Makan Siang di Seorae (서래) Flavor Bliss

Kemarin, aku dan Bebi Vendra mengunjungi Flavor Bliss dan memilih untuk makan siang di gerai kuliner Korea, Seorae.

Menu yang kupilih, apa lagi kalau bukan si nasi sayur? Ya, aku memilih Dolsot Bibimbap untuk makan siangku.

Untuk Bebi Vendra, gerai ini menyediakan menu makanan untuk anak. Bebi Vendra memilih Little Seoul, nasi dengan chicken pop corn dan telur dadar. Disajikan dengan minuman dingin manis, plus berhadiah pin lucu.

Dolsot Bibimbap, nasi dengan berbagai macam sayuran dan tumisan daging sapi yang disajikan dalam mangkuk panas dengan telur yang barusan dituangkan di bagian atas menu. Langsung kucampurkan agar agak matang. Porsinya agak kebesaran untukku sendirian. Sayurannya terasa segar, tumis dagingnya juga gurih dan cukup empuk.

Sedangkan Little Seoul isinya nasi putih dengan telur dadar gulung dengan sayuran dan potongan ayam tanpa tulang yang digoreng dengan tepung dan siraman saus asam manis. Bebi Vendra merasa asing dengan ayam gorengnya, tapi aku malah kepincut oleh rasa unik yang jarang ditemui di masakan Indonesia itu. sayangnya, perutku sudah kepenuhan, jadi aku tak mampu menghabiskan seluruhnya.

Selesai menjejali perut dengan makanan berat, kurang lengkap rasanya kalau tidak memanjakan lidah dengan pencuci mulut manis dan dingin. Kami mencoba Jamsil Patbingsoo, es serut dengan ogura, remah oreo, siraman susu kental manis coklat dan satu skup es krim vanila.

Untuk semua pesanan kami siang itu, aku harus membayar 188.958 rupiah. Sepadan lah, untuk tempatnya yang nyaman, pelayanan yang ramah dan sigap, juga child friendly, serta kelezatan yang memanjakan lidah-lidah kami yang tidak ditunjang dengan kapasitas perut yang besar.

Advertisements

Makan Siang di Pomato Spoon

Di Mall @ Alam Sutera, lantai 2, ada restoran kasual bergaya Korea. Beberapa hari lalu, aku dan Bebi Vendra makan siang di sana.

Karena sedang ingin makan sayur, aku memilih Bibimbap. Nasi pulen dengan 8 macam sayuran dan telur mata sapi setengah matang. Menu tersebut disajikan dengan semangkuk sup telur dan daun bawang, juga sedang promo paket dengan teh tawar. Makanan sederhana seperti ini justru terasa sedap. Meskipun disajikan dalam baskom stainless steel besar, kami berdua berhasil menghabiskannya.

Setelah makan, kami menikmati sajian pencuci mulut yaitu Chocolate Brownies Snowflakes.

Untuk makan siang kali ini, aku harus membayar sebesar 119.900 rupiah, sudah termasuk pajak. Harga yang sepadan, menurutku, untuk makanan dan pencuci mulut yang sedap, pelayanan yang ramah dan sigap, juga tempat yang bersahaja serta nyaman.

Cheesy Potato Cup

Makanan, biasanya, kalau tinggal satu buah jadi nggak ada yang tertarik. Begitu pula nasib kentang organik yang tinggal sebiji ini. Akhirnya, aku potong-potong kentang tersebut dan menempatkannya ke dalam cup foil. Ditambah potongan-potongan telur rebus, dan disela-selanya disisipkan potongan keju leleh. Masukkan ke dalam rice cooker, nebeng sekalian masak nasi.

Setelah sekitar 30 menit, jadilah kentang telur kukus dengan keju leleh. Sedap untuk kudapan, atau untuk variasi menu sarapan.

Selamat mencoba!

Celengan Kelima Bebi Vendra

Di liburan akhir minggu lalu, Bebi Vendra membongkar celengan kelimanya. Kali ini, ia ingin membeli mainan truk sampah alias garbage truck.

