Celebrating Baby Blues

Welcome to My World!

Welcome to My World!

Welcome to My World!

Hari ini, kebetulan aku pakai kaos dan celana pendek warna biru muda. Dan Bebi Vendra juga pakai kaos bernuansa biru muda dan celana pendek berwarna biru muda.

Today, it’s a coincidence that I wear tee and boxer in baby blue, while Bebi Vendra also wears tee and shorts in baby blue as well.

Welcome to My World!

Kami akan merayakannya!

We’re going to celebrate it!

Welcome to My World!

Baby Blue Cocktail
Bahan-bahannya:
30 mililiter Baileys
50 mililiter Pepsi Blue
es batu

The ingredients:
30 mililiters Baileys
50 mililiters Pepsi Blue
ice cubes

Baby Blue Mocktail
Bahan-bahannya:
30 mililiter susu tawar cair
50 mililiter Pepsi Blue
es batu

The ingredients:
30 mililiters plain milk
50 mililiters Pepsi Blue
ice cubes

Cara membuatnya:
1. Campurkan semua bahan dalam satu gelas. Sajikan.

The directions:
1. Mix all ingredients in a scotch glass. Serve.

Check out also cocktail challenge by Denise.

Buzz this recipe!

Sarapan Praktis Ibu Menyusui

Bebi Vendra Galeny
Sebagai Ibu baru yang mengurus bayi sendirian, tanpa bantuan asisten rumah tangga atau pengasuh, aku memang tidak punya cukup banyak waktu untuk membuat masakan yang ribet. Ketika sedang memasak yang nggak ribet saja, pernah kacau gara-gara Bebi Vendra tiba-tiba rewel dan nggak mau dilepas.

The title in bahasa Indonesia of this post means complete and convenient breakfast for nursing mother. Yup, as a new mom, I don’t really have much time to prepare a luxury meal and enjoy it. I need something quick but nutritious enough.

Welcome to My World!
Salad buah dengan es krim vanilla.
Biasanya, suamiku tercinta sudah menyiapkan buah potong untukku dan menyimpannya di kulkas. Kutambahkan satu atau dua skup es krim vanila, jadilah salad buah. Aku bisa menikmati paduan rasa menyegarkan dari buah-buahan yang kaya vitamin C dengan rasa krimi dari es krim vanila yang memberiku lemak dan kalsium.

My beloved hubby usually prepares some fruit slices for me and stores them in the fridge. I just need to add a scoop or two vanilla ice cream and it would be a sort of fruit salad. I can enjoy the refreshing taste of the chilled fruit slices that give me vitamin C mixed with the creamy taste of vanilla ice cream that gives me fat and calcium.

Welcome to My World!
Nasi goreng.
Bisa juga dengan mengolah nasi sisa menjadi fried rice for dummies dengan menambahkan irisan sawi hijau. Jadi aku bisa dapat karbohidrat dari nasi, lemak dan protein dari telur dan beberapa mineral dari sawi hijau, dalam satu masakan.

I can process rice leftovers into fried rice for dummies and add some green chinese cabbage. So I can enjoy carbohydrates from rice, fat and protein from egg, and some minerals from green chinese cabbage, in one meal.

Welcome to My World!
Sereal coklat.
Tambahkan potongan buah pada sereal coklat favoritku, lalu siram dengan susu tawar cair. Maka aku dapat menikmati karbohidrat dan protein dari sereal, vitamin dan mineral dari potongan buah dan kalsium dari susu.

Just add fruit slices to my favorite chocolate cereal, then pour some plain milk. So I could enjoy creamy and refreshing taste of carbohydrate and protein from cereal, vitamins and minerals of the fruits and calcium from milk.

Buzz this post!

Hot Afternoon & Cool Moccatail

Welcome to My World!
Aku menemukan sebotol Kahlúa yang isinya tinggal sedikit. Entah dari tahun kapan, tapi sepertinya, aroma dan rasanya masih oke. Aku bukan ahli sih, jadi nggak terlalu yakin juga. Tapi ide di kepalaku langsung menggelegak. Harus didinginkan dengan segelas koktel.

I found an almost empty bottle of Kahlúa. Don’t know how long it’s been there, but I think the aroma and taste are still okay. I’m not expert though, so am not very sure. But the idea in my head is just boiling. Need to be cooled by a glass of cocktail.

