#FoodForBeautyChallenge

Yaaaa…. Kulitku sangat sensitif. Makanya aku banyak menggunakan bahan makanan untuk merawat diriku.

Bagaimana dengan kalian? apakah kalian juga merawat diri secara alami juga?

Ceritakan rutinitas kecantikan apa yang kalian lakukan secara alami, dalam bentuk blog post, atau note di Facebook. Jangan lupa, kasih tahu aku linknya di kolom komentar, di bawah ini.

Tiga cerita terpilih akan mendapatkan paket dari Kippabuw, berisi sabun batangan dan pelembab bibir buatan tanganku sendiri.

Kutunggu sampai 28 Februari 2013 jam 23.59. Aku akan mengumumkan pemenangnya dalam bentuk blog post, jadi jangan sampai kelewatan.

Good luck!

3 Bahan 2 Hari

Bahan yang dibeli:

– 4 buah wortel lokal
– setengah bungkus tempe
– satu buah jagung mani

Bahan yang tersedia di rumah:
– bawang putih
– bawang merah
– tepung terigu
– lada putih bubuk
– kecap manis
– daun bawang

Hari pertama, Tempe Mendoan dan Sup Sayuran.

1. Tempe Mendoan

Bahan:
– seperempat bungkus tempe, dipotong menjadi 6 bagian
– tiga sendok makan tepung terigu
– sejumput lada putih bubuk
– satu sendok makan daun bawang iris
– air secukupnya
– jika suka garam, silakan ditambahkan

Cara membuatnya:
– Campurkan tepung terigu, lada putih bubuk, daun bawang dan air hingga menjadi seperti pasta.
– Masukkan potongan tempe hingga sepenuhnya terbalut campuran tepung.
– Goreng dalam minyak panas hingga kecoklatan.
– Angkat dan tiriskan minyaknya.

Aku sendiri tak begitu suka tempe yang tidak digoreng. Meskipun aku tahu, ketika digoreng, zat-zat baik dalam tempe akan mati. Paling tidak, aku melapisinya dengan tepung, jadi kerusakannya takkan separah jika digoreng begitu saja.

2. Sup Sayuran

Bahan:
– dua buah wortel, kupas, potong dadu
– setengah jagung manis, dipipil
– daun bawang
– lada putih bubuk
– air
– bawang putih
– bawang merah
– tambahkan garam, jika suka

Cara membuatnya:
– Didihkan air bersama bawang putih dan bawang merah.
– Tambahkan wortel dan jagung, tunggu mendidih lagi.
– Tambahkan lada putih bubuk dan daun bawang. Aduk rata.
– Setelah sayuran cukup empuk, matikan api.

3. Tempe Orek

Bahan:
– seperempat bungkus tempe, potong korek api
– bawang putih
– bawang merah
– lada putih bubuk
– kecap manis

Cara membuatnya:
– Goreng tempe hingga matang. Angkat, tiriskan.
– Tumis bawang putih dan bawang merah hingga harum.
– Tambahkan tempe, aduk rata.
– Taburi lada putih bubuk.
– Tambahkan kecap manis, aduk rata.
– Angkat, sajikan.

4. Bakwan

Bahan:
– dua buah wortel, kupas, potong dadu
– setengah jagung manis, dipipil
– tepung terigu
– lada putih bubuk

Cara membuatnya:
– Campur tepung terigu, lada putih bubuk, wortel, jagung dengan air hingga berbentuk seperti pasta.
– Goreng adonan sedikit demi sedikit hingga kuning kecoklatan.
– Angkat, tiriskan.

Porsi tersebut cukup untuk kami bertiga.

Aku dan Kippabuw

Banyak teman atau kenalan yang sudah lama putus kontak, mengaku penasaran soal Kippabuw. Mereka kaget dan tak menyangka, ketika ketemu atau kontakan denganku lagi, ternyata aku sudah mengusung sebuah bendera.

Jadi sekarang kuperkenalkan dulu dengan Kippabuw. Sebuah merek yang kubangun sendiri, yaitu penyedia sabun, pelembab, lilin aroma, juga produk pembersih buatan tangan, yang kebanyakan terbuat dari bahan makanan. Itu sebabnya, aku memasang slogan Food For Beauty-Makanan untuk Kecantikan.

