aku cinta asi

Bebi Vendra Galeny

Berikut adalah keuntungan yang kurasakan sendiri dari menyusui Bebi Vendra secara eksklusif:

1. Ngirit alias hemat.
Sudah pasti, anggaran untuk membeli makanan enak bergizi untukku jauh lebih ringan daripada untuk beli susu formula. Di tanggal tua, kami nggak perlu pusing soal susu Bebi Vendra. Cukup beli kangkung atau sawi hijau serta tahu atau tempe, Bebi Vendra pun tetap bisa dapat makanan bergizi melalui ASIku.

2. Nggak direpotkan oleh botol-botol.
Botol susu bayi harus steril. Bisa disterilkan dengan cara dicelupkan ke air mendidih atau dengan alat sterilisasi listrik yang harganya mahal dan cukup membuat tagihan listrik meningkat. Itupun tidak menjamin botol benar-benar steril, bahkan jika dibandingkan dengan aku yang belum mandi lalu menyusui Bebi Vendra.
Ketika akan pergi, aku hanya perlu mempersiapkan 1 botol susu yang diisi ASI perah, untuk berjaga-jaga jika situasi dan tempat benar-benar tidak memungkinkanku untuk menyusui langsung.

Oya, masa pakai ASI perah sendiri bisa sampai 10 jam di suhu ruang. Sedangkan susu formula, setelah 2-3 jam sudah tidak dijamin kelayakannya.

3. Lebih pede.
Semua orang tahu, ASI memang didesain untuk bayi. Kandungan nutrisinya menyesuaikan kebutuhan bayi. Karena itu, jika Bebi Vendra nampak kurang nyaman karena cuaca sedang tidak bersahabat, aku hanya perlu menyusuinya sesering mungkin. Juga ketika tubuhku atau suamiku sedang kurang fit, aku bisa menjaga Bebi Vendra agar nggak ikutan ngedrop dengan lebih sering menyusui.
Karena ASI cocok dengan sistem pencernaan bayi yang belum sempurna, aku tak perlu khawatir Bebi Vendra akan sembelit.

4. Hubungan yang lebih dekat dengan Bebi Vendra.
Kalau Bebi Vendra lapar, tentu aku yang akan dicarinya. Sedangkan ketika Bebi Vendra ingin ditimang-timang, ia akan mencari Papanya. Ini membuat kami bertiga jadi semakin kompak.

5. Praktis dan cepat.
Bayi adalah mahluk penuntut yang nggak mau tahu. Kalau lapar, ya maunya langsung dapat makanan. Dengan menyusui, aku tinggal mengeluarkan payudaraku dan menyodorkannya ke mulut Bebi Vendra. Tidak perlu waktu tambahan untuk bikin susu, tidak perlu pegal megangin botol di mulut Bebi Vendra.

6. Bebas dari rasa berdosa.
ASI adalah kewajiban Ibu dan hak anak. Aku percaya, tidak memberikan ASI (padahal bisa dan mampu), sama dengan merampas hak dasar anak di awal hidupnya. Sama seperti merawat kehamilan, ASI eksklusif selama 6 bulan adalah juga proses pembentukan menjadi seorang manusia yang utuh.

Advertisements

Choco Latte

Kebetulan, seorang teman membawakan oleh-oleh kopi Blandongan dari Yogyakarta. Aku bukan pecinta kopi robusta, karena rasanya agak seperti tanah. Tapi, aku bisa membuatnya menjadi lebih menyenangkan.

Seduh 2 sendok teh kopi dan 1 sendok teh coklat bubuk dengan air mendidih. Tambahkan 1 sendok makan susu kental manis putih. Aduk rata. Terakhir, tambahkan 30 mililiter susu tawar cair. Tunggu hingga kopi mengendap, lalu nikmati bersama kudapan favorit.

A friend recently just come back from visit to Yogyakarta and brought us Blandongan coffee. I’m not a robusta coffee lover, for its soil-like taste. But I can make it a bit fun.

Brew 2 tea spoons ground coffee and 1 tea spoon cocoa powder with freshly boiled water. Add 1 table spoon white condensed milk. Stir well. Last but not least, add 30 milliliters fresh plain milk. Wait until the ground coffee settles on the bottom of the cup, the enjoy it with your favourite snack.

Petualangan Kuliner

Belakangan ini, acara kuliner di televisi semakin menjamur. Jagoan-jagoan lidah dan perut pun bermunculan. Memang, sesungguhnya semua orang bisa menjadi petualang kuliner. Berikut adalah beberapa hal yang diharapkan dari pembaca jika kita menulis review acara makan-makan kita:

1. Percaya diri.
Menulis kisah makan-makan adalah soal selera pribadi. Jadi, tidak ada ukuran benar atau salah.

2. Jelas dan informatif.
Meskipun yang direview adalah restoran terkenal, informasi lengkap dan jelas mengenai nama restoran, lokasi juga nama menu tetap harus dituliskan. Coba jelaskan menu yang dicoba dengan spesifik, lebih baik lagi jika harganya juga disebutkan.

3. Visual.
Lengkapi tulisan dengan foto menu, atau foto restoran, jika memungkinkan.

4. Kesimpulan dan saran.
Buat kesimpulan dari kunjunganmu ke tempat makan tersebut. Tambahkan saran, jika ada yang dirasa kurang. Jangan lupa memuji, jika memang layak.

5. Tips.
Tambahkan juga tips yang akan membantu pembaca, jika ada situasi tertentu.

Selamat berpetualang!

Today, we recognize so many new culinary adventurers. They host TV shows, they write on newspapers, magazines, even they write wonderful blogs.

