Back to Work and Blooming Tea Giveaways

Setelah sekitar 19 bulan tinggal di rumah, akhirnya tanggal 27 Juni 2011 lalu aku kembali bekerja. Aku bergabung lagi dengan PT. DR Indonesia, perusahaan dimana sebelumnya aku pernah bekerja. Memang, aku tidak pernah berniat untuk mengundurkan diri, dulu. Namun, kondisi kehamilanku waktu itu memaksaku untuk tinggal di rumah.

After 19 months staying at home, I am back to work. I re-join the company where I worked before. I actually never intending to resign, but my pregnancy condition forced me to stay at home.

Rasanya tentu menyenangkan, bisa mendapatkan kesempatan untuk kembali berkubang di dunia pekerjaan yang memang kucintai.

It feels great to get to chance to enjoy again the working field that I do love.

Bulan Mei lalu, aku ikut mensponsori Luchie’s Big Giveaway. Kali ini, aku ingin mencari 2 blogger lain yang akan mengadakan giveaway berhadiah 2 blooming tea dari Tealovero.

Caranya:
1. Add Tealovero Shop di Facebook
2. Pasang logo Tealovero di sidebar blogmu.
3. Ceritakan tentang sponsorship giveaway ini ke seluruh dunia. Bisa lewat blog, Twitter, Facebook, atau apa saja.
4. Tinggalkan komentar di bawah ini untuk melaporkan apa saja usahamu untuk memenangkan sponsorship giveaway ini.

Dua orang blogger yang terpilih, masing-masing akan mendapatkan 1 blooming tea untuk diri sendiri dan 2 blooming tea untuk dijadikan hadiah giveaway bagi pembacanya.

Oya, sponsorship giveaway ini ditutup tanggal 23 Juli 2011 jam 21.00 WIB. Para blogger yang terpilih akan diumumkan 24 Juli 2011. Good luck!

First Orange Squeeze for Bebi Vendra

Dulu, bayi identik dengan pisang kerok atau jeruk peras. Ternyata, ketika mempersiapkan Bebi Vendra untuk mulai MPASI, justru kelompok citrus tidak disarankan untuk bayi di bawah 1 tahun. Dan, benar, di beberapa forum, aku menemukan kasus bayi di bawah 1 tahun yang diare akibat pemberian jeruk. Karena itu, aku menunggu Bebi Vendra berulang tahun untuk memberinya jeruk.

Kemarin, aku memeras setengah jeruk baby. Dapat sekitar 50 mililiter sari jeruk yang manis rasanya. Bebi Vendra, yang selalu antusias dengan gelas minumnya, ternyata meringis dan enggan menyedot sari jeruknya lagi. Bisa jadi, justru karena manis. Mengingat Bebi Vendra kurang suka manis. Tapi aku akan terus mencoba memberikannya, sedikit demi sedikit, sampai Bebi Vendra terbiasa. Ini adalah rasa yang baru lagi untuknya.

Review: Pempek Palembang

Sudah seminggu kami menempati rumah baru, namun proses pindah rumah belum selesai penuh. Jadi, kami masih belum bisa masak sendiri di rumah. Karena itu, kami masih harus makan di luar. Bosan, sejujurnya. Kalau makan di luar sesekali sih tentu menyenangkan. Dan aku kangen bereksperimen di dapur.

It’s been a week that we stayed at our new home. But since the moving process is not complete yet, we still cannot cook our meals by ourselves yet. It is boring, to be honest, to buy our meals, for every meal time. And I really miss experimenting in the kitchen.

Tadi malam, kami makan di warung kaki lima pempek Palembang yang terletak di depan kantor kelurahan Larangan Utara, Tangerang. Kapal selamnya sih enak, berasa ikannya, garing di luar dan kekenyalannya pas. Sayang, kuahnya kurang imbang. Pedas cabenya seperti ingin berkuasa sendiri, mengalahkan rasa asamnya.

Last night, we enjoyed some pempek at a stall located in front of the office of Kelurahan Larangan Utara, Tangerang. The ‘kapal selam’ — submarine, was good. Crispy outside, nice fishy aroma, and the texture is lovely. Unfortunately, the chili pepper’s taste of the sauce seems like want to take over the whole taste from the typical acidic taste of vinegar.

Dress Rehearsal

Aku akan segera kembali bekerja. Aku kembali bergabung dengan PT. DR Indonesia, perusahaan dimana aku bekerja sebelum melahirkan Bebi Vendra. Sebenarnya memang aku tidak pernah berniat mengundurkan diri, dulu. Namun, kehamilanku yang bermasalah telah memaksaku untuk tinggal di rumah.

I will be back to work in a couple of days. I re-join PT. DR Indonesia, the company where I worked before the birth of Bebi Vendra. I was never intending to resign, but the problems with my pregnancy forced me to stay at home.

Tadi, sambil merapikan rumah, aku sempat mencoba beberapa pakaian untuk kupakai bekerja. Hampir semua sudah lama tak kukenakan. Sedangkan tubuhku tentu mengalami banyak perubahan. Yang ini adalah little black dress, tanpa label merk. Di luarnya, aku pakai kemeja H&M hita dengan garis-garis putih halus, yang merupakan hadiah dari seorang teman lama.

