Mudik Natal 2013: 26 Desember

Pagi, kami menikmati waktu bersama sambil bersantai. Siangnya, kami ke Semesta Kopi, untuk ngopi sembari sedikit mengecek pekerjaan.

Sorenya, kami ke Studio Musik Olivine, untuk berangkat bareng teman-teman Nothing yang lain ke tempat acara dimana kami akan tampil.

Sambil menunggu waktu dan menunggu anggota band terkumpul lengkap, kami nongkrong di angkringan dekat situ. Selama di Yogyakarta, aku banyak minum teh jahe. Senangnya!

Acara musiknya tak terlalu ramai. Namun aku senang ketemu teman-teman lama.

Tak lama setelah tampil, kami pulang. Aku kelelahan juga.

Mudik Natal 2013: 25 Desember

Selamat natal!

Kami bangun siang, karena baru pulang sekitar jam dua pagi. Keluargaku sudah berangkat ke gereja. Namun mereka berencana akan mengunjungi makam Oma, setelah ibadah. Jadi kami bertiga menyusul ke makam.

Sambil pulang, kami serombongan mampir makan di Soto Kudus Gajah Mada, Stan.

Di rumah, kami bersantai menikmati kebersamaan. Aku sempat memutarkan salinan tayang dari penampilanku bersama Kippabuw di DAAI TV, beberapa bulan lalu. Karena siarannya tidak sampai ke Yogyakarta, keluargaku di sana belum menyaksikannya.

Sore hari, kami bersiap pergi, karena Nothing harus latihan lagi.

Setelah latihan, kami masih mengobrol sambil bercanda. Sempat membicarakan soal rekaman juga. Tapi, yah, begitulah Nothing sejak dulu. Hihihi…

Mudik Natal 2013: 24 Desember

Masih sama seperti hari-hari sebelumnya. Kami menikmati pagi di rumah, sembari bertukar cerita dan bercanda dengan keluarga besarku. Kami makan siang bersama di rumah, sambil merayakan ulang tahun salah satu Tanteku.

Agak sore, kami bersiap keluar rumah lagi. Kemudian, kami meluncur ke Semesta Kopi.

Jam 9 malam, aku mengikuti ibadah di GKJ Gondokusuman, sampai jam 11 lebih. Sebelum pulang, kami mampir makan di Terminal Condong Catur.

Mudik Natal 2013: 23 Desember

Pagi-pagi, seperti biasa, kami menikmati suasana pagi pedesaan. Sarapan bersama keluarga sambil mengobrol dan bercanda. Lalu agak siang, kami baru keluar rumah.

Jadwalku latihan bersama Nothing, mulai jam 7 malam. Jadi kami bersantai dulu sembari mengecek beberapa pekerjaan melalui sambungan internet nirkabel di Combi Moo.

Jam 7 malam, kami pindah ke Studio Musik Olivine untuk latihan Nothing. Akhirnya kumpul lagi, setelah sekitar satu setengah tahun.

Kami mempersiapkan diri untuk penampilan reuni Nothing, pada tanggal 26 Desember.

Setelah selesai latihan, kami masih mengobrol sebentar, kemudian saling berpamitan.

Mudik Natal 2013: 22 Desember

Aku bangun sekitar jam 7 pagi. Rumah Opa ku, tempat kami menginap, sudah sepi, karena sudah pada pergi ke gereja.

Tak lama, suamiku tercinta dan Bebi Vendra pun bangun. Kami menikmati suasana pagi sambil ngopi dan mengobrol. Sekitar tengah hari, kami berangkat menuju Djendelo Koffie.

Hari terakhir bazaar, dan beberapa teman berjanji akan mampir hari ini. Penjualanku tak begitu bagus. Terselamatkan oleh teman-teman sendiri yang belanja beberapa produk Kippabuw.

Setelah acara selesai, suamiku tersayang mengajakku ke Impact karena ada acara musik dan untuk menemui teman-teman. Kami di sana sampai tengah malam.

Caesar’s Salad & Iced Cappucinno at Aston Imperium Purwokerto

Waktu ikutan Tersanjung13 tur ke beberapa kota di pulau Jawa, kami mampir ke Aston Imperium Purwokerto untuk mencari sambungan internet nirkabel. Sambil online, kami sempat mencoba salad dan kopi di Gado-Gado Coffee Shop mereka, yang terletak di lantai 2 hotel tersebut.

Caesar’s Salad nya berisi sayuran segar, potongan kentang rebus, potongan telur rebus dan potonga daging ikan tuna. Disajikan dengan siraman saus thousand island buatan sendiri, yang rasanya enak. Asam dan rasa bumbunya terasa pas di lidah. Ada potongan paprika merahnya, jadi semakin seru.

Sedangkan Iced Cappucinnonya terasa pahit yang tidak menyenangkan.