Membiasakan anak menabung sejak dini, tentu sebuah kebiasaan yang baik. Tak jarang, sebagai orang tua, kita ingin langsung membelikan apapun yang si anak minta. Namun, kami berusaha untuk membiasakan Bebi Vendra menabung untuk membeli sesuatu yang ia inginkan, apalagi jika harganya lumayan.

Sarapan Praktis Tumis Sayuran

Di waktu santai akhir minggu, aku menyiapkan menu sarapan praktis yang sederhana namun cukup lengkap.

Tumis Sayuran.

Bahan-bahannya:
1 buah wortel, potong korek api
segenggam jamur kancing
segenggam taoge
sawi hijau, iris
4 buah jagung muda
1 bawang putih, cincang

Cara membuatnya:
1. Panaskan 1 sendok makan minyak goreng.
2. Tumis bawang putih hingga harum.
3. Masukkan jagung muda, wortel, taoge, jamur kancing, dan sawi.
4. Tambahkan sedikit air, sejumput garam dan setengah sendok teh minyak wijen.
5. Angkat, sajikan dengan taburan biji wijen sangrai.

Sebagai pelengkap, sajikan dengan telur mata sapi.

Selamat mencoba.

Mengunyah Salju di 아리

Ada gerai pencuci mulut bergaya Korea baru di Mall @ Alam Sutera, namanya 아리 (Aree). Terletak di lantai 2, tampaknya cukup ramai diserbu pengunjung yang (mungkin) penasaran dan yang (memang) menyukainya.

Gerai tersebut sebenarnya adalah bagian dari Pomato Spoon. Dari beberapa menu, yang tampak menarik, yang ditawarkan, kami memilih untuk mencoba Chocolate Brownies Snowflakes.

Es susu serut dengan toping remahan biskuit coklat, saus coklat, tak lupa potongan brownies kering. Rasa coklatnya cukup kuat, dan tidak terlalu manis. Cocok dengan lidahku dan bebi Vendra. Namun, porsinya agak kebanyakan, bahkan untuk kami berdua. Harga satu porsi sajian pencuci mulut tersebut adalah 66.000 setelah pajak.

Secara rasa, sangat direkomendasikan. Karena tampak tidak disajikan asal-asalan. Secara tempat juga cukup nyaman, dengan gaya warung Korea yang simpel dan bersahaja. Secara harga, sebenarnya pantas-pantas saja untuk sajian yang menyegarkan di cuaca panas dan rasanya mampu memanjakan indera pengecap, namun kalau setiap hari jajan es salju seharga segitu sih harusnya dipikir lagi ya?

Keripik Kentang (Lagi)

Setelah berusaha bikin keripik kentang sendiri di rumah, hanya dengan menggunakan pisau dapur biasa, akhirnya aku punya pemotong keripik. Beli di Ace Hardware, pas diskon, jadi harganya tidak sampai 100.000 rupiah.

Bahan-bahannya:
2 buah kentang ukuran besar, cuci bersih
sejumput himalayan pink salt
air bersih

Cara membuatnya:
1. Iris kentang menggunakan pemotong keripik. Kulitnya tidak perlu dikupas. Jadi, sebaiknya pakai kentang organik.
2. Cuci bersih potongan kentang, kemudian rendam sebentar dalam air garam.
3. Ambil potongan kentang dan remas-remas menggunakan lap serbet.
4. Goreng dalam api sedang hingga cukup renyah.
5. Sajikan dengan mayones atau saos favorit.

Selamat mencoba.

Nong Shim Chapagetti (농심 짜파게티)

Nong shim adalah salah satu merk mi instan Korea yang terkenal. Banyak pula pilihannya. Salah satu yang baru saja kucoba adalah Chapagetti.

Dengan bumbu hitam mirip kecap, namun rasanya tetap gurih dan tidak semanis kecap manis Indonesia. Ini adalah salah satu varian mi instan Nong Shim yang tidak pedas, sehingga bisa kunikmati bersama Bebi Vendra. Tekstur mi yang kenyal dan tebal, tentu bikin acara mengunyah jadi semakin mantap. Aku suka menikmatinya dengan lembaran-lembaran rumput laut kering.

Berikut video iklan yang kutemukan di Youtube.

Mi instan ini bisa didapatkan di supermarket terkemuka, atau di supermarket oriental, atau supermarket spesifik Korea/Jepang. Selamat menikmati!