Petualangan Bersama Paspor Ketumpahan Air

3 April 2014:

Kisah ini berawal ketika aku akan mengajukan penggantian paspor RI karena habis masa berlaku dan aku akan memerlukannya karena Kippabuw berencana ikutan bazaar di Malaysia. Sialnya, ketika sampai kantor imigrasi, aku menemukan botol air minumku sudah terbuka dan isinya hampir habis. Bagian dalam tas tanganku pun tergenang. Semua isi tas pun kuyup. Termasuk paspor lamaku.

Karena tas tanganku terbuat dari bahan kedap air, maka barang-barangku tergenang cukup parah!

Aku pun berusaha melakukan pertolongan pertama kepada tas tangan dan barang-barangku. Kebayang kan? Aku membuang air dari dalam tas tanganku seperti menuang air dari dalam ember.

Barang-barang lain kutepuk-tepuk dengan tisu. Setelah menenangkan diri dari serangan emosi, aku melanjutkan tujuan awalku: mengajukan penggantian paspor habis masa berlaku.

Petugas loket permohonan paspor yang melayaniku bilang, kalau paspor ketumpahan air harus di BAP. Aku kaget dan tidak mengerti.

Kan cuma ketumpahan air minum?

Kan tidak sengaja?

Tinggal ganti baru saja, kenapa harus pakai ribet?

Sang petugas menjelaskan kalau paspor ketumpahan air minum termasuk rusak dan harus melalui proses BAP dengan bagian Wasdakim. Sesuai petunjuk, aku naik ke lantai dua kantor tersebut untuk menemui petugas Wasdakim.

Ternyata tidak langsung proses BAP, melainkan menjadwalkan.

7 April 2014:
Sesuai jadwal yang sudah diatur sebelumnya, aku datang jam 13.30 ke Kantor Imigrasi untuk menjalani proses BAP dengan petugas Wasdakim. Kupikir, proses ini bisa selesai dalam waktu singkat. Nyatanya, aku harus kembali lagi besok paginya untuk melengkapi dokumen pendukung.

8 April 2014:
Aku bangun kesiangan! Jam 07.56 baru melek. Langsung panik. Namun aku langsung meluncur ke Kantor Imigrasi. Tentu saja belum mandi. Tapi aku nggak bilang-bilang, takut harus BAP juga.

Hari ini aku cuma menyerahkan dokumen pendukung, agar berkasku lengkap. Sang petugas memberitahukan bahwa aku tinggal menunggu kabar bahwa aku sudah bisa melakukan pembayaran di Bank BNI, kemudian melanjutkan proses foto dan wawancara. Karena besoknya Pemilu, jadi aku baru bisa mengharapkan lusa.

10 April 2014:
Sekitar jam 08.43, sang petugas mengirimiku pesan teks bahwa aku sudah bisa melakukan pembayaran di Bank BNI. Lumayan, aku mulai melihat titik terang dari proses berkepanjangan ini.

Aku pun bergegas ke Bank BNI dekat rumah. Karena lokasinya di pasar, jadi antri banget. Namun aku cuma bisa bersabar menunggu giliran. Jam 10 pagi lewat, akhirnya aku bisa melunasi pembayaranku. Tanpa banyak membuang waktu lagi, aku langsung meluncur ke Kantor Imigrasi lagi.

Tak lama lagi, mungkin aku akan jadi staf di sana. Atau, paling tidak, calo!

Sampai Kantor Imigrasi, aku langsung mengambil nomor antrian untuk foto dan wawancara.

Aku dapat nomor antrian 137, dan papan penunjuk antrian memperlihatkan angka 101. Aku menemui petugas BAP kesayanganku dulu, dan mempromosikan agar beliau membeli sabun-sabun hasil karya tanganku sendiri. Namanya juga usaha!

Ketika waktu menunjukkan jam 12.00, alias waktunya istirahat makan siang, antrian berhenti di angka 105. Penantianku masih panjang!

Tepat jam 13.00, nomor antrian bergerak lagi. Dan akhirnya nomorku dipanggil sekitar satu jam kemudian.

Aku masuk ke ruangan foto dan wawancara sudah melepas lensa kontak. Dan aku sudah menduga, foto paspor pasti sama jeleknya dengan fotoku di KTP, SIM, atau identitas lainnya.

Setelah foto, aku menjalani proses wawancara. Awalnya, sang petugas bersikap cukup jutek. Namun, ketika menanyakan keperluanku mengurus paspor ini, aku menjelaskan bahwa aku membuat sabun alami dan berencana mengikuti bazaar di Malaysia. Suasana jadi cair ketika si petugas malah jadi tanya-tanya soal produk-produk hasil karya tanganku itu.

Selesai wawancara, aku segera pulang. Lelah.

15 April 2014:
Sesuai jadwal yang diberikan petugas wawancara, aku datang lagi untuk mengambil paspor baruku yang akhirnya sudah jadi.

Syukurlah. Dengan mengerahkan segala kesabaran, segala proses birokrasi dapat terlalui juga.

Mudah-mudahan kisah petualanganku ini bisa membantu teman-teman yang sedang kebingungan.

Published by

veronicalucia

Enjoying life...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s