Seperti biasa, aku selalu penasaran siapa saja orang-orang penting di hotel tersebut. Pekerjaanku selama hampir sepuluh tahun yang berurusan dengan hotel, membuatku cukup mengenal beberapa pekerja hospitality. Namun, dari informasi salah seorang staf, sepertinya tidak ada yang kukenal.

Ternyata, ketika akan membayar tagihan, aku melihat sang Executive Chef, yang kukenal semasa bekerja di Yogyakarta. Sekedar menyapa beliau dan saling bertukar kabar sebentar, namun aku cukup merasa senang. Terima kasih atas makanan nikmatnya, Chef Miswan!

Mudik Natal 2013: 21 Desember

Haru kedua bazaar di Djendelo Koffie, tapi aku malas banget. Sudah nggak semangat gara-gara suasana yang nggak asik.

Setelah mandi dan sarapan yang disiapkan hotel, kami bertiga berangkat menuju rumah tempat rombongan mobil Elf menginap. Rumah salah satu teman di seputaran Tirto Nirmolo, Bantul.

Di sana, kami asik mengobrol dan bercanda sampai malam. Harusnya, Endorphins Lost main di Sragen. Namun, karena ada info bahwa akses ke sana agak terganggu akibat perbaikan jalan, dan ternyata acara hanya berlangsung sampai jam 4 sore.

Sekitar jam 8 malam, kami ke Malioboro, yang ternyata ramai banget. Para bule kangen makan pizza. Kuajak saja ke Pizza Hut, Malioboro Mal.

Kemudian, salah satu bule ingin membelikan pasmina untuk kekasihnya. Di dekat situ hanya ada Naughty, yang tadinya kupikir tak ada pilihan menarik. Tapi ternyata toko tersebut baru kedatangan banyak stok baru.

Setelah itu, kami masih mengobrol, bercanda dan berfoto di tempat parkir Kepatihan. Sampai tiba saatnya para bule untjk melanjutkan perjalanan menuju Kediri.

Aku, suami tercinta dan Bebi Vendra langsung meluncur ke rumah Mamaku dan segera beristirahat.

Menikmati Sore di Combi Moo Yogyakarta

Sore itu, kami sekedar ingin nongkrong sambil sedikit mengecek pekerjaan melalui sambungan internet nirkabel. Malas berkutat dengan kepadatan jalanan Yogyakarta di musim liburan, maka kami memilih untuk nongkrong di area seputar belakang Ambarrukmo Plaza, Yogyakarta. Kami memilih Combi Moo.

Letaknya persis di pinggir sawah, tampak nyaman untuk bersantai sambil bekerja dengan laptop. Kami mencoba Onion Ring, Potato Wedges, Espresso, Chocolate Milk Tea dan Original Combi Moo Milk Tea.

Espresso nya lumayan. Pahitnya cukup bisa dinikmati. Sedangkan Milk Tea nya terlalu manis. Tak terasa tehnya, maupun susunya. Hanya gula dan gula. Total tagihan kami sebesar 57.000 rupiah. Lumayan untuk menghabiskan waktu bersama yang tersayang. Kalau tidak harus berangkat latihan bersama Nothing, mungkin kami masih akan nongkrong selama beberapa jam lagi.

Ikut Tur Tersanjung13

Tanggal 16-20 Desember 2013, Tersanjung13 tur ke beberapa kota di Pulau Jawa. Bersama Endorphins Lost, band dari Amerika Serikat. Sebenarnya bersama Aparratus dari Malaysia dan Crutches dari Swedia juga sih, namun mereka beda rombongan. Meskipun main di acara-acara yang sama.

Hari pertama, main di Bandung. Bukan Bandung kotanya, tapi di sebuah vila di Banjaran. Cukup jauh juga dari kota. Dengan jalan menanjak berkelok-kelok, serta udara sejuk khas pegunungan.

Endorphins Lost berangkat duluan, karena suamiku tercinta harus menyelesaikan sedikit pekerjaan sebelum pergi. Kami bertiga naik CiKA, mobil mungil keluarga kami. Sampai lokasi sekitar jam 9 malam. Aku sempat bertegur sapa dengan beberapa teman yang sudah lama nggak ketemu, bahkan sempat putus kontak.

Cuaca gerimis, dan vila tersebut penuh dengan anak punk yang mabuk alkohol. Tak lama, aku dan Bebi Vendra pun terlelap berdua di dalam mobil. Sekitar jam 2.30 pagi, sang suami membangunkanku untuk menawarkan secangkir kopi. Kami pun menikmati kopi sambil sedikit mengobrol. Setelah itu, kami bertiga lelap dalam mobil.

Karena vila tersebut terletak di atas bukit, menghadap kota, kupikir pemandangannya akan cantik saat matahari terbit. Sayangnya, ketika aku terbangun, waktu sudah hampir jam 7 pagi.

Siangnya, kami berangkat menuju Purwokerto. Inilah saatnya melepas rindu berada di belakang kemudi. Meskipun kurang tidur, aku sangat bersemangat untuk menyetir mobil menuju Purwokerto. Aku memang senang menyetir antar kota.

