Coffee of the Day di J.Co

Aku lagi suka menikmati kopi hitam dengan madu. Tapi Americano di J.Co pahitnya tidak menyenangkan. Jadi, kali ini, mumpung di J.Co, aku mencoba memesan Coffee of the Day. Kopi Sumatera, yang (katanya) harus disiapkan khusus, jadi perlu waktu agak lama.

Harga per cangkirnya 17.000 rupiah. Rasa kopinya jauh lebih baik daripada Americano-nya, ada semburat rasa asam yang lembut. Penantianku selama 15 menit sampai menu pesananku ini siap ternyata cukup sepadan.

Nachos di Mr. Pancake

Nachos adalah salah satu pilihan menu untuk mengudap, di saat perut terasa agak lapar, namun tidak ingin makan berat. Menu ini tidak mudah ditemui. Apalagi yang harganya terjangkau. Salah satu tempat makan Nachos favoritku adalah Mr. Pancake, yang terletak di lantai dasar Living World, Tangerang Selatan.

Porsinya lumayan untuk mengganjal perut. Dengan keju mozarela dan daging cincang dengan saus tomat ala bolognaise di bagian atasnya. Disajikan dengan saus tartar yang krimi dan lumer di mulut. Harga per porsinya, kalau nggak salah ingat, 40.000 rupiah, sebelum pajak dan biaya servis. Biasanya, kalau sudah menghabiskan satu porsi nachos ini, aku melewatkan satu jatah makan berat.

Schön Multipurpose Solution

Aku baru memeriksakan kondisi mataku pada akhir 2002, setelah beberapa minggu sebelumnya penghilatanku kurang jelas. Hasilnya, mata kiri -0.75 dan mata kanan -1.00. Sejak itulah aku pakai kacamata.

Tapi, aku termasuk orang yang tidak betah pakai kacamata. Dalam beberapa jam, kepalaku akan terasa sakit, karena terasa ada tekanan di sisi kepala. Tidak nyaman. Karena itu, aku mulai mencari informasi soal lensa kontak.

Lensa kontak pertamaku dibeli sekitar awal 2003. Waktu itu, lensa kontak masih merupakan barang langka. Jarang banget orang yang pakai, dan harganya mahal banget. Yang paling murah saja, Schön dengan masa pakai 1 tahun, harganya 300.000 rupiah per pasang. Sedangkan merek-merek lain, pada saat itu harganya 450.000-700.000 rupiah per pasang. Dengan tingkat gaji masih 250.000 rupiah per bulan, tentu aku tak mampu.

Pakai lensa kontak, berarti juga jadi konsumen cairan lensa kontak. Satu merek yang sejak awal kupakai adalah Schön Multipurpose Solution. Botolnya besar, 500 mililiter. Aku bisa menghabiskannya dalam 2 atau 3 bulan. Dan mataku cocok pakai cairan lensa kontak ini. Sedangkan merek lain akan membuat mataku gatal, kemerahan, bahkan iritasi. Karena itu, dari dulu sampai sekarang, aku setia pada produk ini.

Harganya pun sejak dulu stabil. Dari 30.000 rupiah per botol pada 2003, dan setelah 12 tahun, harganya belum jauh melonjak ke 40.000 rupiah per botol. Namun, memang, saat ini produk tersebut agak sulit dicari di pasaran. Kurang laku, katanya. Ada di beberapa optik kecil atau Optik Tunggal, yang merupakan distributornya di Indonesia.

Makan Malam di Foodhall

Kemarin, aku dan Bebi Vendra menghabiskan waktu di Mall @ Alam Sutera, alias Mall Kupu-kupu (menurut bahasa Bebi Vendra). Sebelum pulang, kami ingin makan dulu, tapi bingung ingin memilih apa. Sudah jam 9 malam pula.

Akhirnya kami memilih untuk makan di Foodhall, yang terletak di lantai Lower Ground, (tentunya) di bawah Sogo.

