Mudik Natal 2014

Mudik Natal sudah menjadi tradisi keluarga kecil kami. Tahun ini, ceritanya cukup panjang. Jadi, detail mengenai tempat yang sempat kami kunjungi ada dalam tulisan-tulisan tersendiri.

Sebenarnya, kami berencana untuk mudik tanggal 18-30 Desember. Namun, karena pekerjaan suamiku yang sedang membludak, kami baru bisa berangkat tanggal 20. Itupun setelah semalaman beliau tidak pulang untuk menyelesaikan pekerjaan yang memang tak kunjung habis. Bersyukur, tentunya. Karena, banyak pekerjaan berarti bakalan dapat banyak duit kan? Amini saja!

Kami berangkat hari Sabtu, di mana tampaknya banyak hajatan sehingga jalanan sejak dekat rumah kami pun padat. Tak kurang 2 jam, kami baru berhasil sampai tol Pancoran. Sudah masuk tol pun masih padat. Tampaknya, setelah ambil rapot anak-anak sekolah, banyak yang ingin berlibur ke Bandung. Setelah pecahan jalan menuju Bandung dan Purwakarta, jalanan baru lengang.

Keluar tol, kami ketemu beberapa titik padat merayap, yaitu menuju Simpang Jomin dan ketika akan masuk ke Jalan Pantura. Ini kali pertama kami mudik Natal via jalur pantai utara Jawa, karena kami berencana mampir ke Pekalongan, Kudus, Semarang, baru ke Yogyakarta.

Terakhir kali lewat Pantura, mungkin sekitar 6 tahun lalu, seingatku jalannya belum ada pembatas jalur dan bolongnya parah. Tapi kali ini situasinya jauh berbeda. Jalanan pun tidak seramai arus mudik lebaran. Cukup lancar, tapi tetap didominasi kendaraan plat B. Dan satu kendaraan yang sangat banyak kami temui sepanjang jalan, sehingga menarik perhatian kami, yaitu truk pengangkut mobil. Mungkin di akhir tahun para pedagang mobil harus menutup target dengan cukup gila-gilaan.

Seperti gaya berkendara kami biasanya, kami jalan santai, banyak mampir di mini market atau pombensin, untuk sekedar merenggangkan otot kaki dan menghirup udara luar kabin mobil. Karena itu, setelah sekitar 12 jam perjalanan, kami baru sampai Ketanggungan, Brebes. Tujuan awal kami seharusnya ke Pekalongan, namun karena suatu hal, orang yang akan ditemui justru sudah kembali ke Brebes. Di sana, kami sekedar berkunjung dan menyapa salah satu kawan satu hobi suamiku. Sebagai informasi, suamiku tercinta sedang jatuh cinta sama burung dara kolongan. Jadi, beliau juga ingin memanfaatkan acara jalan-jalan ini untuk mampir menemui kawan-kawan satu hobinya.

Setelah sekitar 3 jam bercengkrama sembari sedikit meregangkan otot, kami melanjutkan perjalanan. Karena waktu sudah lewat tengah malam, kami mengistirahatkan otak dan mata dulu di Restoran Pringsewu Tegal. Lewat subuh, mobil kami sudah meluncur lagi menyusuri jalan Pantura.

Masuk Pekalongan, perut kembali minta diisi. Kami mampir makan soto di pinggir jalan. Sebagai atraksi kuliner, seharusnya kami mencoba tauto, ya? Tapi nyali kami ternyata tak cukup. Sudah kenyang, kami melanjutkan perjalanan.

Di daerah Weleri, kami bermaksud mengisi tangki bahan bakar mobil, meskipun masih setengah kosong. Pombensin yang pertama kali tertangkap mata dan kami datangi ternyata tidak menerima pembayaran dengan kartu debit. Uang tunai di kantong sudah hampir habis, jadi kami harus mencari pombensin yang melayani pembayaran dengan kartu debit. Atau, paling tidak, ada ATM.

Sambil mencari pombensin lagi, kami tertarik pada plang petunjuk arah menuju the sea Pantai Cahaya. Tak jauh dari papan petunjuk arah itu, ada SPBU. Kami membeli bahan bakar di sana, sambil mencari informasi mengenai pantai tersebut. Setelah tangki bahan bakar penuh, kami pun putar balik mengikuti papan petunjuk arah menuju the sea Pantai Cahaya. Kisah kunjungan kami ke obyek wisata tersebut bisa dibaca di sini.

Rasa penasaran tentang the sea Pantai Cahaya terjawab sudah. Kami kembali ke jalan Pantura.

Perjalanan cukup lancar. Masuk Semarang, baru ketemu jalanan padat merayap. Tadinya, kami ingin mampir makan di Paragon. Sayangnya, kami bahkan tidak dapat parkir. Akhirnya kami makan di Pizza Hut, DP Mall, Semarang.

Habis makan, kami bermaksud lanjut ke Kudus. Namun, di depan Stasiun Tawang, kami melipir lagi untuk bersantai sejenak di pinggir polder Tawang. Di situ, kami cuma duduk-duduk menikmati udara di luar kabin mobil, melemparkan remah-remah kue ke danau untuk ikan-ikan, tak lupa, foto-foto. Tak lama, kami sudah meluncur lagi, melanjutkan perjalanan menuju Kudus.

