Sunny Side Up, Mall @ Alam Sutera

Beberapa hari lalu, aku dan Bebi Vendra makan siang di Sunny Side Up, Mall @ Alam Sutera, Tangerang.

Bebi Vendra tertarik mencoba bola-bola kentang salmon. Juga es milo yang encer banget sampai nggak ada rasanya.

Sebagai makanan utama, aku memesan Omurice. Nasi goreng tomat dengan sosis diselimuti telur dadar. Rasanya biasa sih. Tidak terlalu istimewa. Bola-bola kentang salmonnya juga anyep. Sangat terasa kalau itu makanan beku.

Advertisements

Kidzania, Pacific Place

Awal Juli lalu, serorang teman menginfokan kalau ada deal Kidzania di Groupon. Aku sudah lama menunggu Bebi Vendra berusia 4 tahun, tapi sampai ulang tahun ke-5 nya lewat pun belum sempat juga mengajak Bebi vendra ke Kidzania. Malas membayangkan harus pagi-pagi ke Pacific Place, lalu pulangnya pun berebutan jalan dengan para pekerja kantoran. Aw!

Berhubung sedang liburan sekolah, dan memang banyak yang beli vocer diskon, jadinya Kidzania hari Rabu, 8 Juli 2015 sangat ramai pengunjung.

Bebi Vendra yang tidak terbiasa serobot-serobotan, selalu kalah antrian dari anak-anak lain (bahkan orang tuanya) yang berani menyerobot.

Di wahana Silver Queen ini, Bebi Vendra berkali-kali antri, namun sampai selesai waktu bermain tidak pernah kebagian ikut masuk.

Akhirnya, Bebi Vendra kebagian masuk wahana Pemadam Kebakaran.

Kemudian, ia iseng masuk wahana Pengadilan. Karena belum mengerti soal pengadialn, ia duduk manis sebagai penonton.

Lalu ikutan wahana membersihkan kaca gedung.

Yang diincar sejak lama, wahana pombensin Pertamina.

Lalu iseng masuk wahana penyedia layanan telekomunikasi, yang memang tampak sepi.

Lalu masuk wahan rumah sakit. Bebi Vendra kebagian peran sebagai pasien.

Di menit-menit terakhir, Bebi Vendra masih sempat masuk wahana Indomaret dan Construction Site.

Tak lama setelah mobil kami keluar dari parkiran Pacific Place, Bebi Vendra pulas tertidur. Yang bikin lelah sih antri dan rebutan masuk wahananya. Dan sepertinya Kidzania membuka lebih dari kapasitas yang mampu ditampung. Jadinya, masih banyak wahana yang tidak bisa dicoba Bebi Vendra.

Holy Crab Shack, Flavor Bliss

Akhir pekan, beberapa minggu lalu (masih di bulan puasa), suamiku tersayang melempar ide untuk makan malam bertiga di Holy Crab Shack, Flavor Bliss, Tangerang Selatan. Maka, dengan penuh semangat, malam Minggu tersebut, kami menerjang kemacetan dan kesemrawutan mencari parkir. Belum lagi, kami harus menunggu meja untuk kami tersedia.

Kami memesan Mud Crab dengan Garlic Sauce, French Fries dan Udang dengan Garlic Sauce juga.

Entah berapa banyak bawang putih yang dipakai untuk menyiapkan pesanan kami. Yang jelas, aroma bawangnya cukup bikin drakula kabur (bahkan besok paginya, aku masih mencium aroma bawang putih di tanganku). Untuk pengisi perut kecil kami bertiga itu, kami harus membayar sekitar 450.000 rupiah. Sepadan lah dengan kepuasan yang kami dapat.

Dari Falvor Bliss, kami pindah ke XXI di Mall @ Alam Sutera, Tangerang. Bebi Vendra minta nonton Terminator Genisys. Sembari menunggu jadwal film yang akan kami tonton, kami bersantai ngopi dulu di Garden Cafe.