Bebi Vendra tertarik pada ayam goreng krispi. Sang pelayan menawarkan paket hemat 2 potong ayam goreng krispi dengan nasi atau kentang goreng seharga 20.000 rupiah. Ayamnya terlalu kering, tepungnya terlalu tebal. Jadi kurang bisa dinikmati. Seperti makan nasi pakai tepung goreng kering.

Aku tertarik pada ayam panggang dengan kentang tumbuk dan saus jamur. Harga per porsinya 39.000 rupiah. Potongan ayamnya cukup besar. Kentang tumbuknya lembut dan krimi, bumbunya kuat terasa. Ditambah sedikit siraman saus jamur yang sedap. Menu ini lumayan.

Kalau sedang sepi, makan di Foodhall memang nikmat. Tapi kalau sedang ramai pengunjung, suasananya akan sangat berantakan dan tidak nyaman.

Egg Mushroom Sandwich

Menu ini cocok untuk sarapan, juga untuk mengganjal perut di sore hari. Bahan-bahannya sederhana dan cara membuatnya pun mudah banget.

Bahan-bahannya:
2 lembar roti tawar
1 keju cheddar lembaran
1 sendok makan jamur kancing, potong kecil-kecil
1 sendok makan daging cincang
1 siung bawang putih, cincang
1 butir telur
1 sendok teh kaldu
garam
lada
bawang daun, iris
mayones
saos tomat
saos sambal (jika suka)

Cara membuatnya:
1. Panggang roti tawar hingga kedua sisi masing-masing roti agak kecoklatan.
2. Campurkan telur, jamur, daging cincang, kaldu, sejumput garam, sejumput lada, bawang daun. Buat telur dadar.
3. Tumpuk roti tawar, telur dadar, keju cheddar lembaran, tambahkan mayones dan saos tomat (juga saos sambal, jika suka), tutup lagi dengan roti tawar. Potong sandwich, dan sajikan.

Selamat mencoba!

Perhitungan Konsumsi Bahan Bakar CiKA

CiKA adalah sebutanku untuk si mobil city car AKAP, alias mobil mungil yang setia mengantar kami antar kota antar propinsi. Berikut adalah contoh perhitungan konsumsi bahan bakar CiKA:

Perhitungan ini dimulai setelah mengisi penuh tangki bahan bakar pada tanggal 12 Desember 2014 dengan Pertamax. Kemudian, sehari-hari dipakai jalan-jalan seputar Ciledug dan Alam Sutera, kebanyakan dari mall ke mall, dengan AC yang selalu menyala di level 2. Kebetulan, cuaca memang sedang gerah banget.

Itu juga termasuk hampir 1 jam mesin menyala dengan AC di level 2, tapi tidak jalan. Kadang aku melakukan pemborosan tersebut ketika Bebi Vendra tertidur di ‘saat yang kurang tepat’.

Dan akhirnya, kami isi penuh tangki bahan bakar lagi di tanggal 20 Desember 2014. Dari situlah didapat perhitungan konsumsi bahan bakar untuk pemakaian mobil di dalam kota ini.

Mungkin, kalau kami bepergian ke arah Jakarta, yang banyak titik macetnya, konsumsi bahan bakarnya akan lebih boros. Sedangkan ketika kami jalan-jalan ke daerah, konsumsi bahan bakarnya bisa jauh lebih irit lagi, karena lebih banyak jalan lancar dengan kecepatan cukup tinggi.

Yang penting, perawatam mesin mobil, pengecekan ban, juga perilaku berkendara yang baik juga berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar.

Loka Flavor Bliss

Siang itu, Bebi Vendra minta cronut-nya The Harvest, Flavor Bliss, Tangerang Selatan. Namun, yang dicari tak tersedia. Kami pun menyusuri Flavor Bliss, berharap dapat menemukan cronut di gerai lainnya. Akhirnya kami menyerah dan memilih untuk belok ke gerai roti Bakerhood, yang berada satu bagian dengan Loka.

Ia tertarik pada roti berlapis coklat, dengan isi krim coklat, yang dinamai Choco Glaze. Harganya 9.000 rupiah per buah. Ia cuma memakannya separo. Mungkin kemanisan. Aku sendiri tak tertarik untuk mencobanya.