Welcome to My World!
Bahan-bahannya:
1 sendok teh coklat bubuk
1 sendok teh gula pasir
30 mililiter air panas
30 mililiter susu tawar cair
es batu
30 mililiter Kahlúa

Cara membuatnya:
1. Larutkan coklat bubuk dan gula pasir dalam air panas.
2. Tuangkan ke dalam cocktail shaker.
3. Tambahkan susu cair, es batu dan Kahlúa.
4. Kocok selama 6 detik.
5. Tuangkan ke gelas. Sajikan.

The ingredients:
1 tea spoon cocoa powder
1 tea spoon sugar
30 mililiters hot water
30 mililiters plain milk
ice cubes
30 mililiters Kahlúa

The directions:
1. Dissolve cocoa powder and sugar in hot water.
2. Pour into cocktail shaker.
3. Add milk, ice cubes, and Kahlúa.
4. Shake for 6 seconds.
5. Pour into scotch glass. Serve.

Welcome to My World!
Sebelum menyesap, berdoa dulu.

Praying before sipping.

Welcome to My World!
Belakangan ini, kakiku kering banget. Karena itu, aku memakai sendal dalam rumah lagi. Jadinya, setiap keluar dan masuk rumah, aku merasa seperti di Korea.

These days, I got cracked feet. So I wear again my in house sandals. Everytime I’m in to or out from the house, I feel like I’m in Korea.

Bebi Vendra: Day 113

Bebi Vendra Galeny

Dulu, aku berpikir kalau pakaianku digumohin bayi adalah sesuatu yang menjijikan. Ternyata tidak dengan anak sendiri. Malahan, aku sudah biasa berkeliaran di rumah dengan kaos kena gumoh, liur, bahkan ompol.

I thought if my outfit was spitted by a baby, it would be disgusting. But not with my own baby. Infact, I used to hang around the house with tee got spitted, or even peed.

Old Skirts & Tofu Mushroom Omelette

Sebelum menikah dan tinggal bersama suamiku tercinta di Tangerang, aku tinggal bersama Mamaku di rumahnya, di Sleman. Waktu pindah, aku memang tak membawa banyak barang. Pakaian pun hanya beberapa potong. Rencananya, aku mau merapikan barang-barangku yang masih ada di rumah Mama.

Before get married and live with my beloved hubby in Tangerang, Banten, Indonesia, I lived with my Mama in her house, in Sleman, DIY, Indonesia. When I moved, I didn’t bring a lot of stuff. I’m intending to re-organizing my stuffs.

Welcome to My World!

Rok rajut selutut warna putih dan biru. Sepertinya belum pernah kupakai, karena membentuk tubuhku.

Knit skirt, knee length. White and blue. I don’t think I ever wear it. Don’t really like it for it’s shaping my lower body.

Welcome to My World!

Rok kotak-kotak coklat. Benar-benar vintage, karena dulunya milik Tanteku.

Brown plaid skirt. Real vintage, for it was my Aunty’s.

Welcome to My World!

Rok vintage lagi. Warna biru muda dengan totol-totol putih kecil.

Another vintage skirt. Baby blue with small white dots.

Welcome to My World!

Rok rajut warna abu-abu. Pemberian dari Tanteku yang nggak sadar kalau waktu itu umurku baru awal 20-an. Belum pernah kupakai, masih ada label harganya. Jika aku diberi uangnya saja, cukup untuk beli blazer tuh!

Knitted skirt grey. It was given by my aunt who was forgotten that I was still early 20’s. You can see the price tag is still there. If she gave me the money, I could buy a cute blazer.

Waktu hamil, berat badanku naik hingga 15 kilogram. Dan setelah melahirkan, masih tersisa kelebihan 7 kilogram. Banyak pakaianku yang sudah tak muat lagi. Makanya aku berniat menjual pakaian-pakaian lamaku melalui Berta, teman baikku.

When I was pregnant, I gain 15 kilograms, and now, after childbirth, I still have 7 kilos. So, most of my outfits don’t fit anymore. That’s why I want to sell them through Berta, a good friend of mine.

Welcome to My World!

Omlet ini paling cocok dinikmati saat sarapan pagi bersama secangkir teh hijau hangat.

