Bubur Rang-Rang – Glutinuous White Rice Porridge with Palm Sugar and Coconut Milk

Dua minggu lalu, aku berkesempatan menikmati makan malam buka puasa di Red Top, Jakarta. Salah satu menu prasmanan yang disediakan adalah Bubur Rang-Rang. Aku jadi teringat masa kecil, karena dulu Mamaku sering membuatkan kami makanan tersebut. Tentu, aku tertantang untuk membuatnya juga.

Two weeks back, I got the chance to enjoy a break-fasting dinner at Red Top, Jakarta. One of the buffet menu they served was Bubur Rang-Rang, a typical glutinuous rice porridge with palm sugar and coconut milk from Yogyakarta. I remembered, when I was much younger, my beloved Mom used to cook it for us. Of course, I was challenged to cook my own.

Bahan-bahannya:
100 gram beras ketan putih, cuci bersih, kemudian rendam dalam 500 mililiter air bersih selama minimal 2 jam
100 mililiter santan kental, campur dengan 150 mililiter air
30 gram gula merah, sisir
1 lembar daun pandan
seperempat sendok teh garam
100 mililiter santan siap pakai

Cara membuatnya:
1. Rebus beras ketan putih dalam air rendamannya.
2. Rebus campuran santan dan air bersama gula merah hingga tercampur rata. Saring.
3. Tambahkan ke dalam rebusan beras ketan putih.
4. Tambahkan garam dan daun pandan.
5. Masak hingga menjadi bubur. Angkat. Sajikan bersama santan siap pakai.

The Ingredients:
100 grams glutinuous white rice, washed, soaked in 500 milliliters water for at least 2 hours
100 milliters coconut cream, mix with 150 milliliters water
30 grams palm sugar
a quarter tea spoon salt
1 pandan leaf
100 milliliters ready-to-use coconut milk

The directions:
1. Boil glutinuous white rice.
2. Boil coconut cream and water, added palm sugar, until completely dissolved. Strain.
3. Add to glutinuous white rice.
4. Add salt and pandan leaf.
5. Simmer until they turn into porridge. Remove. Serve with ready-to-use coconut milk.

Review: Ifumie at Solaria

Beberapa hari lalu, aku makan siang bersama teman-teman kantor di Solaria, Blok M Plaza, Jakarta. Aku memesan Ifumie.

A few days back, I enjoyed lunch with some of my colleagues at Solaria, Blok M Plaza, Jakarta. I ordered Ifumie.

Mi renyah disiram sayuran tumis semacam cap cay, lengkap dengan telur orak arik dan potongan baso sapi. Aku suka perpaduan rasa renyah mi dengan sayuran yang terasa segar dan masih renyah. Meskipun rasanya cepat kenyang.

Crispy noodles poured by stir fried vegetables. I love the crunchiness of the noodles, combined with fresh and crunchy vegetables. But I was easily full.

Kolak Biji Salak

Bulan Ramadhan, banyak pedagang dadakan yang menjual makanan dan minuman yang menarik. Salah satu yang kusuka adalah kolak biji salak. Tentunya, aku pun penasaran ingin membuatnya sendiri.

In the month of Ramadhan, there are a lot of temporary interesting food and beverage street stalls. One of my favourite is Kolak Biji Salak, a sort of sweet soup of sweet potato balls. Of course, I was challenged to make my own.

Bahan-bahannya:
1 buah ubi merah
3 sendok makan tepung tapioka
20 gram gula merah, sisir
500 mililiter air
30 mililiter santan siap pakai

Cara membuatnya:
1. Kupas dan potong dadu ubi merah, lalu kukus hingga lunak.
2. Haluskan ubi, campur dengan tepung tapioka.
3. Panaskan air.
4. Bentuk ubi seperti biji salak. Masukkan ke dalam air.
5. Setelah semua biji salak mengapung di air, tambahkan gula merah.
6. Aduk hingga gula larut.
7. Tunggu 10-15 menit. Angkat. Sajikan dengan santan.

The ingredients:
1 medium sized red sweet potato
3 table spoons tapioca starch
20 grams palm sugar
500 milliliters water
30 milliliters ready-to-use coconut milk

The directions:
1. Peel and dice sweet potato. Steam until tender.
2. Mash sweet potato, then mix well with tapioca starch.
3. Boil water.
4. Make sweet potato into balls, then put in the boiled water.
5. After all the sweet potato balls floating, add palm sugar.
6. Stir well until palm sugar completely dissolved.
7. Wait for 10 to 15 minutes. Remove. Serve with coconut milk.

Review: Herbal Cleansing Oil by Ecosmetics

Kulitku sangat sensitif. Sabun mandi, sampo, bahkan pelembab wajah, semuanya harus produk bayi. Itupun harus yang ringan dan tanpa pewangi berlebihan. Heran juga, produk bayi yang beredar di Indonesia justru banyak mengandung pewangi. Terbukti, kulitku gatal-gatal, ketika memakai produk bayi yang banyak mengandung pewangi.

Bahkan, setelah ditelusuri, produk-produk bayi, yang notabene untuk kulit yang masih murni, ternyata juga mengandung bahan-bahan turunan minyak bumi, yang berbahaya bagi kulit dan kesehatan.

Syukurlah, sekarang Indonesia punya produk perawatan kecantikan, kosmetik, bahkan perawatan rumah tangga, yang terbuat dari bahan-bahan alami yang ditumbuhkan secara organik, serta dibuat secara buatan tangan.

Produk yang pertama kucoba adalah Herbal Cleansing Oil ini. Harganya 30.000 rupiah untuk kemasan 100 mililiter. Aromanya sekilas mirip minyak aromaterapi, karena memang mengandung minyak esensial alami.

Cara pemakaiannya juga mudah. Usapkan saja ke wajah, sore atau malam sebelum tidur. Tidak perlu cuci muka dulu, karena minyak ini juga mampu menghapus maskara atau eyeliner yang bersifat waterproof. Pijat lembut seluruh bagian wajah dan bagian leher yang terkena make up. Setelah itu, tempelkan handuk hangat hingga tidak terasa terlalu berminyak. Kulit pun bersih tanpa rasa kesat.un harus yang ringan dan tanpa pewangi berlebihan. Heran juga, produk bayi yang beredar di Indonesia justru banyak mengandung pewangi. Terbukti, kulitku gatal-gatal, ketika memakai produk bayi yang banyak mengandung pewangi.

Bahkan, setelah ditelusuri, produk-produk bayi, yang notabene untuk kulit yang masih murni, ternyata juga mengandung bahan-bahan turunan minyak bumi, yang berbahaya bagi kulit dan kesehatan.

Syukurlah, sekarang Indonesia punya produk perawatan kecantikan, kosmetik, bahkan perawatan rumah tangga, yang terbuat dari bahan-bahan alami yang ditumbuhkan secara organik, serta dibuat secara buatan tangan.

Produk yang pertama kucoba adalah Herbal Cleansing Oil ini. Harganya 30.000 rupiah untuk kemasan 100 mililiter. Aromanya sekilas mirip minyak aromaterapi, karena memang mengandung minyak esensial alami.

Cara pemakaiannya juga mudah. Usapkan saja ke wajah, sore atau malam sebelum tidur. Tidak perlu cuci muka dulu, karena minyak ini juga mampu menghapus maskara atau eyeliner yang bersifat waterproof. Pijat lembut seluruh bagian wajah dan bagian leher yang terkena make up. Setelah itu, tempelkan handuk hangat hingga tidak terasa terlalu berminyak. Kulit pun bersih tanpa rasa kesat.