Ayam Goreng Kecap Pedas – Sweet & Spicy Fried Chicken

Kebetulan, aku mendapat bonus gratis 2 sachet Kecap Pedas ABC, ketika membeli saus tomat dan saus sambal merk yang sama. Maka, kucoba kecap pedas tersebut untuk membuat resep ini. Sangat mudah, namun bisa menjadi variasi di saat merasa bosan dengan ayam goreng biasa.

I got bonus 2 sachets of ABC Kecap Pedas-Indonesian sweet soy sauce with chili, upon buying tomato ketchup and chili sauce of the same brand. So, I tried to use kecap pedas to make this recipe. Very easy, but can be tried if you feel like bored with ordinary fried chicken.

Bahan-bahannya:
Setengah ekor ayam, potong menjadi 6 bagian
2 siung bawang putih, haluskan
1 sendok teh kunyit bubuk
1 sendok teh lada putih, haluskan
500 mililiter air
Minyak goreng
4 sachet Kecap Pedas (bisa diganti dengan 8 sendok makan kecap manis, dicampur 2 buah cabe merah yang diiris halus)

Cara membuatnya:
1. Masukkan daging ayam yang sudah dibersihkan ke dalam panci, tambahkan air, bawang putih, kunyit bubuk dan lada putih.
2. Rebus hingga matang.
3. Ambil daging ayam, goreng hingga kuning keemasan.
4. Angkat, tiriskan.
5. Sisihkan minyak bekas menggoreng, masak ayam goreng dengan kecap pedas hingga meresap.
6. Angkat, sajikan.

The ingredients:
A half chicken, cut into 6 portions
2 cloves garlic
1 tea spoon turmeric powder
1 tea spoon white pepper, ground
500 milliliters water
Cooking oil
4 sachets ABC Kecap Pedas (can be substituted with 8 table spoons of kecap manis, mixed with 2 chopped red chili)

The directions:
1. Place chicken in a saucepan, add water, garlic, tutmeric powder and white pepper.
2. Boil until chicken is well cooked.
3. Deep fry chicken until they turn golden brown.
4. Take out from the heat, strain.
5. Set aside cooking oil, cook chicken with kecap pedas until it absorbs.
6. Take out from the heat, serve.

Advertisements

My Own Simple Work Look

Beberapa hari ini, aku pergi bekerja dengan riasan wajah sederhana.

These few days, I like to go working with simple makeup.

Soft contact lenses:
Bee U – Grey

Makeup:
Maybelline Clear Smooth BB Cream in Fresh
Revlon Colorstay Makeup in Nude Beige
Pigeon Squalane Face Powder in Translucent
Caring Colours Happy Eye in Spring Breeze (White for the lids and highlights)
Caring Colours Happy Eye in Shadow Fantasia (Black for brows)
Silky Girl Double Intense Gel Eyeliner in Pure Black
Revlon Big Brush Mascara in Black
Caring Colours Luxurious Perfecting Blush in Terra Passion
Caring Colours Happy Lip in Lady Scarlet

Taken by HTC Flyer main camera

Review: Carrefour Kids Tissue Basah Tanpa Aroma

Tisu basah wajib ada di tas. Terutama bagi yang mobilitasnya tinggi dan yang sering bepergian. Juga penting bagi yang sering bepergian dengan balita, seperti aku.

Secara pribadi, aku kurang suka tisu basah yang wangi. Kadang-kadang, setelah makan dan situasinya tidak memungkinkan untuk mencuci tangan, aromanya jadi nggak keruan. Campuran antara aroma makanan dan aroma tisu.

Ketika menemukan produk ini di Carrefour, aku senang bukan main. Harga tisu basah kemasan praktis 10 lembar sekitar 3.000 rupiah dan kemasan 50 lembar sekitar 11.000 rupiah. Lebih murah dibanding tisu basah pada umumnya. Tapi yang paling menarik perhatianku tentu karena produk ini tidak berpewangi.

Wet wipes are a must item in the bag. Especially for those who travel a lot. Also for those who travel a lot with toddler, like me.

Personally, I do not really like fragranced wet wipes. Sometimes, after eating and it is not possible to wash my hands, the smell just getting aweful. An unmatched mixture between the smell of the food left in my hands and the aroma of the wipes.

