Lapakan Jalan-jalan: Putrajaya

Beberapa minggu lalu, aku dan Berta kepikiran untuk ngelapak sembari jalan-jalan ke negeri orang. Ingin menambah wawasan tentang pasar di luar negeri sendiri, ingin melihat situasi pasar di luar negeri, yang pasti, menambah pengalaman.

Kami pun memilih untuk bergabung dengan Black Market Malaysia. Alasannya karena melihat akun instagram mereka yang tampak seru di setiap event. Bahasa mereka di email pun santai, tidak kaku. Ketika menghubungi organizernya secara langsung melalui whatsapp pun mereka bersikap baik, ramah, santai, seru dan tidak kaku. Mereka bahkan terbuka untuk menyambut kami, yang datang dari negeri lain.

Aku dan Berta pun sebenarnya hanya melakukan persiapan selama sekitar dua minggu. Pasporku baru jadi sekitar 2 minggu sebelum berangkat, sedangkan paspor Berta sendiri baru bisa diambil di detik-detik terakhir jadwal keberangkatan kami.

Kami dapat tiket Lion Air dengan harga cukup bagus, Rp 1.857.000 untuk 2 orang, pulang-pergi. Untuk pemesanan tiket agak mendekati jadwal keberangkatan, seringkali Lion Air bisa diharapkan. Namun, jika bisa merencanakan perjalanan jauh-jauh hari, biasanya Air Asia yang punya harga tiket bagus.

Kami berangkat Kamis malam, dengan penerbangan JT286, menuju Kuala Lumpur. Tiba di tujuan hari Jumat dini hari. Kami beruntung, termasuk yang pertama merasakan terminal baru KLIA2. Terminalnya masih aroma semen, petugasnya pun masih agak-agak bingung dalam menjalankan tugas.

Di KLIA2, kami dijemput salah satu teman lamaku. Kemudian, kami ke rumah kawanku yang lainnya, untuk menumpang menginap. Tadinya, kami berencana menginap di hotel, tapi ternyata, salah satu temanku tinggal tak jauh dari tempat acara berlangsung. Bahkan, sangat dekat dengan hotel di mana kami seharusnya menginap.

Kami merem sebentar, lalu terbangun jam 7 pagi. Salah satu panitia acara akan menjemput kami, untuk kemudian ke tempat acara bersama-sama, karena kebetulan ia tinggal tak jauh dari situ. Namun, karena belum tahu alamat, ia jadi datang terlambat. Kami bahkan sempat makan nasi lemak dulu.

Acara hari pertama cukup sepi. Hanya di jam anak pulang sekolah saja, tampak ada beberapa anak dan orang tuanya melintas. Namun sampai kami membereskan lapak, sabunku hanya terjual 3 buah saja. Itu pun yang 1 dibeli tetangga lapak sebelah.

Sampai di rumah temanku sekitar jam 10 malam kurang sedikit. Kami langsung pulas.

Hari kedua, penjualan agak lebih baik daripada hari sebelumnya. Tapi acara masih terasa cukup sepi. Pulangnya, panitia mau mengajak kami jalan-jalan dan nongkronf. Sayangnya, kami merasa sangat kacau. Kelelahan dan adaptasi tubuh terhadap iklim di sana, membuat energi kami terkuras habis.

Hari ketiga, kami merasa lebih segar dan bugar. Kami pun baru berkeliling ke pelapak-pelapak lain. Sembari mencari oleh-oleh unik untuk keluarga di rumah. Penjualan kami sendiri pun bagus. Karena pengunjung cukup banyak.

Rupanya, hari-hari sebelumnya, banyak orang yang pulang kampung karena itu adalah akhir minggu panjang. Dan di hari Minggu, banyak yang sudah kembali.

Pulangnya, panitia mau mengajak kami jalan-jalan lagi. Namun keluarga tempat kami menginap datang ke tempat acara dan bermaksud ingin mengajak kami makan-makan.

Kami janjian dengan teman yang waktu itu menjemput di bandara, di dekat mesjid Putrajaya. Kemudian, kami bersama-sama ke sebuah restoran Thailand. Akhirnya ketemu sayur!

Setelah rentetan nasi lemak, nasi briyani, nasi goreng, meehun sup, di hari-hari sebelumnya. Kami sungguh rindu menikmati sayuran.

Selesai makan, kami kembali ke rumah. Bisnis masih berlanjut sebentar, karena istri dari temanku itu tertarik untuk membeli beberapa produk.

Besoknya, kami pulang ke Jakarta. Di detik-detik terakhir, kami menyempatkan untuk membeli beberapa coklat Beryl’s untuk oleh-oleh.

Lelah, memang. Tapi kami senang mendapat pengalaman baru, juga kenalan-kenalan baru. Selanjutnya, sang tuan rumah menyarankan untuk menambah waktu kunjungan kami di Malaysia, supaya ada waktu untuk jalan-jalan dan belanja-belanja. Kami juga memerlukannya untuk sekedar mengisi ulang tenaga yang cukup terkuras.

Di Malaysia banyak bazaar, namun sebaiknya pilih dengan cermat. Karena aku mendengar banyak keluhan mengenai organizer yang tidak terlalu peduli terhadap pelaksanaan acara dan terhadap para vendor. Black Market Malaysia ini cukup oke, menurut pengalaman pribadiku.

Jangan lupa untuk menyempatkan diri melakukan survey kecil mengenai lokasi bazaar. Putrajaya Precint 16 ini adalah kawasan pemerintahan. Banyak keluarga dan bayi. Jadi yang tampak lebih laku terjual di antaranya makanan atau kue-kue buatan rumah, pakaian atau keperluan kerja, juga keperluan bayi atau balita.

Yang penting, keberanian untuk mulai melangkah merupakan suatu prestasi. Kalau kita tidak berani mencoba, bagaimana bisa tahu situasi di luar sana?

Published by

veronicalucia

Enjoying life...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s