Aku malah tertarik pada Milo Choux. Choux pastry dengan krim di dalamnya, dan taburan Milo di bagian atasnya. Harganya 10.000 rupiah per buah, ukurannya tidak sebesar choux pastry yang banyak ditemui di pasaran, namun choux pastry-nya sendiri empuk dan garing. Krimnya lumer di mulut, tidak nyangkut di langit-langit mulut, juga tidak terlalu manis.

Sambil bersantai sejenak, aku memesan Black Coffee seharga 25.000 rupiah per cangkir, di gerai Philocoffee, yang juga berada di area tersebut. Karena lapar mata, aku memesan Choco Petit Croissant seharga 12.500 per buah. Tidak se-‘kecil’ namanya, danish coklat ini justru tampak gendut besar menggiurkan.

Tapi perutku sudah merasa penuh, sebenarnya, oleh Milo Choux. Jadi Choco Petit Croissant-nya kubawa pulang, untuk sarapan besok paginya.

Bubur Sumsum

Kebetulan, aku punya banyak tepung beras organik. Kemudian, kepikiran untuk bikin kudapan. Yang paling gampang, ya diolah menjadi bubur sumsum.

Bahan-bahannya:
1 cangkir tepung beras (organik atau tidak, soal selera pribadi kok)
1 cangkir air
1 cangkir santan encer
garam
vanila (kalau ada dan kalau suka)
setengah cangkir gula kelapa
setengah cangkir air

Cara membuatnya:
1. Campurkan 1 cangkir tepung beras dengan 1 cangkir air dan 1 cangkir santan encer, juga sejumput garam dan sejumput vanila. Aduk rata, kemudian masak dengan api kecil sambil diaduk sesekali.
2. Jika sudah mengental dan muncul gelembung udara, matikan api.
3. Untuk membuat saus gula, campurkan gula kelapa atau gula jawa dengan setengah cangkir air dan sejumput garam. Masak hingga mendidih.
4. Sajikan bubur sumsum dengan siraman saus gula.

Mudah banget, kan?

Selamat mencoba.

Mudik Natal 2014

Mudik Natal sudah menjadi tradisi keluarga kecil kami. Tahun ini, ceritanya cukup panjang. Jadi, detail mengenai tempat yang sempat kami kunjungi ada dalam tulisan-tulisan tersendiri.

Sebenarnya, kami berencana untuk mudik tanggal 18-30 Desember. Namun, karena pekerjaan suamiku yang sedang membludak, kami baru bisa berangkat tanggal 20. Itupun setelah semalaman beliau tidak pulang untuk menyelesaikan pekerjaan yang memang tak kunjung habis. Bersyukur, tentunya. Karena, banyak pekerjaan berarti bakalan dapat banyak duit kan? Amini saja!

Kami berangkat hari Sabtu, di mana tampaknya banyak hajatan sehingga jalanan sejak dekat rumah kami pun padat. Tak kurang 2 jam, kami baru berhasil sampai tol Pancoran. Sudah masuk tol pun masih padat. Tampaknya, setelah ambil rapot anak-anak sekolah, banyak yang ingin berlibur ke Bandung. Setelah pecahan jalan menuju Bandung dan Purwakarta, jalanan baru lengang.

Keluar tol, kami ketemu beberapa titik padat merayap, yaitu menuju Simpang Jomin dan ketika akan masuk ke Jalan Pantura. Ini kali pertama kami mudik Natal via jalur pantai utara Jawa, karena kami berencana mampir ke Pekalongan, Kudus, Semarang, baru ke Yogyakarta.

Terakhir kali lewat Pantura, mungkin sekitar 6 tahun lalu, seingatku jalannya belum ada pembatas jalur dan bolongnya parah. Tapi kali ini situasinya jauh berbeda. Jalanan pun tidak seramai arus mudik lebaran. Cukup lancar, tapi tetap didominasi kendaraan plat B. Dan satu kendaraan yang sangat banyak kami temui sepanjang jalan, sehingga menarik perhatian kami, yaitu truk pengangkut mobil. Mungkin di akhir tahun para pedagang mobil harus menutup target dengan cukup gila-gilaan.

