Pantai Parangtritis & Kaliurang

Hari keenam Mudik Natal 2014, kami masih menikmati waktu bersantai di Yogyakarta. Pantai adalah tujuan utama liburan Bebi Vendra kali ini. Kami harus menyediakan ruang cukup lega untuk truk-truk Bebi Vendra di bagasi mobil. Karena, Bebi Vendra paham kalau main pasir itu di pantai. Mumpung sedang liburan, ia pun mempersiapkan diri dan mainan-mainannya untuk berburu pasir pantai.

Pantai Parangtritis menjadi pilihan karena jarak tempuhnya tidak sejauh pantai-pantai di Gunung Kidul. Memang, pantai-pantai di Gunung Kidul jauh lebih indah. Selain jarak tempuh dan medan yang harus dilalui tidak mudah, kami berasumsi pantai-pantai di Gunung Kidul penuh sesak pada hari-hari ini. Beberapa tahun belakangan, lokasi wisata di bagian timur Daerah Istimewa Yogyakarta itu sedang jadi sorotan.

Kami berangkat dari rumah, yang berjarak sekitar 40 kilometer dari Pantai Parangtritis, sekitar jam 6 pagi. Mampir sarapan bubur gudeg dulu, di perjalanan. Karena kami jalan santai, sampai pantai selatan tersebut sudah jam 8 lebih. Matahari sudah cukup terik.

Tanpa menunggu lama, Bebi Vendra langsung menggelar mainan peralatan beratnya di hamparan pasir. Para orang dewasa duduk-duduk santai di bawah payung dan tikar sewaan sembari sesekali main air atau sekedar berjalan-jalan dan berfoto.

Sekitar jam 11 lebih, perut mulai memberi sinyal minta diisi lagi. Kami melanjutkan perjalanan menuju Pantai Depok, yang terletak sekitar 1 kilometer dari Pantai Parangtritis. Di sana ada Tempat Pelelangan Ikan, hasil-hasil tangkapan nelayan yang masih segar. Kita bisa memilih ikan untuk dibawa pulang maupun dinikmati di area pantai tersebut. Ada juga warung-warung makan, yang mau memasakkan hasil-hasil laut yang kita beli di sana. Jika tak ingin repot, bisa juga langsung datang ke warung dan langsung memesan makanan laut yang kita mau.

Kami mengambil pilihan yang kedua. Toh ikan-ikan di warung-warung itu tak kalah segar dengan hasil-hasil tangkapan para nelayan di pasar ikan. Pesanan kami waktu itu adalah ikan cakalang bakar, cumi goreng tepung, juga nasi putih dan kelapa muda. Di warung yang kami kunjungi, kangkung tumisnya gratis alias komplimen.

Setelah kenyang dan bersantai sebentar di warung tersebut, kami numpang mandi. Banyak kamar mandi umum yang tersedia di pinggir pantai. Untuk para pengunjung yang habis main air atau main pasir. Biasanya dikenakan biaya 2.000 rupiah untuk buang air, dan 5.000 rupiah untuk mandi. Kami numpang mandi di kamar mandi warung. Tidak dipungut bayaran, karena kami makan di situ.

Selesai mandi dan berganti pakaian, kami kembali ke arah rumah. Sampai di Seturan, kami belok ke Eastern Kopi TM, untuk nongkrong ngopi sejenak (sambil suamiku menggarap pekerjaannya, lagi).

Aku memesan Teh Susu. Rasanya lumayan. Tehnya terasa lembut, susunya cukup krimi tapi tidak mendominasi. Campurannya cukup imbang.

Sedangkan kudapan yang dipilih untuk dinikmati bersama antara lain roti bakar coklat, roti bakar selai kacang, lumpia sayur, siomay goreng. Semuanya, rasanya biasa.Tidak terlalu istimewa. Aku lupa, berapa total tagihan kami.

Karena masih ingin nongkrong, kami melanjutkan perjalanan terus naik ke arah Kaliurang. Di sana, kami nongkring di Warung Poci dekat taman. Sekedar menikmati udara sejuk sembari menyesap jahe hangat, teh poci, dan nyemil dadar gulung coklat, wedang ronde, sate kelinci, juga bakso. akhirnya, kami sampai di rumah lagi sekitar jam 11 malam lewat.

Published by

veronicalucia

Enjoying life...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s