Sampai Purwokerto sekitar jam 11 malam. Tanpa banyak acara lagi, aku dan Bebi Vendra langsung lelap. Kami menginap di rumah salah satu tuan rumah. Aku terbangun, sekitar jam 8 lebih, namun yang lain masih pada mengorok.

Agak siang, kami ke Aston Imperium untuk mencari koneksi internet. Sambil mengopi dan mencicipi salad. Kisah tentang menu tersebut, nanti akan kutulis terpisah ya.

Setelah makan siang, kami berangkat menuju tempat acara, yang berlokasi di Baturraden.

Sesampainya di sana, kami sempat main air sambil hujan-hujanan di Curug Gedhe. Bebi Vendra girang bukan main. Kapan lagi boleh main hujan dan becek-becekan?

Selama acara berlangsung, Bebi Vendra asyik bermain dan bercanda dengan teman-teman serombongan yang lain. Apalagi setelah dibuatkan mainan bis dari kotak susunya.

Acara selesai sebelum tengah malam. Kami menginap di mess yang ada dalam satu kompleks dengan gedung tempat acara. Aku dan Bebi Vendra tidur di kamar, beralaskan karpet, setelah sempat sedikit mengobrol.

Besoknya, aku bangun sekitar jam 7 pagi. Sampai tiba waktunya berangkat lagi, Bebi Vendra belum bangun. Jadi kami angkat saja.

Setelah makan siang, kami melanjutkan perjalanan menuju Semarang. Medan yang membosankan, setelah dua hari sebelumnya penuh dengan tanjakan, turunan dan kelokan, kami masih harus berkutat dengan kondisi jalan yang sama, selama sekitar 6 jam.

Di Semarang pun, tempat acaranya berupa sebuah kompleks yang terletak cukup tinggi, meskipun berlokasi di kota. Aku sempat melepas rindu juga dengan beberapa teman lama. Tak lama, aku dan Bebi Vendra terlelap di mobil lagi. Sekitar jam 2 pagi, setelah acara selesai, kami pindah ke kamar yang disediakan oleh panitia acara tersebut.

Jam 8 pagi, aku dan Bebi Vendra mampir ke rumah Tanteku, yang ternyata tak jauh dari situ. Sedikit mengobrol, kami pun berpamitan untuk perjalanan selanjutnya, menuju Jogja.

Aku dan suamiku, yang bersama dengab anak-anak band, janjian ketemu di sebuah pom bensin seputar Ungaran. Tapi, belum sampai titik temu yang disepakati, kami sudah ketemu di jalan.

Perjalanan ke Jogja memakan waktu sekitar 3 jam. Setelah masuk Jogja, aku dan suamiku berpisah lagi, karena aku harus mengikuti bazaar di Djendelo Koffie Gejayan.

Setelah bazaar selesai, aku dan Bebi Vendra menyusul para anak band ke tempat acara, yang adalah sebuah studio musik, seputaran Selokan Mataram. Karena Bebi Vendra tertidur, jadi aku tak bisa banyak mengobrol dengan teman-teman. Aku menunggui Bebi Vendra dekat mobil, sambil ngangkring.

Yang kuingat, aku dan suamiku tercinta menyusul Bebi Vendra ke alam mimpi sekitar jam 3 pagi di sebuah hotel seputar Malioboro. Aku terbangun sekitar jam 8 pagi. Setelah sarapan, kami bertiga menemui anak-anak band di rumah seorang teman di Bantul.

Hari kedua bazaar, namun aku merasa malas untuk berangkat. Lokasinya jauh dan cuaca gerimis seharian. Akhirnya kami melewatkan hari bersama di rumah tersebut, sampai tiba saatnya Endorphins Lost berangkat menuju Kediri.

Harusnya, mereka main di Sragen, tapi karena acara direncanakan selesai jam 4 sore, sedangkan mereka bangun terlalu siang, maka penampilan pun dibatalkan.

Banyak pro-kontra soal aku mengajak Bebi Vendra ikut Papanya tur band. Banyak yang mengaku kagum, karena kami dikaruniai anak yang kuat diajak bepergian jauh dan cukup lama. Ada juga yang menghakimiku dan menganggapku menyiksa Bebi Vendra.

Sebenarnya, hal ini sama saja dengan mengajak balita berlibur. Yang penting, jangan lupa sediakan banyak susu UHT kemasan kecil, cemilan berupa biskuit atau wafer, dan air putih berlimpah. Perhatikan juga jadwal dan pola makan si kecil. Jika sudah tahu akan berada di tempat yang tidak tersedia makanan untuknya, siapkan sebelumnya.

Perhatikan juga jadwal tidur si kecil. Kebetulan Bebi Vendra masih cukup tidur selonjoran di bangku belakang mobil kami. Jadi ia tetap bisa tidur nyaman, dan tidak kedinginan meskipun kami banyak berada di daerah sejuk.