Tantangan Ibu Penuh Waktu

Mungkin banyak orang yang menyepelekan peran ibu penuh waktu alias ibu yang tinggal di rumah. Mendedikasikan seluruh waktu dan tenaganya untuk mengurusi anak, rumah dan menunggu suami pulang. Bukan cuma orang lain, si pemegang peran pun seringkali menyepelekan peran tersebut.

Padahal, jadi ibu penuh waktu juga perlu wawasan super luas, bukan hanya pendidikan akademis yang cukup.

Masih segar di ingatanku, karena baru kemarin kusaksikan sendiri. Seorang tetanggaku memberikan balitanya yang berusia sekitar2 tahun, permen karet!

Tentu saja si balita menelannya, karena belum mengerti. Dan si ibu malah cengengesan karena menganggapnya lucu. Dan aku sendiri cuma bisa meringis miris.

Aku juga menyayangkan, ibu penuh waktu yang tidak memberikan, minimal ASI eksklusif selama 6 bulan kepada anaknya. Kalau yang kerja kantoran saja bisa ngotot tetap memberikan ASI hingga setidaknya si anak berumur 2 tahun, lalu apa masalahnya dengan ibu yang tinggal di rumah?

Tinggal di rumah sepanjang waktu bersama anak kecil yang tak jarang rewel kadang memang membosankan dan membuat stres. Kalu ibu sudah stres, tentu anak yang kena imbasnya. Inilah tantangannya, yaitu ibu harus bisa kreatif agar tidak terjebak kebosanan. Dukungan dari si ayah serta anggota keluarga yang lain juga penting. Apalagi mungkin si Ayah adalah satu-satunya orang yang banyak di luar rumah, sedangkan si Ibu selalu di rumah sepanjang waktu. Jadi, sebaiknya memang si Ayah mendukung dengan wawasannya yang lebih luas itu.

Chorn Flakes

Aku dan Bebi Vendra sangat suka coklat. Apalagi yang tidak terlalu manis.

Kemarin, aku menyiapkan cemilan berbahan dasar coklat pekat ini untuk kami berdua.

Bahan-bahannya:
100 gram corn flakes tawar
250 gram coklat pekat
2 sendok teh matcha

Cara Membuatnya:
– Hancurkan corn flakes.
– Taburi dengan matcha, aduk rata.

– Lelehkan coklat pekat, lalu campurkan dengan remah corn flakes.
– Ratakan di wadah, kemudian simpan di lemari es selama sekurangnya setengah jam.
– Setelah padat, patahkan menjadi keping-keping kecil.

Rasanya sedikit manis, dengan getir khas matcha berpadu dengan pahit khas coklat pekat, ditambah kerenyahan remah corn flakes bikin nggak bisa berhenti mengudap kalau belum habis.

Selamat menikmati.

Singkong Thailand (Lagi)

Aku sudah pernah memposkan resep Singkong a la Thailand, tapi kali ini aku ingin memposkannya lagi. Karena aku memang menyukai hidangan ini. Cukup mengganjal perut di saat sedang tidak terlalu lapar, dan singkong sendiri merupakan sumber karbohidrat kompleks yang jauh lebih baik bagi tubuh dalam hal suplai energi.

Bahan-bahannya:
500 gram singkong
100 gram gula pasir
100 mililiter Air
100 mililiter santan kelapa
sejumput garam

Cara membuatnya:
– Kupas singkong, lalu cuci dengan air garam hingga bersih.
– Kukus singkong hingga empuk.
– Buat sirup gula dengan mendidihkan air, kemudian aduk gula pasir hingga larut seluruhnya.
– Didihkan pula santan kelapa dengan sejumput garam. Masak pelan-pelan dengan api kecil agar santan tidak pecah.
– Sajikan singkong kukus dengan siraman sirup gula dan santan.

Selamat menikmati.

Terima kasih, Inggit!

Bulan Februari 2014 lalu, aku mengadakan giveaway #FoodForBeautyChallenge. Dan Inggit adalah salah satu pemenangnya. Ia pun menulis review tentang produk Kippabuw yang kukirimkan sebagai hadiah. Silakan baca tulisan Inggit di Inggit’s World.

Terima kasih atas penilaian positifnya, Inggit. Mudah-mudahan, semua apresiasi yang kuterima justru membuatku semakin terpacu untuk memberikan yang terbaik.

Salam!

Kolak Biji Salak (Lagi)

Secara pribadi, aku suka Kolak Biji Salak. Tapi di tempat kami tinggal, makanan tersebut hanya tersedia di bulan puasa, sebagai takjil. Kalaupun ada di waktu lain, jarang sekali dan belum tentu ketemu penjualnya.

Kemarin, kebetulan aku beli ubi di penjual sayur. Aku pun mengolahnya menjadi kolak biji salak. Bebi Vendra tak sabar menungguiku dekat dapur.

Bahan-bahannya:
1 buah ubi
Satu cangkir tepung tapioka
Setengah cangkir gula jawa
Air
Sejumput garam
Sejumput kayu manis bubuk
Sejumput vanila
Santan kelapa

Cara membuatnya:
1. Cuci bersih ubi, kemudian kupas kulitnya dan potong dadu.
2. Kukus hingga lunak. Karena hanya sedikit, aku mengukusnya sembari menanak nasi.
3. Hancurkan ubi yang sudab matang dengan garpu.
4. Tambahkan tepung tapioka, kayu manis bubuk dan vanila. Campur rata.
5. Bentuk bola-bola kecil. Tambahkan sedikit air, jika adonan kurang menempel.
6. Cemplungkan bola-bola ke dalam 2 cangkir air yang dididihkan.
7. Jika bola-bola sudah mengambang semua, masukkan gula jawa.
8. Aduk sesekali, masak hingga gula larut seluruhnya dan air mulai mengental. Matikan api.
9. Sajikan dengan santan kelapa.

Selamat menikmati!