Bahan-bahannya:
1 butir telur, kocok
2 buah tahu putih, hancurkan dengan garpu
segenggam jamur kancing iris
3 sendok makan susu cair tawar
seperempat bawang bombay, cincang
sebatang bawang daun, iris tipis
sedikit garam
sedikit lada putih bubuk
1 sendok makan margarin

Cara membuatnya:
1. Campurkan telur, tahu, jamur, susu serta garam dan lada putih bubuk
2. Panaskan margarin dengan api sedang
3. Buat dadar
4. Sajikan dengan sambal kecap atau saus asam pedas.

This omelette of tofu and champignon is great to be enjoyed at breakfast, with a cup of hot green tea.

The ingredients:
1 egg, beaten
2 pieces white tofu, mashed using fork
a handful champignon, chopped
3 table spoons plain milk
a quarter onion, chopped
a piece spring onion, chopped
a pinch of salt
a pinch of white pepper powder
1 table spoon margarine

The directions:
1. Mix egg, tofu, champignon, milk, also salt and white pepper powder
2. Medium-low heat margarine
3. Make omelette
4. Serve with sambal kecap or saus asam pedas.

Buzz this recipe!

Tuturuga: A Bilingual Post for Project Food Blog Challenge 2

Indonesia adalah negara yang kaya akan keanekaragaman. Salah satunya adalah makanan, dengan ciri khas masing-masing daerah.

Indonesia is an archipelago with more than 17,000 islands, located in South East Asia, that has a wide range of diversity. One of them is the traditional food of each region.

Welcome to My World!
Gudeg Yogyakarta

Welcome to My World!

Ketupat Sayur Betawi

Welcome to My World!
Bakwan Malang

Aku, yang suka jalan-jalan dan makan-makan pun belum habis mencicipi atau mencoba memasak makanan-makanan tradisional Indonesia. Untuk tantangan kedua dalam Project Food Blog 2010, aku mencoba membuat Tuturuga Ayam. Meskipun aku nggak lolos ke ronde kedua, paling tidak aku bisa menikmati makanan ini.

Even that I love exploring amazing places and experiencing wonderful tastes, I haven’t yet tasted or cooked all of Indonesian foods. For the second challenge of Project Food Blog 2010, I tried to cook Tuturuga chicken. A traditional dish from Manado, which located about 1,300 kilometers from Jakarta. Infact that I didn’t make it to the next round, at least I could enjoy the dish.

Welcome to My World!

Bahan-bahannya:
6 siung bawang putih
6 buah bawang merah
5 buah cabe merah
2 centimeter kunyit
2 centimeter jahe
2 sendok makan minyak goreng
1 batang sereh, geprek
1 lembar daun salam
2 lembar daun jeruk purut, iris tipis
seperempat buah jeruk nipis, ambil airnya
setengah ekor ayam, potong menjadi 6 bagian, rebus dengan 2 gelas air hingga empuk
segenggam daun kemangi
150 mililiter santan
sedikit garam
sedikit lada putih bubuk
sedikit gula pasir

Cara membuatnya:
1. Haluskan bawang putih, bawang merah, cabe merah, kunyit, dan jahe.
2. Panaskan minyak goreng dengan api sedang.
3. Tumis bumbu halus bersama sereh, daun salam dan daun jeruk purut hingga harum.
4. Tambahkan ayam beserta air rebusannya.
5. Tambahkan daun kemangi, santan, garam, lada putih bubuk dan gula pasir. Aduk rata.
6. Tutup. Biarkan selama 1 atau 2 menit.
7. Tambahkan air jeruk nipis. Aduk lagi, kemudian angkat dan sajikan.

The ingredients:
6 pieces garlic
6 pieces shallot
5 pieces red chili pepper
2 centimeters turmeric
2 centimeters ginger
2 table spoons oil
a piece of lemon grass
a piece of bay leaf
2 pieces of kaffir lime leaf, sliced thinly
a quarter lime, squeezed
a half chicken, divided into 6 portions, stewed in 2 cups of water until tender
a handful of lemon basil leaf
150 mililiters coconut milk
a pinch of salt
a pinch of white pepper powder
a pinch of sugar

The directions:
1. Crush garlic, shallot, red chili pepper, turmeric and ginger, using stone mortar.
2. Medium-low heat oil.
3. Sautée crushed spices with lemon grass, bay leaf, and kaffir lime leaves until the aroma comes out.
4. Add chicken stew, all the way with the liquid.
5. Add lemon basil leaves, coconut milk, salt, white pepper powder and sugar. Stir well.
6. Cover. Wait for a minute or two.
7. Drop lime squeeze.Stir again, then remove and serve.