Churreria, Mal Puri Indah

Habis makan siang di Ayam Presto Ny. Nita, Pesanggrahan, aku dan Bebi Vendra merasa ingin duduk santai menikmati waktu sembari memanjakan diri dengan sajian manis. Kami pun mendarat di Mal Puri Indah, dan langsung menjelajahi bagian Mall Expansion. Tergoda melihat lelehan coklat, Bebi Vendra menunjuk Churreria.

Akhirnya, Bebi Vendra malah tertarik mencoba Churros Ala Carte Oreo Galletas. Yup, karena ada embel-embel ‘Oreo’-nya. Sedangkan aku tergoda mencoba Mille Crepes, yang ternyata sedang promo, gratis Black Coffee, untuk setiap pemesanan menu cake.

Churros Ala Carte-nya agak terlalu berlebihan rasanya. Paling cukup ya Churros Deluxe dengan Seriously Dark Chocolate dan Cheddar Cheese Dipping. Mille Crepes-nya lembut banget. Krimnya meleleh di mulut dan manisnya pas. Padahal, aku sempat khawatir karena disajikan dengan siraman saus karamel dan satu skup es krim vanila.

Secara keseluruhan, sajian di coffee shop bergaya Spanyol ini lumayan, cukup sepadan dengan harganya. Pelayanannya pun ramah dan sigap.

Sumo Boo, Puri Indah Mall

Di Expansion Puri Indah Mall, Jakarta Barat, ada gerai makanan penutup bernama Sumo Boo. Gayanya lucu, bergaya pop Jepang. Banyak pilihan menu, yang sebenarnya aku kurang paham. Dan aku mencoba hidangan pencuci mulut berupa campuran puding dan es krim teh hijau.

Saking rame isinya hidangan tersebut, dan mungkin terlalu manis, Bebi Vendra pun agak malas untuk mencicipinya. Aku lupa harga hidangan tersebut, tapi, menurutku lebih murah dan lebih enak dibandingkan Black Ball.

Sore Guilt-Free di Mars Kitchen

Aku dapat info dari seorang teman, kalau Chef Rinrin Marinka baru saja membuka kafe organik di jalan Fatmawati, Jakarta. Kemarin, aku dan Bebi Vendra mampir ke sana.

Kafenya mungil, area parkir pun terbatas. Tapi bagian dalamnya terasa nyaman dan suasananya bersahabat. Dengan pajangan-pajangan unik dan penataan ruangan yang apik, meskipun waktu itu katanya mkemarinereka masih berbenah. Tapi sudah cukup nyaman untukku.

Yang pertama menarik perhatian kami adalah pajangan kue-kue penggoda selera, yang semuanya gluten free. Beberapa bahkan bebas gula. Bebi Vendra memilih untuk mencoba Brownies. Rasa coklatnya terasa kuat, tidak terlalu manis, ada rasa renyah kacang di sana-sini. Bebi Vendra menghabiskan hampir 1 potong kue lezat tersebut. Aku hanya kebagian mencicipi sedikit.

Aku memesan minuman untukku sendiri. Green Goddess, katanya paling favorit. Jadi aku cold press juice berisi sayuran hijau, ketimun, air kelapa, dan lupa, dan lupa. Rasanya ringan dan segar, meskipun penampilannya agak mengerikan bagi kebanyakan orang. Tapi rasanya tidak langu seperti jus-jus hijau pada umumnya.

Sekalian, aku penasaran mencicipi menu makanan utama. Lagi-lagi mengikuti rekomendasi menu favorit, Chicken Veg Curry. Nasi putih organik dengan ayam dan sayuran dalam bumbu kari. Disajikan dengan telur organik.

Bumbu karinya pas, tidak terlalu menyengat, tidak pedas, dan terasa seimbang. Potongan daging ayamnya pun renyah namun empuk. Bebi Vendra. yang biasanya kesulitan mengunyah daging ayam pun lahap-lahap saja. Sayurannya antara lain kembang kol, potongan zucchini, potongan wortel.