Seperti gaya berkendara kami biasanya, kami jalan santai, banyak mampir di mini market atau pombensin, untuk sekedar merenggangkan otot kaki dan menghirup udara luar kabin mobil. Karena itu, setelah sekitar 12 jam perjalanan, kami baru sampai Ketanggungan, Brebes. Tujuan awal kami seharusnya ke Pekalongan, namun karena suatu hal, orang yang akan ditemui justru sudah kembali ke Brebes. Di sana, kami sekedar berkunjung dan menyapa salah satu kawan satu hobi suamiku. Sebagai informasi, suamiku tercinta sedang jatuh cinta sama burung dara kolongan. Jadi, beliau juga ingin memanfaatkan acara jalan-jalan ini untuk mampir menemui kawan-kawan satu hobinya.

Setelah sekitar 3 jam bercengkrama sembari sedikit meregangkan otot, kami melanjutkan perjalanan. Karena waktu sudah lewat tengah malam, kami mengistirahatkan otak dan mata dulu di Restoran Pringsewu Tegal. Lewat subuh, mobil kami sudah meluncur lagi menyusuri jalan Pantura.

Masuk Pekalongan, perut kembali minta diisi. Kami mampir makan soto di pinggir jalan. Sebagai atraksi kuliner, seharusnya kami mencoba tauto, ya? Tapi nyali kami ternyata tak cukup. Sudah kenyang, kami melanjutkan perjalanan.

Di daerah Weleri, kami bermaksud mengisi tangki bahan bakar mobil, meskipun masih setengah kosong. Pombensin yang pertama kali tertangkap mata dan kami datangi ternyata tidak menerima pembayaran dengan kartu debit. Uang tunai di kantong sudah hampir habis, jadi kami harus mencari pombensin yang melayani pembayaran dengan kartu debit. Atau, paling tidak, ada ATM.

Sambil mencari pombensin lagi, kami tertarik pada plang petunjuk arah menuju the sea Pantai Cahaya. Tak jauh dari papan petunjuk arah itu, ada SPBU. Kami membeli bahan bakar di sana, sambil mencari informasi mengenai pantai tersebut. Setelah tangki bahan bakar penuh, kami pun putar balik mengikuti papan petunjuk arah menuju the sea Pantai Cahaya. Kisah kunjungan kami ke obyek wisata tersebut bisa dibaca di sini.

Rasa penasaran tentang the sea Pantai Cahaya terjawab sudah. Kami kembali ke jalan Pantura.

Perjalanan cukup lancar. Masuk Semarang, baru ketemu jalanan padat merayap. Tadinya, kami ingin mampir makan di Paragon. Sayangnya, kami bahkan tidak dapat parkir. Akhirnya kami makan di Pizza Hut, DP Mall, Semarang.

Habis makan, kami bermaksud lanjut ke Kudus. Namun, di depan Stasiun Tawang, kami melipir lagi untuk bersantai sejenak di pinggir polder Tawang. Di situ, kami cuma duduk-duduk menikmati udara di luar kabin mobil, melemparkan remah-remah kue ke danau untuk ikan-ikan, tak lupa, foto-foto. Tak lama, kami sudah meluncur lagi, melanjutkan perjalanan menuju Kudus.

Tujuan kami ke Kudus adalah mengunjungi keluarga di sana. Menginap satu malam di tempat tinggal salah satu kerabat. Besoknya, kami berangkat lagi ke Semarang, mengunjungi keluarga yang lain. Sebelum ke Semarang, kami mampir ngopi dan nongkrong di Omah Bakery & Coffee Shop, di kota Kudus. Review mengenai kedai kopi tersebut bisa dibaca di sini.

Kami juga menginap satu malam saja di Semarang. Besok paginya, kami sempat jalan-jalan ke pemancingan sambil makan siang bersama keluarga yang kami tumpangi menginap. Sudah kenyang, cuaca hujan, kami kembali ke rumah tempat kami menginap untuk leyeh-leyeh sebentar.

