Bebi Vendra: Day 73

Waktu sarapan pagi bersama suamiku tersayang tadi, kami membahas tentang susu formula. Dari yang kubaca di internet, kode etik pemasaran susu formula diatur oleh WHO, yang diperkuat oleh Kepmenkes dan Undang-undang di Indonesia. Salah satu di antaranya adalah larangan untuk menghubungi langsung ibu hamil atau ibu menyusui.

Dari situ, kami berkesimpulan bahwa produk susu formula persis seperti rokok. Iklan dan pemasarannya diatur secara ketat. Namun, ternyata masyarakat Indonesia belum sadar akan hal tersebut. Aku berharap, pemerintah melalui Ibu Negara, sesuai janjinya pada peringatan Pekan ASI Sedunia yang lalu, dapat terus menyadarkan masyarakat bahwa ASI adalah satu-satunya yang terbaik untuk bayi.

Sekitar 4 hari belakangan ini, Bebi Vendra menyusu lebih lama daripada biasanya. Mungkin ia bisa merasakan situasi emosionalku yang sedang tidak stabil, sehingga ia merasa aku “jauh” darinya. Atau mungkin juga, bebiku yang pintar itu hendak menunjukkan dukungannya terhadapku, di tengah lingkungan yang kurang suportif ini.

Bagaimanapun, aku selalu berusaha agar Bebi Vendra tidak kena imbas situasi emosionalku. Ia tidak layak. Aku selalu berusaha membuat Bebi Vendra bahagia dan nyaman.

Published by

veronicalucia

Enjoying life...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s