I remember I was very happy to see a product like this at Carrefour. The convenient small pack 10s priced around IDR 3.000, while the 50s pack priced around IDR 11.000. Not only that the price is cheaper than most similar product, but I love it because it is non-fragranced.

Iced Chocolate at McCafé

Setelah makan siang, aku menikmati Ice Chocolate di McCafé, Kemang, Jakarta. Harganya 19.000 rupiah, setelah pajak. Rasanya seperti susu coklat instan, untungnya tidak terlalu manis dan mereka masih ada sedikit usaha untuk menambahkan krim kocok.

After lunch, I enjoyed Ice Chocolate at McCafé, Kemang, Jakarta. It is priced IDR 19.000, after tax. It tasted like a sort of instant milk chocolate drink. Thankfully, it was not too sweet. And they did a little effort by adding some whipped cream on top.

Review: Myojo Chicken Abalone


Mi instan produksi Singapura ini dijual di supermarket dengan harga sekitar 5.900 rupiah. Cara penyiapannya sama dengan mi instan pada umumnya. Direbus dalam 300 mililiter air hingga cukup lunak, kemudian ditambahkan bumbu. Hanya disediakan 1 macam bumbu, tidak ada bubuk cabai. Mi nya tipis dan tidak cepat mengembang.

This instant noodle, a product of Singapore is sold in supermarket at IDR 5.900. The serving directions are similar to most instant noodles. Boiled in 300 milliliter water until tender enough. Then add the seasonings. It comes up with only 1 seasoning. No chili powder provided. The noodle was thin and was not easily absorb water.

Nonton Bioskop (Lagi) Bersama Bebi Vendra

Karena di hari Senin sampai Jumat aku sudah jadi Mama yang durhaka, maka hari Sabtu dan Minggu kumanfaatkan untuk ‘menebus dosa’ (yang sesungguhkan tidak akan pernah terampuni). Namun aku juga tidak ingin terpancing untuk ‘menebus dosa’ dengan cara menjejali Bebi Vendra dengan membelikan banyak barang.

Salah satu yang sering kulakukan adalah dengan menghabiskan waktu bersama Bebi Vendra. Hari Sabtu kemarin, aku dan Bebi Vendra jalan-jalan ke CBD Ciledug.

Kami menikmati banana split di Pizza Hut.

Kami naik-turun tangga berjalan dan travelator. Dan kami juga nonton bioskop. Kebetulan, aku ingin nonton Man in Black 3. Dan, kebetulan juga, Bebi Vendra tampak mulai mengantuk.

Ya, Bebi Vendra tertidur pulas di pelukanku, selama film diputar. Suasana gelap dan ruangan yang sejuk tentu membuatnya bisa tertidur dengan nyaman.

Setelah itu, kami mampir makan di Solaria. Barulah kami pulang.

My Makeup Brushes

Untuk orang yang baru belajar dandan, pemakaian kuas tata rias mungkin dianggap terlalu berlebihan. Namun, ternyata kuas tata rias justru membantuku mengaplikasikan tata rias.
Satu set kuas tata rias berisi 12 macam kuas ini kubeli di konter Studio Color dengan harga 125.000 rupiah. Tanpa merk. Dan sepertinya aku ditipu oleh si Beauty Advisor.

Di luar dari prasangka burukku itu, kuas-kuas tersebut cukup lembut. Jauh lebih baik daripada kuas perona mata atau perona pipi bawaan dari produk yang kubeli. Dapat mengambil produk tata rias dengan cukup baik. Hasil pengaplikasiannya dapat sesuai dengan keinginanku.

Memang, tidak semua kuas kupakai. Untuk mengaplikasikan alas bedak, perona pipi dan contouring, aku memakai kuas perona pipi. Kadang, aku memakainya untuk mengaplikasikan bedak wajah juga.

Untuk perona mata, aku memakai kuas ini. Aku tidak tahu namanya. Bulu-bulunya agak kaku namun dapat mengulaskan perona mata dengan luwes. Untuk membingkai garis mata dengan hasil yang tidak terlalu tegas pun bisa. Juga untuk membentuk alis tampak alami.

