Mengunjungi Yoshinoya Grand Indonesia

Secara pribadi, aku suka menu-menu makanan Yoshinoya. Porsinya cukup dan pilihannya bervariasi. Harganya pun pantas.

Kemarin, kebetulan kami terdampar di Grand Indonesia, Jakarta. Kebetulan pula, perut minta diisi. Kami pun bela-belain antri di gerai Yoshinoya.

Menu favoritku adalah Veggie Beef Bowl paket dengan gorengan udang. Harga sepaketnya sekarang 45.000 rupiah. Eh, tapi sekarang nggak dapat sup gratis ya?

Advertisements

Kippabuw’s Third TV Appearance

On Thursday, May 22nd 2014, I had my third TV appearance with Kippabuw. This time, it’s for MNC Home & Living Channel, which can be viewed using service of Indovision, for the programme Smart Living. This episode was taking the issue of ecoliving, a life style, which is environmentally friendly, also natural. So I can share about natural ways to treat our own bodies, also on how to take care of our home in natural ways, yet ecofriendly.

I feel honored and blessed. Thank you for all the support.

Pertama Kalinya ke Seulawah Coffee

Di seputar Meruya, Jakarta Barat, ada salon dan kafe baru. Salonnya bernama Kaminoke, sedangkan kafenya dinamai Seulawah Coffee. Kebetulan, sang pemilik memang berasal dari tanah rencong.

Kedai bernuansa sederhana namun nyaman ini menyediakan berbagai variasi kopi, dengan bahan dasar kopi segar dari Aceh. Aku mencoba kopi susu. Rasa kopinya ringan, tidak berlebihan dan berpadu pas dengan rasa susu yang kalem aja. Tidak terlalu manis pula, karena tanpa tambahan gula. Harganya pun terjangkau, 10.000 untuk satu cangkir kopi dengan porsi cukup ini.

Pretzels Oreo

Pretzels buatan rumahan ini kubeli dari salah satu pelapak di Black Market Malaysia, 2-4 Mei 2014 lalu, di Kompleks Kejiranan, Precint 16, Putrajaya. Aku tertarik karena tampak unik. Pretzels buatan rumahan!

Awalnya, aku diberikan tester. Aku langsug suka rasanya. Renyah, garing dan empuk. Tidak manis, sehingga berpadu pas dengan coklat putih dan remah oreo di sebagian sisinya. Aku langsung membeli dua toples, satu untuk mertuaku, satu lagi ceritanya untuk Bebi Vendra, tapi akhirnya aku sendiri yang menghabiskannya.

Harga per toplesnya RM 25. Lumayan juga. Tapi isinya 50 buah pretzels enak. Kalau ketemu si pelapak lagi, aku ingin beli lagi!

Jalan-jalan Karimun Wagon R 2014

Hari Sabtu, 10 Mei 2014 lalu, aku ikutan seseruan di acaranya Suzuki, yaitu Jalan-Jalan Karimun Wagon R. Acara ini adalah bagian dari promosi mobil murah terbaru bermerek Suzuki, Karimun Wagon R. Namun, acara ini terbuka untuk seluruh anggota keluarga Suzuki Karimun. Mulai dari Karimun kotak hingga Karimun Estilo. Kebetulan, aku pengendara Suzuki New Karimun Estilo.

Pendaftaran peserta dibuka di dealer Suzuki terdekat. Aku beruntung, dibantu oleh tenaga penjualan yang membuatku membeli mobil ini, untuk mendaftarkan diriku ikutan acara ini.

Aku sampai di titik kumpul hampir jam 7 pagi. Aku memilih titik kumpul di Suzuki BSD. Setelah daftar ulang, menempelkan stiker di mobil, berganti kaos yang disediakan, juga mengganjal perut dengan roti yang dibagikan, kami mulai konvoy menuju Taman Budaya, Sentul, Bogor.

