Opor Ayam Kampung, Larangan Indah

Hari Minggu pagi, aku beserta Suami tersayang dan Bebi Vendra naik motor di sekitar rumah untuk mencari sarapan yang seru. Sebenarnya memang sudah lama aku kangen lontong opor, seperti yang biasa kami nikmati di Yogyakarta. Tapi ripanya, menu tersebut tak lazim dijual di Jakarta dan sekitarnya.

Ketika mengitari kompleks Larangan Indah, kami melihat penjual Nasi Gudeg dan Opor Ayam Kampung. Kupikir, boleh juga dicoba. Aku memesannya bukan dengan nasi putih, melainkan dengan ketupat.

Kuah opornya agak terlalu encer dan bumbunya tidak terasa. Dan kenapa pula harus ditambahkan gudeg, kalau aku pesannya opor ayam? Dengan harga yang cukup mahal, 18.000 rupiah untuk dua porsi opor ayam dan dua gelas teh hangat tawar, tentu kami tak akan kembali makan di sana.

Advertisements

Published by

veronicalucia

Enjoying life...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s