Tujuan kami ke Kudus adalah mengunjungi keluarga di sana. Menginap satu malam di tempat tinggal salah satu kerabat. Besoknya, kami berangkat lagi ke Semarang, mengunjungi keluarga yang lain. Sebelum ke Semarang, kami mampir ngopi dan nongkrong di Omah Bakery & Coffee Shop, di kota Kudus. Review mengenai kedai kopi tersebut bisa dibaca di sini.

Kami juga menginap satu malam saja di Semarang. Besok paginya, kami sempat jalan-jalan ke pemancingan sambil makan siang bersama keluarga yang kami tumpangi menginap. Sudah kenyang, cuaca hujan, kami kembali ke rumah tempat kami menginap untuk leyeh-leyeh sebentar.

Sorenya, kami pamit untuk melanjutkan perjalanan menuju Yogyakarta. Di pertigaan KFC Candi, kami belok ke Sisingamangaraja untuk ngopi dan nongkrong di My Kopi O!. Baca juga review tentang coffee shop ini di sini. Akhirnya, kami baru sampai rumah keluarga kami di Yogyakarta, menjelang tengah malam.

Besoknya, kami makan siang di Mr. Pancake, Plaza Ambarrukmo. Jalan-jalan sebentar di mal tersebut, kemudian lanjut nongkrong di angkringan yang terletak di jalan Munggur. Aku sempat menikmati makan malam bakmi jowo yang berjualan di dekat situ juga. Setelah menikmati suasana malam Natal di Gondokusuman, kami kembali ke rumah Mamaku, tempat kami menginap.

Hari Natal, seperti 25 Desember tahun sebelumnya, kami sekeluarga besar mengunjungi makam Oma tersayangku di Terban. Kemudian, kami bertiga plus adikku yang ganteng mampir makan siang di Pizza Hut Sudirman. Restoran ini unik, karena gaya bangunannya kuno dan terasa adem. Sudah kenyang, kami pulang untuk beristirahat.

Malamnya, kami memutuskan untuk mengajak Mamaku, Opaku, juga Adikku untuk makan malam bersama. Rice Bowl di Plaza Ambarrukmo dipilih karena lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah dan menunya nggak neko-neko.

Hari Jumat, kami berpetualang seru dari kaki gunung ke pantai ke coffee shop dan ke gunung. Adikku dan Kekasihnya ikut meramaikan suasana. Kami berlima berangkat pagi-pagi dan pulang mendekati tengah malam. Baca kisah lengkapnya di sini ya.

Hari Sabtu, kami menikmati waktu bermalas-malasan di rumah Mamaku. Cuaca juga gerimis awet. Sorenya, baru kami bergerak lagi, untuk menikmati makanan khas Italia di Il Mondo. Silakan baca reviewnya di sini.

Besok paginya, kami pamitan untuk memulai perjalanan kembali ke Tangerang. Tapi kami berencana mampir-mampir dan jalan santai. Tujuan pertama kami adalah Temanggung. Ada apa sih di Temanggung? Silakan baca di sini.

Setelah satu malam di Temanggung, kami melanjutkan perjalanan pulang. Di Wonosobo, kabut sangat tebal, jadi kami minggir sebentar ke Warung Joglo.

Perjalanan dilanjutkan, sampai kami istirahat dan makan malam di Banaran 9 Banyumas. Kami mencoba Nasi Soto Ayam, yang rasanya lumayan. Kombinasi bumbunya pas, porsinya juga menurutku pas. Aku juga mencoba Macchiatto dengan semburat aroma karamel yang sedap.

Kami juga sempat belok dulu ke pantai Pangandaran. Kisah seseruan kami di pantai Pangandaran ada di sini ya.

Habis itu, perjalanan bablas terus sampai Nagreg. Kami mampir makan malam di Rumah Makan Cibiuk. Lalu lanjut tancap gas lagi. Mampir isi bensin di rest area km 125, tapi kemudian beristirahat di rest area km 97. Badan sudah terasa nggak keruan, jadi kami merem dulu dan melanjutkan perjalanan pulang lewat subuh.

Sampai rumah, akhirnya aku tumbang kena ISPA alias infeksi pernafasan. Demam 2 hari, terkapar tak berdaya. Namun, dengan bantuan antibiotik alami dan makanan sehat juga perhatian dari suamiku tercinta, yang tak pernah lelah merawatku dengan penuh kasih sayang, kondisiku bisa segera pulih.

Perjalanan Mudik Natal 2014 ini dimulai pada angka odometer 43225, setelah mengisi penuh tangki bahan bakar di SPBU dekat rumah. Dan ketika sampai kembali di rumah, angka odometer menunjukkan 45121. Selama perjalanan, kami mengisi bensin sebanyak 4 kali. Perhitungan kira-kira konsumsi bahan bakarnya sekitar 1:21.

Selamat Natal & Tahun Baru!

Advertisements

Published by

veronicalucia

Enjoying life...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s