Untuk membentuk alis, aku memakai angled eyeliner brush. Juga untuk mengaplikasikan eyeliner gel.

Aku mencuci kuas-kuas ini satu sampai dua kali seminggu. Aku menggunakan cairan pencuci piring dicampur minyak zaitun.



Usapkan kuas ke minyak zaitun dan cairan pencuci piring. Gosok-gosokkan hingga tata rias yang menempel di kuas tampak luntur. Bilas dengan air keran hingga bersih. Tekan-tekan dengan handuk bersih. Biarkan kering.

Hasilnya, kuas-kuas tata riasku cukup lembut dan dapat mengambil produk tata rias dengan cukup baik.

Untuk penduduk Republik Indonesia, silakan ikutan Tealovero giveaway disini.

Ketika Si Tukang Makan Tak Bisa Menikmati Makanannya

Itu yang kualami, beberapa hari belakangan ini. Ceritanya, hari Sabtu lalu aku merasa kurang enak badan. Bersin-bersin, pilek juga agak meriang. Hari Minggunya, belakang telingaku agak bengkak. Dan aku tak berdaya untuk bangun dari tempat tidur. Yang paling menyiksa, bengkak di belakang telinga tersebut terasa sangat sakit ketika aku mengunyah makanan. Jadilah, makanan yang paling kusukai dan paling kuinginkan pun terasa sangat menyiksa.

Aku mencoba mencari tahu di internet. Gejala tersebut cocok dengan otitis media atai radang telinga tengah. Penyebabnya, bisa virus atau bakteri, yang terdorong masuk melalui rongga telinga, atau melalui saluran eustachius, yang menghubungkan pangkal tenggorokkan dengan telinga.

Aku paling benci minum obat. Bahkan sekitar 4-5 tahun belakangan ini aku tidak pernah minum obat ketika sakit. Lebih baik minum teh hangat, banyak makan dan banyak istirahat.

Tapi aku tetap memeriksakan diri ke dokter, pada hari Rabu. Sesuai hasil pencarian di internet, dokter yang memeriksaku bilang kalau aku terserang otitis. Beliau meresepkan 4 macam obat. Ada obat anti virus, obat pereda nyeri, antibiotik.

Tentu aku tidak menebus resep tersebut. Aku lebih memilih memperkuat daya tahan alami tubuhku, dengan banyak makan, banyak minum air putih dan banyak istirahat. Aku percaya, daya tahan tubuh alami dapat melawan penyakit ini. Meskipun makan rasanya menyakitkan. Namun, syukurlah, hari ini aku merasa jauh lebih baik.

Untuk penduduk Republik Indonesia, silakan ikutan Tealovero giveaway disini.

Mushroom Melt Burger at Wendy’s

Kebetulan, aku ada meeting di Perkantoran Hijau Arkadia, Jakarta Selatan. Sekalian saja makan siang di Wendy’s, yang sedang mempromosikan paket seharga 15.000 rupiah, sebelum pajak. Isi paketnya 1 buah burger, bisa pilih antara Beef Burger atau Mushroom Melt Burger serta 1 botol Teh Pucuk Harum.

Aku memilih Mushroom Melt Burger. Roti burger berisi daging sapi dan jamur kancing iris dengan keju lumer. Rasanya lumayan. Roti burger empuk khas Wendy’s, beef patty dengan rasa yang cukup kuat, serta irisan jamur kancing yang besar-besar. Tapi kupikir, untuk sebagian besar orang, paket ini lebih cocok untuk cemilan.

I had a meeting at Arkadia Office Park, Jakarta Selatan. So, I enjoyed my lunch at Wendy’s. They currently have a promotion meal package, priced IDR 15.000 before tax. The meal package consists of 1 burger, we can choose a Beef Burger or a Mushroom Melt Burger, and a bottle of Teh Pucuk Harum.

I chose Mushroom Melt Burger. Burger buns with beef patty, champignon slices and a sort of melted cheese. Taste was not very bad. Tender burger buns, a Wendy’s typical. A strong enough tasted beef patty. Also a quite large slices of champignon. But I think, for most people, this package is more like a snack.

Untuk penduduk Republik Indonesia, silakan ikutan Tealovero giveaway disini.