Kulitku sangat sensitif. Tidak sembarang produk komersial bisa menyentuhnya tanpa meninggalkan jejak kemerahan, gatal, bahkan luka di kulit. Dan aku lelah mencari produk komersial yang bisa bersahabat dengan kulitku. Makanya, aku mencari alternatif lain.

Pilihannya adalah membuat sendiri produk-produk perawatan tubuh dan pembersih, dari bahan yang se-alami mungkin. Dan aku pun nyaman menggunakan produk-produk buatanku sendiri itu.

Kemudian, muncullah ide untuk menjualnya. Karena di luar sana pasti banyak orang yang senasib denganku, dan tak tahu harus kemana. Kalaupun beruntung dikaruniai kulit yang nggak rewel, pasti banyak juga orang yang peduli pada komposisi produk yang mereka pakai. Tak bisa dipungkiri, kita dijejali produk-produk dengan bahan kimia aneh, saat ini.

Nama Kippabuw sendiri terinspirasi dari celetukan Bebi Vendra, yang berusaha menirukan dialog di awal film Hotel Transylvania: “peek-a-boo”. Namun ia melafalkannya terbalik, jadi “kippabuw”.

Akhirnya kupakai celetukan tersebut sebagai merek untuk hasil kerajinan tanganku.

Aku sendiri sudah beberapa tahun beralih ke perawatan tubuh dan pembersih alami. Namun, aku baru mulai menjual Kippabuw sejak Juni 2013.

Dalam perjalanannya, ternyata Kippabuw mendapat respon yang baik. Di luar bayanganku, malah. Bukan hanya terlihat dari angka penjualan yang terus meningkat, tapi juga media massa yang mulai mengekspos Kippabuw.

Aku merasa sangat bersyukur. Berharap aku bisa memberikan yang semakin baik bagi semuanya.

Dalam menjalankan bisnis ini, aku memang melakukan semuanya sendirian. Mulai dari produksi, mengemas, memasarkan, bahkan ketika ikutan bazaar, aku juga turun tangan sendiri. Kecuali beberapa bazaar dimana aku menitipkan barang dagangan kepada teman-teman di kota lain.

Aku juga bertindak sebagai pemilik usaha yang suka berinteraksi secara langsung dengan para pelanggan. Dengan demikian, aku bisa tahu apa yang harus kuperbaiki, juga apa yang disuka orang.

Mungkin aku memang terdengar idealis. Tapi aku ingin tetap memegang bisnis ini sendirian. Tujuannya agar semua tetap terkendali, terutama soal kualitas. Sempat terpikir juga kalau suatu saat perkembangannya menuntutku untuk memproduksi berkali-kali lipat dari kapasitas saat ini. Tapi setelah kuperhitungkan, masih bisa kepegang kok. Jadi aku masih bisa tenang karena kualitas masih bisa kujaga.

Tentu aku juga ingin memanfaatkan tulisan ini sebagai media untuk menyampaikan rasa terima kasihku atas segala apresiasi yang telah ditunjukkan kepadaku dan Kippabuw. Jangan bosan mendukungku ya!

Iga Bakar Jogja

Kami sempat mampir ke Iga Bakar Jogja, Gejayan. Aku ingat, dulu aku suka salah satu menu minuman mereka, Es Madu Jeruk Nipis.

Perasan jeruk nipis dengan madu yang menghasilkan rasa manis kecut segar. Yang paling kusuka sih karena menu ini manisnya bukan karena gula pasir. Aku ngga terlalu suka gula pasir!

Bebi Vendra pun suka minuman itu. Ia menghabiskan satu porsi sendirian.

Kami juga mencoba Sop Iga. Komposisi bumbu kuahnya pas, masing-masing berpadu dengan yang lain dan tidak ada yang dominan.

Supernana – Aku Juga Bisa (Lyrics Video)

Supernana was my pop-punk band, several years ago.
I wrote this song when I was in high school, around 1999.

Here is the English translation of the lyrics:

School bell rings melodiously in my ears
I swing a steady pace leaving my class
I see you out there, waiting for me
smile, because we will spend the day together

I smile and say hello, you reply to me
utter sweet words, trying to seduce me
but I know what’s on your mind
calm down, because I’m not as dumb as you think

People say that you have a lot of girlfriends
I’m not the only one
But you would not know
You are also not the only

you smile and feel proud of yourself
but you are surprised when you find out who I am
so do not be too sure of yourself
realize that I could also have a lot of boyfriends

Hope you enjoy this video.