Today, while making up our home, I tried some outfits for me to go to work. Most of all were never been worn for a very long time. While my body has so many changes. This one is an old little black dress. Can’t find any label on it. On the outside, I wear a black with little white stripes shirt from H&M, which was a gift from a kind old friend.

Kemudian, aku memadankan little black dress dengan tweed.

Then I matched little black dress with tweed.

Nah, babydoll ini adalah hasil desainku, waktu SMA. Omaku yang menjahitkannya.

I designed this babydoll by myself, when I was in high school. My beloved grandma sewed it for me.

Babydoll bergambar Donal Bebek ini juga hasil desainku. Kupadukan dengan jaket Simplicity.

This Donald Duck printed babydoll is designed by myself as well. Matched with black Simplicity jacket.

Review: Mi Pangsit Cak Bowo

Sejujurnya, aku kurang nyaman dengan postur tubuhku saat ini. Tinggi badanku 169 cm. Sebelum hamil, berat badanku 51 kg. Ketika akan melahirkan Bebi Vendra, berat badanku mencapai 65 kg. Dan sekarang, setelah setahun, berat badanku justru 49 kg. Itu yang membuatku kurang nyaman. Aku mendambakan berat badan 54 kg, tentu dengan kondisi kesehatan yang prima pula. Tapi, di atas itu semua, aku tetap merasa bersyukur atas kesehatan dan kebahagiaanku saat ini.

To be honest, I am not very comfortable with my body right now. My height is 169 cm. Before being pregnant, I weighed 51 kgs. Just before giving birth Bebi Vendra, I weighed 65 kgs. And now, after a year, I weigh 49 kgs. That’s what makes me a bit uncomfortable. I was dreaming to weigh about 54 kgs, actually, with good health, of course. Anyway, I feel very grateful for my health and happiness today.

Kemarin, kami jajan mi di warung mi pangsit Cak Bowo, Jalan Haji Mencong X, Ciledug, Tangerang. Harga per porsi mi pangsit tanpa baso adalah 8.000 rupiah. Kulihat, pangsit basahnya baru dibuat saat kami memesan. Selain daun sawi hijau, si Bapak menambahkan taoge juga. Mengingatkanku pada mi kocok Bandung.

Yesterday, we enjoyed some noodles with wonton at Cak Bowo’s stall, located at Jalan Haji Mencong X, Ciledug, Tangerang. I saw the wonton prepared right after we ordered. Besides some green chinese cabbage, we got mung bean sprouts either. Reminds me to ‘mi kocok Bandung’, a sort typical noodles from Bandung.

Happy Birthday to Me

Yup, June 17th is my birthday. I am 29 now. And I am happy. Really.

In my teenage years, I was thinking about my future. I wanted to get married at 27. And, yeah, I got married at 27.

And now, when celebrating my 29th birthday, I got a lovely hubby and a cute boy. There is no exact word to describe how happy I am now.

Tonight, we enjoyed dinner at Pizza Hut, Ciledug, Tangerang. As usual, we ordered Sensasi Delight. A package of meal, with some choices of pizza, pasta or salad or rice, garlic bread, and drinks.

We chosen Idaho pizza, Smoky Sosis Spaghetti, garlic bread and Milky Soda.

We can find minced beef, potato wedges cut and mayonnaise spread on top of Idaho pizza.

While Smoky Sosis spaghetti’s sauce is tomato sauce with smoked chicken and slices of chicken sausages.

Milky soda is our favourite one, coke with milk and syrup.

When we arrived at home, my friends awaited with some bottles of beer. Hmm…

Review: Hayaku Japanese Food

Aku dan Bebi Vendra sudah kembali ke Tangerang. Sudah waktunya untukku membangun karier lagi. Jadi, aku mulai mencari pekerjaan lagi, selain tetap menjalankan bisnis Tealovero Shop.

Me and Bebi Vendra have returned to Tangerang. It’s about time for me to go back to work, beside running the business at Tealovero Shop.

Malam ini, kami makan di Hayaku Japanese Food, sebuah gerai makanan Jepang yang terletak di depan Rumah Sakit Mutiara Bunda, Tangerang.

Tonight, we enjoyed our dinner at Hayaku Japanese Food, a Japanese food stall, located in front of Mutiara Bunda Hospital, Tangerang.

Suamiku tercinta memesan Beef Teriyaki. Tingkat kematangan dagingnya pas. Bumbu teriyakinya juga lumayan. Untuk harga 17.000 rupiah, sudah termasuk nasi dan sup, lumayan lah.

My beloved hubby ordered Beef Teriyaki. The meat cooked well. And the teriyaki sauce is good enough. For its price, IDR 17,000, including rice and soup, I think it’s not bad.

Sedangkan aku memesan Beef Yakiniku. Daging sapinya agak alot dan bumbunya terasa hambar. Harga per porsinya 16.000 rupiah, termasuk nasi dan sup.

While I ordered Beef Yakiniku. The meat is not tender enough. And the yakiniku seasoning is tasteless. They sell it IDR 16,000, including rice and soup.

Sup yang disajikan adalah sup bening berisi potongan tahu putih dan serpihan rumput laut. Lumayan.

Dan mayones yang mereka gunakan untuk saladnya juga lumayan. Kecutnya segar tapi tetap terasa creamy.

The soup is a sort of clear soup with tofu dices and some seaweed flakes. Not bad.

Anyway, the mayonnaise used for salad is not very bad either. Refreshing sour taste with creamy sensation.