I thought ayam bacem was the dish with the most numerous spices that I ever cooked. I was kinda lazy to try complicated dish. But now I dare. I can taste the hot sensation of chili pepper, embraced with the smoothness of coconut milk, and closed by the fresh aroma of lemon basil. I’m proud to be the part of rich tasted Indonesia!

Bebi Vendra: Day 109

Bebi Vendra Galeny

Dua hari yang lalu, Bebi Vendra mendapatkan suntikan vaksin IPV 3 dan DPT 2. Menjelang subuh, keesokan harinya, ia menangis kesakitan dan semua orang menjadi panik. Ditambah, Papanya harus pulang ke Tangerang. Lengkaplah hari buruk Bebi Vendra.

Two days ago, Bebi Vendra received IPV 3 and DPT 2 shots. The next day, when it’s almost day, he cried because of the pain. Plus, Papa has to go back home to Tangerang. What a bad day for Bebi Vendra!

Visiting Oma and Hot & Sweet Beef Liver

Sejak lahir, Bebi Vendra belum sempat jumpa dengan keluargaku. Dan akhirnya, seminggu yang lalu, kami berkesempatan terbang ke Yogyakarta.

Ever since he was born, Bebi Vendra never seen my family yet. Finally, last week, we had a chance to fly to Yogyakarta.

Bebi Vendra Galeny

Kami menginap di rumah Opa dan Omaku, yang terletak dekat dari rumah Mamaku. Selama seminggu ini, kami sungguh merasakan yang namanya liburan. Terutama aku. Keluargaku menghabiskan banyak waktu bersama Bebi Vendra, dan aku tidak perlu memasak. Pekerjaan rumah yang masih harus kulakukan hanya sesekali mencuci pakaian kami dan sesekali mencuci piring.

We stay at Opa (my grandpa) & Oma’s (my grandma) house, which located near my Mama’s house. I feel a real vacation. My big family spend so much time with Bebi Vendra and I don’t have to cook. The only house work that sometimes I still have to do is just washing our clothes and dish washing.

Welcome to My World!
Welcome to My World!
Welcome to My World!
Welcome to My World!

Rencananya, aku dan Bebi Vendra akan tinggal di rumah Oma selama beberapa lama. Sembari mencari Mbak untuk mengasuh Bebi Vendra, saat aku kembali bekerja nanti. Dan itu artinya, aku akan kurang leluasa menggarap tantangan-tantangan Project Food Blog, karena aku bebas dari tugas memasak. Tapi aku pasti takkan menyerah begitu saja.

As planned before, me and Bebi Vendra will stay at Oma’s house for a while. We have to find a nanny for Bebi Vendra too, before I get back to work. This means that I won’t have a lot of space to do the challenges of Project Food Blog, since I’m free of cooking tasks here. But of course, I won’t give up easily.

Welcome to My World!

Bahan-bahannya:
2 sendok makan minyak goreng
2 siung bawang putih, iris
4 buah bawang merah, iris
2 buah cabe merah, iris
500 gram hati sapi, potong dadu 1-1,5 centimeter
30 mililiter air
2 sendok makan kecap manis
sedikit garam
sedikit lada hitam tumbuk

Cara membuatnya:
1. Panaskan minyak goreng dengan api sedang.
2. Tumis bawang putih, bawang merah, dan cabe merah hingga harum
3. Tambahkan hati sapi, kecap dan air. Aduk rata, kemudian tutup wajan dan biarkan selama 3 menit hingga hati cukup empuk.
4. Tambahkan garam dan lada hitam tumbuk. Aduk rata. Angkat. Sajikan.

