Ikut Tur Tersanjung13

Tanggal 16-20 Desember 2013, Tersanjung13 tur ke beberapa kota di Pulau Jawa. Bersama Endorphins Lost, band dari Amerika Serikat. Sebenarnya bersama Aparratus dari Malaysia dan Crutches dari Swedia juga sih, namun mereka beda rombongan. Meskipun main di acara-acara yang sama.

Hari pertama, main di Bandung. Bukan Bandung kotanya, tapi di sebuah vila di Banjaran. Cukup jauh juga dari kota. Dengan jalan menanjak berkelok-kelok, serta udara sejuk khas pegunungan.

Endorphins Lost berangkat duluan, karena suamiku tercinta harus menyelesaikan sedikit pekerjaan sebelum pergi. Kami bertiga naik CiKA, mobil mungil keluarga kami. Sampai lokasi sekitar jam 9 malam. Aku sempat bertegur sapa dengan beberapa teman yang sudah lama nggak ketemu, bahkan sempat putus kontak.

Cuaca gerimis, dan vila tersebut penuh dengan anak punk yang mabuk alkohol. Tak lama, aku dan Bebi Vendra pun terlelap berdua di dalam mobil. Sekitar jam 2.30 pagi, sang suami membangunkanku untuk menawarkan secangkir kopi. Kami pun menikmati kopi sambil sedikit mengobrol. Setelah itu, kami bertiga lelap dalam mobil.

Karena vila tersebut terletak di atas bukit, menghadap kota, kupikir pemandangannya akan cantik saat matahari terbit. Sayangnya, ketika aku terbangun, waktu sudah hampir jam 7 pagi.

Siangnya, kami berangkat menuju Purwokerto. Inilah saatnya melepas rindu berada di belakang kemudi. Meskipun kurang tidur, aku sangat bersemangat untuk menyetir mobil menuju Purwokerto. Aku memang senang menyetir antar kota.

Sampai Purwokerto sekitar jam 11 malam. Tanpa banyak acara lagi, aku dan Bebi Vendra langsung lelap. Kami menginap di rumah salah satu tuan rumah. Aku terbangun, sekitar jam 8 lebih, namun yang lain masih pada mengorok.

Agak siang, kami ke Aston Imperium untuk mencari koneksi internet. Sambil mengopi dan mencicipi salad. Kisah tentang menu tersebut, nanti akan kutulis terpisah ya.

Setelah makan siang, kami berangkat menuju tempat acara, yang berlokasi di Baturraden.

Sesampainya di sana, kami sempat main air sambil hujan-hujanan di Curug Gedhe. Bebi Vendra girang bukan main. Kapan lagi boleh main hujan dan becek-becekan?

Selama acara berlangsung, Bebi Vendra asyik bermain dan bercanda dengan teman-teman serombongan yang lain. Apalagi setelah dibuatkan mainan bis dari kotak susunya.

Acara selesai sebelum tengah malam. Kami menginap di mess yang ada dalam satu kompleks dengan gedung tempat acara. Aku dan Bebi Vendra tidur di kamar, beralaskan karpet, setelah sempat sedikit mengobrol.

Besoknya, aku bangun sekitar jam 7 pagi. Sampai tiba waktunya berangkat lagi, Bebi Vendra belum bangun. Jadi kami angkat saja.

Setelah makan siang, kami melanjutkan perjalanan menuju Semarang. Medan yang membosankan, setelah dua hari sebelumnya penuh dengan tanjakan, turunan dan kelokan, kami masih harus berkutat dengan kondisi jalan yang sama, selama sekitar 6 jam.

Di Semarang pun, tempat acaranya berupa sebuah kompleks yang terletak cukup tinggi, meskipun berlokasi di kota. Aku sempat melepas rindu juga dengan beberapa teman lama. Tak lama, aku dan Bebi Vendra terlelap di mobil lagi. Sekitar jam 2 pagi, setelah acara selesai, kami pindah ke kamar yang disediakan oleh panitia acara tersebut.

Jam 8 pagi, aku dan Bebi Vendra mampir ke rumah Tanteku, yang ternyata tak jauh dari situ. Sedikit mengobrol, kami pun berpamitan untuk perjalanan selanjutnya, menuju Jogja.

Aku dan suamiku, yang bersama dengab anak-anak band, janjian ketemu di sebuah pom bensin seputar Ungaran. Tapi, belum sampai titik temu yang disepakati, kami sudah ketemu di jalan.

Perjalanan ke Jogja memakan waktu sekitar 3 jam. Setelah masuk Jogja, aku dan suamiku berpisah lagi, karena aku harus mengikuti bazaar di Djendelo Koffie Gejayan.

Setelah bazaar selesai, aku dan Bebi Vendra menyusul para anak band ke tempat acara, yang adalah sebuah studio musik, seputaran Selokan Mataram. Karena Bebi Vendra tertidur, jadi aku tak bisa banyak mengobrol dengan teman-teman. Aku menunggui Bebi Vendra dekat mobil, sambil ngangkring.

Yang kuingat, aku dan suamiku tercinta menyusul Bebi Vendra ke alam mimpi sekitar jam 3 pagi di sebuah hotel seputar Malioboro. Aku terbangun sekitar jam 8 pagi. Setelah sarapan, kami bertiga menemui anak-anak band di rumah seorang teman di Bantul.

Hari kedua bazaar, namun aku merasa malas untuk berangkat. Lokasinya jauh dan cuaca gerimis seharian. Akhirnya kami melewatkan hari bersama di rumah tersebut, sampai tiba saatnya Endorphins Lost berangkat menuju Kediri.

Harusnya, mereka main di Sragen, tapi karena acara direncanakan selesai jam 4 sore, sedangkan mereka bangun terlalu siang, maka penampilan pun dibatalkan.

Banyak pro-kontra soal aku mengajak Bebi Vendra ikut Papanya tur band. Banyak yang mengaku kagum, karena kami dikaruniai anak yang kuat diajak bepergian jauh dan cukup lama. Ada juga yang menghakimiku dan menganggapku menyiksa Bebi Vendra.

Sebenarnya, hal ini sama saja dengan mengajak balita berlibur. Yang penting, jangan lupa sediakan banyak susu UHT kemasan kecil, cemilan berupa biskuit atau wafer, dan air putih berlimpah. Perhatikan juga jadwal dan pola makan si kecil. Jika sudah tahu akan berada di tempat yang tidak tersedia makanan untuknya, siapkan sebelumnya.

Perhatikan juga jadwal tidur si kecil. Kebetulan Bebi Vendra masih cukup tidur selonjoran di bangku belakang mobil kami. Jadi ia tetap bisa tidur nyaman, dan tidak kedinginan meskipun kami banyak berada di daerah sejuk.

Advertisements

Published by

veronicalucia

Enjoying life...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s