Biasanya, aku sebal terhadap konvoy kendaraan di jalanan. Karena itu, aku merasa agak sungkan. Ditambah, petugas kepolisian yang mengawal kami meminta untuk menyalakan lampu hazard sepanjang perjalanan. Sudah nggak enak pada pengendara lain, ditambah merasa bodoh dan norak, menyalakan lampu hazard. Bukannya konvoy cukup dengan menyalakan lampu utama saja?

Sesampainya di lokasi acara, kami termasuk yang belakangan datang. Karena itu, kami dapat tempat parkir cukup jauh dari area utama keseruan.

Setelah berjalan kaki sekitar 400 meter, kami mengambil jatah makan. Sejak awal tadi, apapun yang dibagikan adalah sebanyak 4 buah. Baik kaos, maupun kotak roti untuk sarapan. Dan jatah makan berupa kotak KFC berisi dua potong ayam goreng dan nasi pun kami terima sebanyak 4 kotak.

Padahal, aku hanya berdua saja dengan Bebi Vendra. Kebetulan, suamiku tercinta ada acara band. Jadilah, aku harus menenteng sangat banyak barang selama acara.

Setelah ritual pembukaan acara, aku menawarkan Bebi Vendra untuk ikutan lomba melukis kaos. Tidak ada ambisi untuk menang. Semata-mata karena aku ingin Bebi Vendra mengikuti kegiatan yang membantunya belajar mengembangkan diri.

Aku pun tidak seribet orang tua lain. Aku mendampingi di dekat Bebi Vendra, tapi tidak mendiktenya. Hanya memberitahukan caranya mewarnai kaos di hadapannya. Biarkan saja Bebi Vendra mengikuti kreativitasnya sendiri.

Setelah mewarnai kaos, kami mengantri untuk menikmati es krim Häagen-Dazs. Sementara kotak makanan ringan mulai disiapkan oleh panitia.

Sempat hujan deras. Sebentar tapi cukup membuat area becek dan berlumpur.

Bebi Vendra sendiri lebih tertarik memperhatikan truk pemadam kebakaran yag terparkir di area acara. Ya, truk memang kegemarannya.

Menjelang akhir acara, sembari menikmati kotak makanan ringan dan duduk-duduk, aku menyeruput kopi hitam, sedangkan Bebi Vendra asik meneguk teh hangat.

Aku juga sempat test drive Karimun Wagon R. Terasa ringan, dan terasa ringkih dibandingkan New Karimun Estilo. Mobil murah sih ya?

Dan aku merasa risih dengan Shift, fitur yang memberi tanda untuk pindah gigi persneling. Aku sudah kebiasaan menaikkan gigi persneling di 3500-4000 rpm!

Acara selesai sekitar jam 5 sore. Pulangnya tidak dikawal lagi. Padahal jalan tol ke arah Jakarta cukup macet. Kembali jadi pengendara biasa, yang tampak nyeleneh dengan stiker besar-besar di sekeliling body mobil.

Lelah, tapi kami cukup senang.

Tiramisu Cake di Family Mart

Jakarta saat ini penuh sesak dengan minimarket bergaya convenient store. Convenient secara harfiah. Nyaman. Nyaman untuk nongkrong berlama-lama. Kebanyakan menyediakan tempat duduk yang enak, sambungan internet nirkabel yang lumayan, juga pilihan makanan dan minuman teman nongkrong mirip kafe namun harganya terjangkau.

Setiap convenient store punya ciri khas sendiri. Yang tengah menjamur adalah yang bergaya Jepang. Salah satunya adalah Family Mart.

Sebenarnya, aku nggak pernah tertarik pada makanan-makanan buatan convenient stores. Tapi Tiramisu Cake ini cukup menarik perhatianku. Satu irisan kecil, dengan kemasan plastik mika, harganya 10.000 rupiah, kupikir bolehlah dicoba.

Ternyata rasanya lumayan. Tidak terlalu manis, sesuai dengan lidahku. Cocok untuk teman santai minum kopi sambil mengobrol.