The ingredients:
2 table spoons oil
2 pieces garlic, chopped
4 pieces shallot, chopped
2 pieces red chili pepper, chopped
500 grams beef liver, cut into dices 1-1,5 centimeters
30 mililiters water
2 table spoons sweet soy sauce, can be substituted with teriyaki sauce
a pinch of salt
a pinch of black pepper ground

The directions:
1. Medium-low heat oil.
2. Sauté garlic, shallot and red chili pepper until the aroma comes out.
3. Add beef liver, sweet soy sauce, and water. Stir well, then cover for about 3 minutes, until the beef liver turns tender.
4. Add salt and black pepper ground. Stir well. Remove. Serve.

Culinary Team Reunited

Sebelum menikah, aku punya tim kuliner, yaitu teman-teman yang sama-sama suka makan di luar, terutama yang harganya tidak mahal tapi tempatnya nyaman dan makanannya cukup enak. Untungnya, Yogyakarta punya banyak tempat yang memenuhi kriteria tersebut.

Before I get married, I had a culinary team. It’s a group of my beloved friends who like to dine out, especially on cozy places with enjoyable foods and affordable price. Luckily, Yogyakarta has places that match those conditions.

Lucia Berta, lulusan psikologi yang ceria, dengan kegemarannya terhadap kerajinan tangan dan barang-barang jadul.

Lucia Berta, a cheerful psychology graduate with passion for handcrafts and vintage items.

Indra Menus, seorang calon ayah yang juga vegetarian.

Indra Menus, a vegetarian father-to-be.

Dua orang tersebut adalah yang paling setia menemaniku makan di luar. Yang lain, kadang-kadang ikut meramaikan acara makan-makan kami.

They are 2 friends who stick with me. But sometimes, other friends joined too.

Kali ini, kami mencoba Purnatva. Warung vegan yang terletak di Condong Catur, Sleman. Menu yang disediakan dihargai mulai 8.000 rupiah hingga 60.000 rupiah.

This Saturday, we tried Purnatva. It’s a vegan stall located in Condong Catur, Sleman, Indonesia. They serve meals in the range from IDR 8,000 to IDR 60,000.

Dumpling

Semacam siomay isi sayuran, disajikan dengan saus kecap asin beraroma jahe.

A sort of vegetable dumpling, served with salted soy sauce with a hint of ginger.

Veggie Tempura

Brokoli, wortel, kentang, dan jamur tiram digoreng tepung, disajikan dengan saus seperti soyu. Tepungnya asin, sausnya pun asin. Wortel dan brokolinya tampak seperti terlalu lama dimasak. Dan baru kali ini aku menemukan crinkle cut french fries digoreng tepung.

Broccoli, carrot, potato, and oyster mushroom covered with flour then deep fried, served with a sort of sauce ressemble to soyu. The tempura flour was very salty, and so was the sauce. The broccoli and carrot seem overcooked, not interesting. And I never found crinkle cut french fries deep fried with flour.

Baby Corn Soup

Kata Berta, di menu ada keterangan bahwa makanan seharga 9.500 rupiah ini adalah sup krim. Tapi, aku tak melihat krim. Isinya jagung pipil dan kembang tahu. Kupikir, bukannya baby corn itu jagung muda? Saat menyeruputnya, aku teringat wedang ronde atau sekoteng. Mungkin ada jahenya.

Berta said that the menu tells that this dish priced IDR 9,500 is cream soup. But I can’t see the cream. Consists of kernel corn and beancurd. I thought baby corn is baby corn? I remember wedang ronde or sekoteng when sipping it. Maybe they use ginger.

Eggdrop Wonton Soup

Sup kental berisi kembang tahu dan wortel serta pangsit goreng. Rasanya persis dengan Baby Corn Soup tadi.

Sort of thick soup, consists of beancurd and carrot, also fried wonton. Tastes and smells just like Baby Corn Soup.

Vegan Satay Kebab

Sate kebab yang berisi buah nanas, fake meat dan brokoli dengan saus kecap yang sangat manis. Tidak terlalu menarik.

Pineapple slices, fake meats and paprika slices with sweet soy sauce that was too sweet. Not interesting.

Vegan Beef Sesame

Daging sapi vegan dimasak seperti teriyaki, dengan potongan wortel dan taburan wijen. Aku nggak suka fake meat, jadi buatku rasanya biasa banget. Tapi soal bumbunya, lumayan lah.

I don’t like fake meat. So, nothing special that I can tell. But the spices composition was not bad.