Sorenya, kami pamit untuk melanjutkan perjalanan menuju Yogyakarta. Di pertigaan KFC Candi, kami belok ke Sisingamangaraja untuk ngopi dan nongkrong di My Kopi O!. Baca juga review tentang coffee shop ini di sini. Akhirnya, kami baru sampai rumah keluarga kami di Yogyakarta, menjelang tengah malam.

Besoknya, kami makan siang di Mr. Pancake, Plaza Ambarrukmo. Jalan-jalan sebentar di mal tersebut, kemudian lanjut nongkrong di angkringan yang terletak di jalan Munggur. Aku sempat menikmati makan malam bakmi jowo yang berjualan di dekat situ juga. Setelah menikmati suasana malam Natal di Gondokusuman, kami kembali ke rumah Mamaku, tempat kami menginap.

Hari Natal, seperti 25 Desember tahun sebelumnya, kami sekeluarga besar mengunjungi makam Oma tersayangku di Terban. Kemudian, kami bertiga plus adikku yang ganteng mampir makan siang di Pizza Hut Sudirman. Restoran ini unik, karena gaya bangunannya kuno dan terasa adem. Sudah kenyang, kami pulang untuk beristirahat.

Malamnya, kami memutuskan untuk mengajak Mamaku, Opaku, juga Adikku untuk makan malam bersama. Rice Bowl di Plaza Ambarrukmo dipilih karena lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah dan menunya nggak neko-neko.

Hari Jumat, kami berpetualang seru dari kaki gunung ke pantai ke coffee shop dan ke gunung. Adikku dan Kekasihnya ikut meramaikan suasana. Kami berlima berangkat pagi-pagi dan pulang mendekati tengah malam. Baca kisah lengkapnya di sini ya.

Hari Sabtu, kami menikmati waktu bermalas-malasan di rumah Mamaku. Cuaca juga gerimis awet. Sorenya, baru kami bergerak lagi, untuk menikmati makanan khas Italia di Il Mondo. Silakan baca reviewnya di sini.

Besok paginya, kami pamitan untuk memulai perjalanan kembali ke Tangerang. Tapi kami berencana mampir-mampir dan jalan santai. Tujuan pertama kami adalah Temanggung. Ada apa sih di Temanggung? Silakan baca di sini.

Setelah satu malam di Temanggung, kami melanjutkan perjalanan pulang. Di Wonosobo, kabut sangat tebal, jadi kami minggir sebentar ke Warung Joglo.

Perjalanan dilanjutkan, sampai kami istirahat dan makan malam di Banaran 9 Banyumas. Kami mencoba Nasi Soto Ayam, yang rasanya lumayan. Kombinasi bumbunya pas, porsinya juga menurutku pas. Aku juga mencoba Macchiatto dengan semburat aroma karamel yang sedap.

Kami juga sempat belok dulu ke pantai Pangandaran. Kisah seseruan kami di pantai Pangandaran ada di sini ya.

Habis itu, perjalanan bablas terus sampai Nagreg. Kami mampir makan malam di Rumah Makan Cibiuk. Lalu lanjut tancap gas lagi. Mampir isi bensin di rest area km 125, tapi kemudian beristirahat di rest area km 97. Badan sudah terasa nggak keruan, jadi kami merem dulu dan melanjutkan perjalanan pulang lewat subuh.

Sampai rumah, akhirnya aku tumbang kena ISPA alias infeksi pernafasan. Demam 2 hari, terkapar tak berdaya. Namun, dengan bantuan antibiotik alami dan makanan sehat juga perhatian dari suamiku tercinta, yang tak pernah lelah merawatku dengan penuh kasih sayang, kondisiku bisa segera pulih.

Perjalanan Mudik Natal 2014 ini dimulai pada angka odometer 43225, setelah mengisi penuh tangki bahan bakar di SPBU dekat rumah. Dan ketika sampai kembali di rumah, angka odometer menunjukkan 45121. Selama perjalanan, kami mengisi bensin sebanyak 4 kali. Perhitungan kira-kira konsumsi bahan bakarnya sekitar 1:21.

Selamat Natal & Tahun Baru!