Lampu Tanda Bahaya

Rupanya masih sangat banyak orang yang belum paham penggunaan lampu hazard atau lampu tanda bahaya, yaitu ketika lampu sein kanan dan kiri menyala berkedip-kedip berbarengan. Memang, keberadaan tombol bergambar segitiga merah di dashboard mobil itu sungguh menggoda. Mungkin ada perasaan keren ketika seseorang memencetnya. Tapi, percayalah, kenyataannya tidak sekeren itu.

Saat mobil di depan tiba-tiba menyalakan lampu hazard, aku pasti kaget dan refleks mengerem. Kemudian, jika ternyata tidak ada apa-apa, aku jadi mengomel sendiri, “ndhesoooo!”

Dari yang kubaca, menurut peraturan internasional, penggunaan lampu hazard adalah sebagai berikut:

– Ketika berhenti di tengah jalan atau bahu jalan, karena mogok atau ban bocor, agar kendaraan yang lewat berhati-hati.

– Ketika mengerem mendadak, karena ada bahaya di depan atau ketika kita tersadar ada yang tidak beres dengan mobil yang kita kendarai. Maksudnya agar kendaraan di belakang berhati-hati.

– Untuk kendaraan berat atau membawa beban berat yang melaju di bawah kecepatan yang diharuskan di ruas jalan yang dilewati. Harusnya sih, sudah tahu kendaraannya berat, ya jalan yang tenang saja di lajur kiri.

– Dalam keadaan gawat darurat, biasanya dinyalakan bareng dengan sirene pada ambulans atau pada mobil pribadi yang membawa orang yang pelu segera mendapatkan pertolongan media di rumah sakit terdekat. Perlu diingat, penyalaan lampu tanda bahaya dapat membingungkan kendaraan lain ketika hendak berganti lajur atau berbelok.

Warna lampu sein yang kuning membuat pupil mata yang melihatnya bereaksi membesar dan mengecil, sehingga dapat mengakibatkan hilang fokus. Itulah sebabnya, lampu tanda bahaya tidak boleh dipakai sembarangan.

Untuk konvoi kendaraan, penggunaan lampu tanda bahaya adalah salah. Tapi tidak jarang aparat atau personel yang seharusnya paling mengerti soal ini pun salah. Seharusnya, nyalakan lampu utama ketika konvoi. Ini akan membuat pengendara lain berhati-hati dan minggir. Namun aku pribadi benci banget sama konvoi kendaraan yang tidak penting. Nggak keren sama sekali!

Dalam keadaan hujan deras pun yang harusnya dipakai adalah lampu utama, bukan lampu tanda bahaya. Karena kedipan lampu warna kuning di tengah guyuran air hanya akan membias dan membuat pengendara lain kehilangan fokus.

Setelah ini jangan norak lagi ya!

Published by

veronicalucia

Enjoying life...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s