Jalan-jalan Karimun Wagon R 2014

Hari Sabtu, 10 Mei 2014 lalu, aku ikutan seseruan di acaranya Suzuki, yaitu Jalan-Jalan Karimun Wagon R. Acara ini adalah bagian dari promosi mobil murah terbaru bermerek Suzuki, Karimun Wagon R. Namun, acara ini terbuka untuk seluruh anggota keluarga Suzuki Karimun. Mulai dari Karimun kotak hingga Karimun Estilo. Kebetulan, aku pengendara Suzuki New Karimun Estilo.

Pendaftaran peserta dibuka di dealer Suzuki terdekat. Aku beruntung, dibantu oleh tenaga penjualan yang membuatku membeli mobil ini, untuk mendaftarkan diriku ikutan acara ini.

Aku sampai di titik kumpul hampir jam 7 pagi. Aku memilih titik kumpul di Suzuki BSD. Setelah daftar ulang, menempelkan stiker di mobil, berganti kaos yang disediakan, juga mengganjal perut dengan roti yang dibagikan, kami mulai konvoy menuju Taman Budaya, Sentul, Bogor.

Biasanya, aku sebal terhadap konvoy kendaraan di jalanan. Karena itu, aku merasa agak sungkan. Ditambah, petugas kepolisian yang mengawal kami meminta untuk menyalakan lampu hazard sepanjang perjalanan. Sudah nggak enak pada pengendara lain, ditambah merasa bodoh dan norak, menyalakan lampu hazard. Bukannya konvoy cukup dengan menyalakan lampu utama saja?

Sesampainya di lokasi acara, kami termasuk yang belakangan datang. Karena itu, kami dapat tempat parkir cukup jauh dari area utama keseruan.

Setelah berjalan kaki sekitar 400 meter, kami mengambil jatah makan. Sejak awal tadi, apapun yang dibagikan adalah sebanyak 4 buah. Baik kaos, maupun kotak roti untuk sarapan. Dan jatah makan berupa kotak KFC berisi dua potong ayam goreng dan nasi pun kami terima sebanyak 4 kotak.

Padahal, aku hanya berdua saja dengan Bebi Vendra. Kebetulan, suamiku tercinta ada acara band. Jadilah, aku harus menenteng sangat banyak barang selama acara.

Setelah ritual pembukaan acara, aku menawarkan Bebi Vendra untuk ikutan lomba melukis kaos. Tidak ada ambisi untuk menang. Semata-mata karena aku ingin Bebi Vendra mengikuti kegiatan yang membantunya belajar mengembangkan diri.

Aku pun tidak seribet orang tua lain. Aku mendampingi di dekat Bebi Vendra, tapi tidak mendiktenya. Hanya memberitahukan caranya mewarnai kaos di hadapannya. Biarkan saja Bebi Vendra mengikuti kreativitasnya sendiri.

Setelah mewarnai kaos, kami mengantri untuk menikmati es krim Häagen-Dazs. Sementara kotak makanan ringan mulai disiapkan oleh panitia.

Sempat hujan deras. Sebentar tapi cukup membuat area becek dan berlumpur.

Bebi Vendra sendiri lebih tertarik memperhatikan truk pemadam kebakaran yag terparkir di area acara. Ya, truk memang kegemarannya.

Menjelang akhir acara, sembari menikmati kotak makanan ringan dan duduk-duduk, aku menyeruput kopi hitam, sedangkan Bebi Vendra asik meneguk teh hangat.

Aku juga sempat test drive Karimun Wagon R. Terasa ringan, dan terasa ringkih dibandingkan New Karimun Estilo. Mobil murah sih ya?

Dan aku merasa risih dengan Shift, fitur yang memberi tanda untuk pindah gigi persneling. Aku sudah kebiasaan menaikkan gigi persneling di 3500-4000 rpm!

Acara selesai sekitar jam 5 sore. Pulangnya tidak dikawal lagi. Padahal jalan tol ke arah Jakarta cukup macet. Kembali jadi pengendara biasa, yang tampak nyeleneh dengan stiker besar-besar di sekeliling body mobil.

Lelah, tapi kami cukup senang.

Advertisements

Published by

veronicalucia

Enjoying life...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s