Sup Iga di Mbah Kakoeng

Malam itu cuaca rintik-rintik. Aku dan suamiku tercinta baru pulang kerja sekitar pukul 10 malam. Kamipun mampir ke warung Mbah Kakoeng, dan memesan seporsi sup iga, 2 porsi nasi putih, serta tahu dan tempe goreng.

Sup Iga di warung ini adalah salah satu kesukaan kami. Bumbunya pas, tidak menjejali indera pengecap secara berlebihan. Iganya pun empuk dikunyah. Harganya 23.000 per porsi, kalau tak salah ingat.

Advertisements

OOTD: Metalic Working Mother

Lately, I am in the mood for band t-shirts for work. Either combining them with formal trouser, batik skirt, or skinny jeans. I feel comfortable wearing them. And today, I am wearing a metal band tee, layer with casual jacket, then match them with my favorite skinny jeans. The only skinny jeans, actually. And the shoes are handmade flats that I purchased from one of my friends.

I was not into makeup, today. So I just let my face naked.

OOTD: Man Shirt

This man shirt is actually my old outfit. I remember used to borrow my little brother’s shirts. I feel comfortable wearing man shirts. And this one, I never returned to my little brother.

I have some business meetings today, so I decided to put a little belt, for a little feminine touch. My favorite pair of skinny jeans is the match.

I did not wear makeup today. Only moisturizer and one coat of black mascara.

In fact, I closed some good deals today. I think smile is the best makeup. Ever.

Have a pleasant day, everyone!

Sabun Bulan Oktober

Ini dia, sabun-sabun hasil karyaku di bulan Oktober ini:

Yang ungu adalah Beer Soap. Dibuat dengan Bir Bintang. Maksudnya supaya Indonesia banget, tapi ternyata kadar gula dalam Bir Bintang terlalu tinggi, sehingga adonan sabunku terlalu cepat mengental. Jadi tidak sempat membuat bentuk atau pola yang unik. Aku harus segera menuangkan adonan ke cetakan. Warna ungu yang berpadu dengan wangi permen, sabun ini mengingatkanku pada permen Sugus.

Di sebelahnya adalah Green Tea Soap. Dibuat dengan teh hijau melati. Warna hijau berasal dari bubuk wheatgrass. Dalam pembuatannya, aku bisa bekerja dengan nyaman dan santai. Karena adonan sabun tidak terlalu cepat atau terlalu lambat untuk mengental. Karena itu, aku bisa membuat garis-garis putih-hijau.

Di bawahnya adalah Earl Grey Milk Tea. Akhirnya kesampaian mencoba teknik funnel pour. Namun hasilnya terasa kurang memuaskan, karena motif lingkaran bertumpuk ini hanya terlihat jelas di beberapa potongan sabun saja.

Sebelahnya adalah Ginger Soap. Dibuat dengan air rebusan jahe. Masih penasaran mencoba teknik funnel pour. Cukup berhasil, namun warna yang seharusnya hijau tidak tampak. ada bintik-bintik putih pula, yang berasal dari reaksi minyak kelapa sawit dalam sabun ini.

Aku juga membuat lagi Sea Salt Active Charcoal, yang bermotif yin yang. Langsung ludes diborong para pelanggan Kippabuw.

Sabun lain yang termasuk banyak dibeli pelanggan Kippabuw adalah Coffee Scrub Soap. Dengan kopi giling, sebagai eksfoliator, sabun ini menjadi alternatif untuk yang malas luluran, juga mereka yang bermasalah dengan selulit.

Akhirnya aku juga mulai menjual sabun cair tanpa aroma, yang memang biasa aku dan Bebi Vendra pakai sehari-hari. Langsung jadi favorit para Ibu yang sayang anaknya, juga para Tante yang sayang keponakannya.

Aku juga mulai menjual pencuci piring cair yang biasa kupakai di rumah.

Mudah-mudahan suka ya…

LCGC

Belakangan ini sedang heboh LCGC, alias Low Cost Green Car. Maksud yang kutangkap dari pemberitaan atau tulisan di media, maksudnya adalah mobil murah ramah lingkungan. Jadi, mobil-mobil tersebut dijual dengan harga antara 70 juta hingga 150 juta rupiah per unitnya. Katanya sih dengan spesifikasi yang ramah lingkungan.

Tapi entah kenapa, sejak pertama kali mendengar istilah LCGC ini, aku sangsi. Pertama, low cost yang kupahami seharusnya bermakna hemat. Bisa konsumsi bahan bakarnya yang irit, biaya perawatannya yang murah karena ditunjang suku cadang yang awet, sehingga tidak perlu terlalu sering ganti suku cadang, kalaupun harus ganti suku cadang, tentunya dengan harga murah pula. Semurah apa, kapasitas setiap pemilik mobil tentu berbeda. Tapi yang ditekankan di media massa, low cost disini berarti murah. Kenapa nggak menyebutnya Cheap Green Car?

Kedua, sebutan Green Car ini juga tidak jelas kriterianya? Aku nggak percaya, mobil di Indonesia bisa dihargai murah dengan emisi standar Euro4, misalnya. Aku sendiri nggak paham standarisasi emisi. Tapi ‘green’ atau ‘eco’ memang identik dengan mahal kan?

Belum lagi keamanan mobilnya. Ingat kecelakaan Tol Jagorawi kan? Menurutku, kalau mobil si penabrak juga kaleng, seperti mobil yang ditabrak, kemungkinan besar ia akan menjadi salah satu korban nyawa dalam kecelakaan maut tersebut. Dan kenapa yang lain bisa sampai kehilangan nyawa? Bandingkan saja mobil-mobil yang terlibat kecelakaan itu.

Indonesia tidak perlu mobil murah, karena banyak orang bisa ‘memaksa’ diri membeli mobil. Tapi bukan berarti juga lalu harganya dipatok tidak masuk akal (terutama karena kebanyakan pungutan tidak jelas). Selain itu, masih banyak orang Indonesia yang belum siap mental mengemudikan mobil di jalan raya. Itu juga salah satu penyebab kemacetan parah di Jakarta. Kalau saja semua orang bisa berkendara dengan benar dan etis, paling tidak, jalanan tidak terlalu semrawut.

Belum lagi soal konsumsi bahan bakar. Lagi-lagi soal kesiapan mental pengendara. Kalau mobilnya dikendarai dengan benar dan dirawat dengan baik, tentu konsumsi bahan bakar akan lebih optimal.

Well, tulisan ini cuma sekedar uneg-uneg seorang perempuan yang baru 7,5 tahun punya SIM A dan pengalaman mengemudikan mobilnya cuma seputar pulau Jawa saja. Pengetahuan tentang otomotif pun sangat terbatas.

Have a pleasant day!

My Current Hair

I used to love coloring my hair in red. I feel like I looked better with burgundy hair. It’s the color that I got when dyeing my brown hair with red. Much better than my natural hair color. I just looked flat with brown, either hair, eye color, also outfits.

And now that I am trying to be as natural, I don’t dye my hair anymore. Not finding a good time to do so, actually.

I posted about my natural hair care, using my own handmade liquid soap and coconut milk. As days gone by, my hair is getting healthier and naturally flowing. Just like those ‘like salon hair’ commercials.