Four Beaches in A Week

Pada liburan natal dan tahun baru kali ini, aku beruntung bisa menikmati waktu bersama keluarga tercinta. Semakin berkesan karena kami berkesempatan menghabiskan waktu di 4 pantai. Berikut perbandingannya.

Pantai Kukup

Terletak di Gunung Kidul, Yogyakarta, sekitar 1,5 jam perjalanan dari Sleman, Yogyakarta. Aksesnya memang kurang memadai. Jalanan sempit, berliku-liku dan naik-turun. Perlu konsentrasi tinggi ketika mengemudi. Di kawasan pantai Kukup inilah kami biasa menginap. Langganan kami adalah sebuah penginapan bertingkat 3, tidak terlalu jauh dari pantainya. Harga kamar per malam adalah 80.000 rupiah. Cukup lah, untuk sekedar rebahan sebentar.

Pantai Kukup berupa batu karang dan pasir putih. Ada bukit dan pengunjung bisa naik untuk menyeberang ke sebuah bukit karang yang terletak agak ke tengah laut.

Makanan di kawasan wisata ini tidak banyak pilihan. Di siang hari, ada beberapa pilihan sari laut. Namun, di malam hari, jangan berharap untuk bisa banyak memilih. Dalam kunjunganku pun, aku memilih nasi dengan telur dadar. Pilihan yang menurutku paling aman. Harganya 7.000 rupiah.

Ada saat ketika air pantai surut, namun di minggu-minggu lain, ombak bisa begitu galak.

Pantai Krakal

Ini pantai yang paling kusukai untuk main air dan pasir di pagi hari. Sesungguhnya, pantai ini lebih ke timur dari Pantai Krakal, jadi berupa lanjutan dari pantai tersebut namun memiliki akses yang berbeda. Jaraknya sekitar 5 kilometer dari pantai Kukup.

Untuk masuk ke kawasan Pantai Baron, Pantai Kukup, Pantai Sepanjang, Pantai Drini, dan Pantai Krakal, pengunjung harus membayar retribusi masuk di gerbang depan, sebesar 5.000 rupiah untuk mobil dan 2.000 rupiah per orang.

Karena aku hanya main air dan pasir di pantai ini, aku tidak pernah mencicipi makanan yang dijual dari hanya 2 warung yang ada. Untuk tarif mandi di kamar mandi umum, yaitu 3.000 rupiah per orang.

Pantai Congot
Mungkin, kebanyakan orang lebih mengenal Pantai Glagah, Temon, Kulon Progo, Yogyakarta. Agak lebih ke barat sedikit, ada Pantai Congot, yang tampak lebih bersih dan lebih sepi, meskipun pasirnya hitam kelabu, bukan pasir putih.

Aku tak pernah menginap di pantai ini. Untuk main air pun mesti pikir-pikir dulu, karena fasilitas kamar mandi umumnya tidak memadai. Banyak bangunan bekas kamar mandi umum yang terbengkalai dan hampir rubuh. Airnya pun tidak tersedia. Jika beruntung, ada sumur, lengkap dengan timbaannya.

Masuk ke kawasan pantai ini, resminya 5.000 rupiah untuk mobil dan 2.000 rupiah per orang. Tapi si penjaga suka meminta harga damai, 5.000 rupiah, tanpa tiket.

Pantai Cibeureum

Kawasan wisata pantai Anyer merupakan banyak kompleks wisata yang diblok masing-masing oleh warga lokal. Fasilitas setiap kompleks pun berbeda-beda. Di malam tahun baru lalu, tarif masuknya adalah 50.000 rupiah per mobil, dan 15.000 rupiah per motor.

Tarif kamar mandi adalah 3.000 rupiah untuk mandi dan 2.000 rupiah untuk buang air. Bayangkan bangkrutnya aku, si peminum air putih berat yang sering pipis, padahal hanya menghabiskan malam tahun baru saja di sana.

Makanan pun tidak bisa diharapkan. Lagi-lagi aku memilih menu aman, nasi dan telur dadar.

Mudah-mudahan, dari sedikit cerita yang kubagi tadi, bisa membantu dalam memilih tujuan liburan.

Advertisements

Published by

veronicalucia

Enjoying life...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s