The fact is, everyone could write restaurant reviews. All you need to know is just what your readers expect from your reviews.

1. Build self-esteem.
Writing a restaurant review is about personal taste. So, there is no right or wrong on what you write.

2. Useful informations.
Even if you review a most hip restaurant in town, you still need to mention the restaurant’s name, location and the menus you tried. Give a specific tasting note. Telling the price will also helps.

3. Visual.
Attach a picture or two of the menus you tried, or a photo of the restaurant, if possible.

4. Conclusion and suggestion.
Give a conclusion of your visit to the restaurant. Add suggestions, if you think there’s something disappointing. And don’t forget to praise, if it’s worthy.
5. Tips.
Add also a few handy tips for your reader, if there’s any certain condition.

Enjoy your culinary adventure!

Brokoli Jamur Tumis

Brokoli dipercaya sebagai sumber zat besi dan vitamin K. Sedangkan jamur merupakan makanan kaya antioksidan. Masakan ini sangat sederhana dan mudah disiapkan namun rasanya nikmat untuk teman makan nasi.

Panaskan 1 sendok makan minyak goreng dengan api sedang. Tumis 1 siung bawang putih cincang dan setengah bawang bombay cincang hingga harum.

Tambahkan segenggam jamur kancing iris dan sedikit air. Masak hingga matang.

Tambahkan segenggam kuntum brokoli, sedikit garam dan lada hitam tumbuk. Aduk rata. Diamkan satu menit. Angkat. Sajikan dengan taburan bawang goreng.

Broccoli is one of the trusted sources of iron and vitamin K. While champignon known as one of good sources of antioxidants. This meal is very simple and easy to prepare.

Medium-low heat 1 table spoon oil. Sauté 1 garlic chopped and a half onion chopped until the aroma comes out.

Add a handful champignon chopped and a little water. Wait until the champignon well-cooked.

Add a handful broccoli, a pinch of salt and black pepper ground. Stir well. Wait a minute, then take it out of the heat. Serve with sprinkles of fried shallot.

Nasi Goreng Sapi

Hari ini, aku masak nasi goreng lagi. Kebetulan, kemarin, suamiku tersayang beli seperempat kilo daging sapi, yang sudah dipotong-potong bentuk dadu. Tadinya cuma aku rebus aja sampai empuk. Terus bingung mau diapain. Sempat terpikir mau ditumis dengan nanas atau saus teriyaki. Tapi akhirnya kubikin nasi goreng saja.

Lelehkan 2 sendok makan margarin dengan api sedang. Buat telur orak-arik.

Setelah telur tidak lengket lagi, tambahkan 2 siung bawang putih cincang, setengah bawang bombay cincang, 3 buah cabe merah iris. Tumis sampai harum.

Tambahkan seperempat kilo daging sapi yang dipotong dadu dan direbus hingga empuk, nasi, serta garam, lada hitam tumbuk dan kecap manis sesuai selera. Aduk rata. Angkat. Sajikan dengan taburan bawang goreng.

Yesterday, my beloved hubby bought a quarter kilo beef cut into dice. I just boil it until tender and don’t know what to cook. I was thinking about beef & pineapple stir fry or beef teriyaki. But then I decided to cook beef fried rice.

Melt 2 table spoons margarine on medium low heat. Make scrambled eggs.

After the eggs are not sticky anymore, add 2 garlic chopped, a half onion chopped, and 3 red chili peppers chopped. Sauté them until the aroma comes out.

Add a quarter kilo beef, cut into dice and boiled until tender, steamed rice, also salt, black pepper ground and sweet soy sauce according to taste. Stir well. Take it out of the heat. Serve with sprinkles of fried shallot.

day 43

Semoga Papa jadi mengerti, tidak semua niat baik Papa baik untuk Bebi Vendra.

Menggendong memang baik. Tapi kalau dibiasakan, Bebi Vendra jadi nggak bisa bobo kalau nggak digendong.

Bebi Vendra Galeny

Jangan takut kalau Bebi Vendra menangis. Karena bayi memang cuma bisa menangis. Yang penting, sebagai orang tua, kita konsisten dengan apa yang mau kita tanamkan.

Nasi Goreng Jamur

Nasi goreng memang masakan yang paling mudah disiapkan, terutama untuk mengolah nasi sisa sebagai menu sarapan pagi yang praktis. Kali ini, aku mau bikin nasi goreng jamur.

Lelehkan 1 sendok makan margarin dengan api sedang. Buat telur orak-arik.

Setelah telur tidak lengket lagi, tambahkan 1 siung bawang putih cincang, setengah bawang bombay iris tipis dan 2 buah cabe merah iris. Tumis hingga harum.

Tambahkan nasi, jamur kancing iris, sedikit garam dan lada hitam tumbuk, serta kecap manis sesuai selera. Aduk rata. Angkat. Sajikan dengan taburan bawang goreng. Nikmati bersama secangkir teh Earl Grey hangat.

Fried rice is an easy way to prepare a simple breakfast. Today, I’m going to cook mushroom fried rice.

Melt 1 table spoon margarine with medium low heat. Make a scrambled egg.

After the egg is no longer sticky, add 1 garlic chopped, a half onion chopped, and 2 pieces red chili pepper. Sauté them until the aroma comes out.

Add steamed rice, a handful champignon sliced, a pinch of salt and black pepper ground, also sweet soy sauce according to taste. Stir well. Take it out of the heat. Serve with sprinkles of fried shallot. Enjoy with a cup of warm Earl Grey tea.