Tidak Sesuai Pesanan di J.Co Living World

Belakangan ini, banyak teman di Facebook yang mengeposkan atau membagi pos orang lain mengenai penipuan yang dilakukan kasir gerai makanan dan minuman. Intinya, kita diminta mengecek ulang nota dan teliti. Mereka tertipu karena si kasir menambahkan item yang tidak dipesan ke dalam tagihan, baik yang item nya memang diberikan kepada si pelanggan, maupun yang hanya membayar tanpa dapat apa-apa.

Hari Minggu lalu, aku mengalami kejadian serupa. Yang ditagihkan tidak sesuai dengan pesananku.

Sore itu, aku dan Bebi Vendra nongkrong di J.Co Living World. Karena cuaca agak dingin akibat gerimis yang turun sore itu, aku hanya ingin segelas Coklat Panas. Aku tidak pernah suka Glazy-nya J.Co, donat salut gula yang biasanya diberikan gratis bersama pembelian segelas minuman.

Aku sempat bilang pada si kasir kalau aku nggak mau mengambil jatah Glazy-ku. Namun, dengan gaya kalem, ia bilang kalau Glazy-nya diganti Cheesy Rich. Donat keju.

Setelah itu, aku baru mengecek struk pembayaranku. Ternyata, si kasir mengganti pesananku 1 gelas coklat panas menjadi paket coklat panas dan donat keju.

Well, ini memang ‘penipuan’, mengganti pesanan pelanggan tanpa konfirmasi. Tapi, dalam kasusku, ini tidak merugikan. Karena, harga 1 gelas coklat panas bonus donat gula sama dengan paket coklat panas dan donat keju. Namun, aku tetap ingin menyampaikan agar teliti mengecek struk pembelian, supaya tidak terjadi sesuatu yang kurang menyenangkan.

Selamat jajan!

Advertisements

Arti Ibu Jari

Aku baru saja diajari arti sebuah ibu jari. Ketika jempol kananku cedera, aku jadi cukup kesusahan.

Ceritanya, hari Kamis malam, aku dan Bebi Vendra habis jalan-jalan ke seputaran Alam Sutera. Kami ketemu penjual kentang bebas pestisid. Aku langsung kepikiran bikin kripik kentang sendiri, tanpa garam, apalagi MSG.

Namun, tanganku terpeleset dan jempolku nyangkut di alat pengiris kripik. Tadinya, kupikir hanya tergores sedikit. Tenyata, lukanya cukup dalam. Bahkan, untuk beberapa menit yang terasa panjang, darah tak berhenti mengalir. Bebi Vendra sendiri sempat panik melihat keadaanku.

Besoknya, ketika hendak membersihkan luka tersebut, sembari mengganti plester luka, aku baru sadar sepenuhnya, kalau lukanya cukup dalam. Bisa dibilang, jempolku cuil! Pantas saja aku merasa linu dan tak berdaya karena kesulitan melakukan banyak hal.

Mengetik di ponsel pun kesulitan. Tidak bisa mencuci peralatan makan, apalagi mencuci pakaian. Menyetir mobil pun ada beberapa posisi yang membuatku meringis kesakitan. Bahkan, tidak bisa makan pakai tangan, dan menggunakan sendok harus perlahan-lahan. Intinya, aku jadi super lambat.

Padahal, kalau dipikir-pikir, ini ‘hanya’ luka di bagian ujung ibu jari, tapi cukup mengacaukan kehidupan sehari-hari. Tapi aku tidak mengeluh, dan memang tidak ingin mengeluh. Yang terpikir, hanyalah memenuhi nutrisi tubuhku melalui makanan bergizi supaya luka tersebut bisa segera pulih.

Syukurlah, hari Senin malam, aku sudah mulai bisa menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah dengan cukup baik. Sudah bisa mencuci pakaian. Berarti pola makanku cukup baik ya?

Aku juga semakin diingatkan untuk tidak pernah lupa bersyukur untuk kesehatan dan kesempurnaan tubuh ini. Setiap pagi terbangun dengan tubuh sehat dan setiap hari berlalu dengan banyak pekerjaan dan kegiatan, sudah berlimpah berkat dari Sang Empunya Hidup.