Aku dan Kippabuw

Banyak teman atau kenalan yang sudah lama putus kontak, mengaku penasaran soal Kippabuw. Mereka kaget dan tak menyangka, ketika ketemu atau kontakan denganku lagi, ternyata aku sudah mengusung sebuah bendera.

Jadi sekarang kuperkenalkan dulu dengan Kippabuw. Sebuah merek yang kubangun sendiri, yaitu penyedia sabun, pelembab, lilin aroma, juga produk pembersih buatan tangan, yang kebanyakan terbuat dari bahan makanan. Itu sebabnya, aku memasang slogan Food For Beauty-Makanan untuk Kecantikan.

Kulitku sangat sensitif. Tidak sembarang produk komersial bisa menyentuhnya tanpa meninggalkan jejak kemerahan, gatal, bahkan luka di kulit. Dan aku lelah mencari produk komersial yang bisa bersahabat dengan kulitku. Makanya, aku mencari alternatif lain.

Pilihannya adalah membuat sendiri produk-produk perawatan tubuh dan pembersih, dari bahan yang se-alami mungkin. Dan aku pun nyaman menggunakan produk-produk buatanku sendiri itu.

Kemudian, muncullah ide untuk menjualnya. Karena di luar sana pasti banyak orang yang senasib denganku, dan tak tahu harus kemana. Kalaupun beruntung dikaruniai kulit yang nggak rewel, pasti banyak juga orang yang peduli pada komposisi produk yang mereka pakai. Tak bisa dipungkiri, kita dijejali produk-produk dengan bahan kimia aneh, saat ini.

Nama Kippabuw sendiri terinspirasi dari celetukan Bebi Vendra, yang berusaha menirukan dialog di awal film Hotel Transylvania: “peek-a-boo”. Namun ia melafalkannya terbalik, jadi “kippabuw”.

Akhirnya kupakai celetukan tersebut sebagai merek untuk hasil kerajinan tanganku.

Aku sendiri sudah beberapa tahun beralih ke perawatan tubuh dan pembersih alami. Namun, aku baru mulai menjual Kippabuw sejak Juni 2013.

Dalam perjalanannya, ternyata Kippabuw mendapat respon yang baik. Di luar bayanganku, malah. Bukan hanya terlihat dari angka penjualan yang terus meningkat, tapi juga media massa yang mulai mengekspos Kippabuw.

Aku merasa sangat bersyukur. Berharap aku bisa memberikan yang semakin baik bagi semuanya.

Dalam menjalankan bisnis ini, aku memang melakukan semuanya sendirian. Mulai dari produksi, mengemas, memasarkan, bahkan ketika ikutan bazaar, aku juga turun tangan sendiri. Kecuali beberapa bazaar dimana aku menitipkan barang dagangan kepada teman-teman di kota lain.

Aku juga bertindak sebagai pemilik usaha yang suka berinteraksi secara langsung dengan para pelanggan. Dengan demikian, aku bisa tahu apa yang harus kuperbaiki, juga apa yang disuka orang.

Mungkin aku memang terdengar idealis. Tapi aku ingin tetap memegang bisnis ini sendirian. Tujuannya agar semua tetap terkendali, terutama soal kualitas. Sempat terpikir juga kalau suatu saat perkembangannya menuntutku untuk memproduksi berkali-kali lipat dari kapasitas saat ini. Tapi setelah kuperhitungkan, masih bisa kepegang kok. Jadi aku masih bisa tenang karena kualitas masih bisa kujaga.

Tentu aku juga ingin memanfaatkan tulisan ini sebagai media untuk menyampaikan rasa terima kasihku atas segala apresiasi yang telah ditunjukkan kepadaku dan Kippabuw. Jangan bosan mendukungku ya!

Published by

veronicalucia

Enjoying life...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s