Yamin Baso

Yamin ternyata mudah disiapkan sendiri di rumah.

Bahan-bahannya:
Mi telur
Kecap manis
Minyak wijen
Garam
Baso sapi
Irisan bawang daun

Cara menyiapkannya:
1. Rebus mi dan baso hingga lunak. Tiriskan.
2. Campurkan kecap manis, minyak wijen dan garam di piring.
3. Tambahkan mi dan baso. Aduk hingga bumbu tercampur merata.
4. Taburkan irisan bawang daun. Sajikan.

Kippabuw Masuk Tivi!

Kemarin, aku menjalani proses pengambilan gambar untuk program House & Living di DAAI TV. Aku berkesempatan untuk membagi pengetahuanku mengenai cara membuat pelembab bibir dan sabun.

Senang rasanya, ada apresiasi yang baik terhadap Kippabuw. Mudah-mudahan, apa yang kubagikan dapat bermanfaat.

Jangan lupa menyaksikan penayangannya di acara House & Living, hari Selasa tanggal 1 Oktober 2013 dan 15 Oktober, jam 17.30 di DAAI TV.

Terima kasih atas semua dukungan dan apresiasi yang tidak pernah habis mengalir kepadaku. Semoga Kippabuw dapat semakin memenuhi kebutuhan untuk merawat tubuh secara alami.

Bebi Vendra di Indonesian Crafter Bazaar

Sebisa mungkin, aku ingin selalu dekat Bebi Vendra. Bahkan saat bekerja, jika situasi memungkinkan, aku pasti akan mengajaknya serta.

Lelah. Pasti.

Dan aku bersyukur dikaruniai anak yang mendukung setiap pekerjaanku. Ia tidak rewel, asalkan cukup tidur dan cukup makan.

Tanggal 16-25 Agustus ini, Kippabuw ikut berpartisipasi dalam Indonesian Crafter Independence Day Bazaar 2013, di Mal Ciputra Jakarta. Bebi Vendra pun beberapa kali menemaniku di sana.



Berpose.


Berlari-larian di sekitar area booth.


Tidur siang.




Jajan.


Membuat kerajinan tangan.


Mendemonstrasikan cara pemakaian Chocolate Skin Butter.

Aku memang membiarkannya bermain di sekitar booth. Karena sudah mengerti, ia tidak terlalu jauh. Selalu berada dalam jarak pandangku.

Aku juga membawa beberapa mainan kesukaannya, agar ketika ia lelah berkeliaran, ia bisa bermain di dalam booth.

Bawa baju ganti, hukumnya wajib. Apalagi Bebi Vendra sudah tidak memakai popok pakai buang.

Bawa kain untuk alas tidur. Sebenarnya, aku beberapa kali berniat ingin membawa stroller untuk tempatnya tidur. Tapi selalu lupa mengeluarkannya dari tempat penyimpanan di rumah.

Sediakan susu UHT dan beberapa jenis kudapan.

Meskipun sibuk melayani pengunjung dan pembeli, mataku tak lepas dari Bebi Vendra. Tak jarang, aku mengobrol dengan pengunjung sambil menggendongnya.

Aku senang bisa bersama Bebi Vendra sambil bekerja.

Share Tea Chocolate with Rock Salt and Cheese

Baru kali ini mampir ke konter Share Tea, ternyata mereka punya menu Chocolate with Rock Salt and Cheese. Jadi aku mencobanya.

Harganya 21.000 rupiah. Untuk ukuran porsi yang lebih besar, harganya 24.000 rupiah. Rasa coklatnya cukup kaya, mengingatkanku pada Ice Chocolate-nya J.Co. Meskipun namanya rock salt and cheese, rasanya tidak asin kok. Melainkan rasa creamy yang membuat seluruh rongga mulut.

Bebi Vendra pun menyukainya.

Balita Tanpa Gula

Ya. Aku memang memilih untuk tidak membiasakan Bebi Vendra mengkonsumsi gula. Kebetulan, aku sendiri tidak terlalu suka makanan atau minuman yang terlalu manis. Jadi, secara lidah, Bebi Vendra sudah terbiasa makanan ‘hambar’, sejak di dalam perutku, hingga ia menyusu ASIku.

Dari banyak tulisan yang kubaca, balita memang tidak memerlukan gula pasir. Jika ingin manis, bisa digantikn dengan madu atau buah. Aku sendiri memang ingin mengajarkan Bebi Vendra merasakan rasa alami dari setiap makanan atau minuman yang ia konsumsi.

Namun bukan berarti aku terlalu ketat juga. Sesekali, pasti ia kena gula pasir juga. Terutama ketika berada di luar rumah. Apalagi banyak orang yang berniat baik ingin membuatnya senang dengan menghadiahinya permen atau konfeksioneri lainnya.

Well, pada akhirnya, membatasi asupan gula pasir bisa jadi semacam penyeimbang, jika situasi dimana Bebi Vendra melahap gula pasir tidak terhindarkan.

Toh karena terbiasa menikmati makanan atau minuman tanpa gula pasir, ia jadi bisa memilih sendiri. Jadi, jika di luar rumah ada yang memberinya makanan atau minuman yang terlalu manis, atau manisnya tidak menyenangkan, ia tidak akan menghabiskannya.

Cheese Burger di Burger Blenger

Suamiku sangat suka Burger Blenger. Sedangkan aku sendiri tidak merasa sesuatu yang istimewa. Bahkan aku tak percaya pada slogan mereka “Worth the Wait”. Aku tidak segitunya, sampai mau bela-belain mengantri.

Apalagi, aku pernah dapat Cheese Burger yang beef patty-nya gosong. Semakin tidak “Worth the Wait”.

Buatku, Mister Burger masih lebih baik.

OOTD: Ombre Glasses

Today, I am back to my tomboy style. Crème pants, band tee, and shirt. And no makeups. Only Chocolate Skin Butter.

But I added ombre glasses, which I have never been wearing for months.

You know, I actually don’t like wearing glasses, despite of my eyes condition. But sometimes I just like to hide behind cute glasses.