Sebelum kami pulang, Chef Marinka menghujani Bebi Vendra dengan popsikel buah stroberi dan kiwi, juga Organic Lolypop. Kali ini, aku harus mengijinkan Bebi Vendra makan permen. Toh permennya tetap guilt-free.

Soal harga, menurutku tidak mahal. Karena dengan harga yang masih terjangkau di kantongku itu, kami bisa menikmati berbagai sajian sehat yang rasanya masih bisa dinikmati. Banyak tempat makan yang mengaku sehat, tapi rasanya seringkali tidak keruan, atau tak jarang sehatnya bohongan.

Ayam Presto Ny Nita: Favorit Baru Kami!

Sudah lama dengar tentang Ayam Presto Ny. Nita. Dan sudah lama juga, pernah bolak-balik melewati salah satu restoranya di Jalan Wolter Monginsidi, Jakarta Selatan, juga Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan. Tapi, akhirnya aku bisa mampir mencicipinya di Pesanggrahan, Jakarta Barat.

Aku mencoba Paket Nasi Bebek Goreng dengan tambahan Plecing Kangkung. Namanya juga dimasak presto, tentunya daging bebek pun jadi empuk sekai. Plecing kangkungnya juga terasa menambah kenikmatan makan. Dan harganya tidak jauh beda dengan fast food. Tentunya, dibanding fast food, aku lebih memilih menu ini dong.

Belakangan ini, kalau tidak sempat mampir ke restorannya pun, aku memesan via Gojek atau pesan antar.

Pudding Heaven, Mall @ Alam Sutera

Ada gerai puding di Mall @ Alam Sutera, Tangerang, terletak di lantai 2, namanya Pudding Heaven. Gerai kecil yang tampak sederhana namun menarik. Aku pun tergoda untuk mencobanya.

Aku mencoba puding coklat dengan avokad dan susu coklat. Rasanya biasa saja sih. Harganya agak tinggi, untuk sajian se-biasa itu, sekitar 32.000 rupiah. Well, yang penting sudah pernah coba dan tidak penasaran lagi.

Ketika Pelanggan Ngomel di Jejaring Sosial

Saat ini, media sosial adalah salah satu media yang cukup ampuh. Sekedar mengeposkan satu kata saja bisa menarik perhatian jutaan orang di seluruh dunia. Itu juga yang membuat para pelaku industri semakin melirik jejaring sosial sebagai salah satu media promosi. Lebih mudah menjangkau pelanggan setia, juga orang-orang yang potensial menjadi pelanggan.

Begitu juga dengan para pelanggan. Jejaring sosial juga memudahkan mereka untuk mennjalin hubungan dengan penyedia produk yang dibeli. Baik barang maupun jasa.

Maka tak jarang pula, pelanggan memilih mengomel di jejaring sosial, jika ada pelayanan yang kurang berkenan dari si penyedia produk. Ini karena keluhannya akan ‘didengar’ lebih banyak orang. Karena, seringnya, menyampaikan keluhan langsung kepada penyedia produk, belum tentu ditanggapi dengan baik. Dengan ‘penghakiman’ orang umum, diharapkan penyedia produk dapat lebih tanggap.

Aku sendiri sebenarnya bukan termasuk orang yang suka ngomel di media sosial. Aku percaya, hal yang dibagikan di media umum sebaiknya berupa hal-hal positif. Namun, kalau aku sampai mengomel di muka umum, berarti memang si penyedia produk sudah kebangetan.

Misalnya, alasan kenapa aku lama sekali tidak menulis blog, ya karena penyedia layanan internet yang payah. Mulai dari Bolt, Indosat, juga Telkomsel yang kebanyakan bengong, sehingga membuka dashboard blog ini pun bikin marah-marah sendiri.

Meskipun pada akhirnya omelanku tidak ditanggapi, paling tidak, aku sudah cukup mengeluarkan uneg-unegku.