segar bugar dan tidak mengantuk. Menonton film ini untuk kedua kalinya, saya sih asyik-asyik saja. Toh nonton Matt Damon. Bebi Vendra sendiri menikmati film tersebut, meskipun durasinya cukup panjang. Karena suguhan visualnya menarik untuk memuaskan rasa ingin tahunya soal ruang angkasa.

Dan saya baru tersadar, kalau 8 Oktober 1970 adalah hari lahir Matt Damon. So, I am going to wish him a happy birthday. Also, wishing you a good health and joy, Matt Damon!

Taman Wisata Alam Kapuk

Libur Idul Adha lalu, saya dan Bebi Vendra jalan-jalan ke Taman Wisata Alam Kapuk. Ternyata lokasinya cukup mudah dijangkau dari tempat tinggal kami. Biaya masuknya untuk 1 orang dewasa, 1 anak-anak, dan 1 mobil adalah 45.000. Jika membawa kamera selain ponsel, dikenakan biaya tambahan sebesar 1.000.000 rupiah. Baru ngeh, ternyata taman bakau ini sering jadi tempat foto, terutama foto pre-wedding.

Di Taman Wisata Alam ini juga ada penginapan, yang besar dan nyaman, juga pondok kemah yang mungil. Tertarik juga untuk mencoba kemping di sana, kapan-kapan. Biaya pondok kemah yang pakai pendingin ruangan sebesar 600.000, sedangkan yang pekai kipas angin sebesar 450.000.




Lumayan lah, paling tidak, kami bisa kabur sebentar dari sumpeknya sub urban Jakarta.

Kippabuw Autumn Colors

Yap, saya memang suka tata rias. Namun, gara-gara kista yang sempat mengganggu hidupku, dan ditengarai akibat kandungan paraben alias minyak tanah di kosmetik komersial, jadilah aku jarang memakai tata rias lagi.

Tidak menyerah di situ saja. Setelah mulai membuat rangkaian produk perawatan kulit, tubuh bahkan produk pembersih sendiri, saya juga masih terus berkutat dengan kosmetik yang lebih bersahabat dengan kulit (dan hormon manusia).

Setelah melalui banyak tes, awal Oktober 2015 ini, saya meluncurkan rangkaian pemulas bibir sekaligus pelembab bertema Autumn Colors. Ada 3 warna yang kubuat, yaitu Burgundy (merah gelap), Nude (merah sangat muda), dan Coral (coklat agak kemerahan). Ini hasil pulasannya di bibirku sendiri.

Aku suka ketiganya. Karena, memang, ketiga warna ini adalah warna yang lolos seleksi pribadiku, dari sekian banyak warna yang kucoba sendiri. Mudah-mudahan para pelanggan Kippabuw juga menyukainya.

Bisa diaplikasikan dengan cara ditutul, untuk hasil warna lebih matte. Atau dioles, untuk hasil warna lebih berkilap. Hasil pulasannya cukup bertahan lama di bibir. Tapi, setelah makan atau minum, biasanya perlu pemulasan ulang.

Tinted lip balm ini dibuat dari bahan yang bersahabat dengan bibir. Kaya akan shea butter, lemak dari kacang shea, yang sejak lama dipercaya baik untuk melembabkan dan merawat kulit, juga bibir. Jadi, tak hanya tampil cantik dengan bibir berwarna, namun juga bibir tetap lembab dan terawat. Itulah yang membuat hasil karya tanganku ini langsung mendapat respon positif sejak diluncurkan. Padahal stoknya sangat terbatas.

Kalau masih tersedia, silakan dipesan di kippabuw.web.id