the sea Pantai Cahaya, Sendang Sikucing, Weleri

Hari kedua perjalanan Mudik Natal 2014, kami berada di Weleri, Jawa Tengah. Setelah 400 kilometer lebih dari rumah, kami bermaksud mengisi kembali tangki bahan bakar mobil, yang sebenarnya baru setengah kosong. SPBU pertama yang kami datangi, ternyata tidak melayani pembayaran dengan kartu debit. Uang tunai kami sudah menipis, jadi kami memilih pembayaran dengan kartu debit. Di SPBU selanjutnya, yang berjarak kurang dari 1 kilometer, ternyata melayani pembayaran dengan kartu debit.

Sebelum SPBU, kami melihat jalan belokan kecil ke kiri, dengan papan petunjuk “Pantai Cahaya Sendang Sikucing”. Kami jadi penasaran. Sembari mengisi bahan bakar, aku bertanya tentang pantai yang ditunjuk papan tersebut ke petugas SPBU yang melayani kami. Katanya, masuknya tidak terlalu jauh dan pantainya bagus. Jadi, setelah tangki bahan bakar kami penuh, kami putar balik mengikuti papan petunjuk tersebut.


Klik di sini untuk melihat peta.

Menuju the sea Pantai Cahaya, kira-kira masuk ke jalan pedesaaan sekitar 10 kilometer. Jalannya tidak terlalu sempit, cukup untuk 2 mobil berpapasan lawan arah. Petunjuk arah menuju ke lokasi pun cukup jelas. Dan, ternyata pantainya ramai juga. Mungkin karena hari Minggu dan masa liburan sekolah juga. Biaya masuknya 10.000 rupiah per orang dan 5.000 rupiah untuk mobil.

Pantai ini sepertinya sengaja diolah menjadi sebuah obyek wisata. Ada wahana atraksi ikan lumba-lumba, ada kafetaria, ada waterpark, ada wahana permainan, ada kebun binatang, ada wahana naik perahu, juga ada hiburan organ tunggal dangdut. Cukup seru dan cukup tertata rapi, untuk sebuah obyek wisata. Para petugas yang berjaga di beberapa titik pun cukup sigap dan tanggap, misalnya mengarahkan kendaraan pengunjung yang baru datang ke tempat parkir yang masih kosong, juga menjawab pertanyaan kami “di mana toilet?” dengan sopan dan jelas.

Bebi Vendra langsung menggelar mainan truk-truk peralatan beratnya di pasir, di pinggir pantai. Waktu itu belum jam 10 pagi, namun mentari bersinar sangat terik. Seperti biasa, topi Bebi Vendra dicari-cari tidak ketemu. Jadi akhirnya, ia main pasir mengenakan skarf-ku. Setelah selesai main pasir, dan ketika kami akan meninggalkan lokasi, topi Bebi Vendra baru ketemu.

Kami pun melanjutkan perjalanan Mudik Natal 2014 kami. Dari the sea Pantai Cahaya, kembali ke jalan Pantura. Sepanjang jalan kembali ke jalan Pantura, kami sempat menemukan beberapa lapak merpati kolongan. Kenapa ini penting? Karena suamiku memang hobi main burung dara.

Tertarik jalan-jalan ke pantai ini? Silakan browsing dulu di sini.

Published by

veronicalucia

Enjoying life...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s