Udang Goreng Tepung

Hari ini aku masak cap cay. Sebagai lauknya, aku memilih udang goreng tepung. Untuk bahan makanan selain sayuran, seperti daging ayam, ikan, udang, cumi-cumi, bahkan telur, aku lebih suka jika digoreng.

Cuci 250 gram udang, lalu buang kulitnya. Celupkan udang kupas ke dalam 100 gram yogurt tawar, kemudian gulingkan ke tepung bumbu hingga sepenuhnya terbalur. Goreng dalam minyak panas hingga kecoklatan. Angkat, tiriskan. Dinikmati dengan saus tomat dan saus sambal juga sedap kok.

Today, I cooked cap cay. So, I choose fried shrimp to accompany it.

I prefer to fry ingredients other than vegetables, such as chicken, fish, shrimp, cuttlefish, even eggs.

Peel 250 grams of shrimp. Put into 100 grams of plain yogurt. Put into another bowl with coating mix, until it’s fully covered with flour. Fry them in plenty of oil until it turns golden brown, or as you like. Take out then strain. Serving with tomato ketchup and chili sauce is a good idea.

Advertisements

Ayam Bacem

Aku dan suamiku kangen ayam goreng Pak Kromo, jadi hari ini aku masak ayam goreng bacem. Sebelumnya, aku nggak pernah terpikir untuk masak baceman. Alasannya karena aku nggak begitu suka makan tahu atau tempe bacem. Tapi, kupikir-pikir, ayam goreng bacem, boleh lah.

Masukkan setengah ekor ayam yang sudah dibersihkan dan dipotong-potong ke dalam panci. Tuangkan air dari 1 butir kelapa. Tambahkan 2 sendok makan gula merah yang sudah diiris-iris, 3 sendok makan kecap manis, sedikit garam dan merica, 1 sendok teh asam, 2 lembar daun salam, 2 cm lengkuas geprek, 2 siung bawang putih geprek, 2 siung bawang merah geprek, 2 sendok teh ketumbar, 2 biji kemiri geprek. Masak hingga airnya hampir habis. Angkat.

Goreng ayam sebentar saja, sekitar 1-2 menit dalam minyak yang banyak. Karena manis, jadi ayam cepat gosong.

Sajikan bersama sambal bawang, potongan ketimun dan kol.

Me and my beloved hubby, we wanted to eat sweet spiced chicken today. It’s “ayam bacem”, in bahasa Indonesia, sort of typical food from Central Java region.

Put a half chicken that has been cut in portion into a pot. Pour 2 glasses of coconut water. Add 2 table spoons of palm sugar, 3 table spoons of sweet soy sauce, a pinch of salt and ground white pepper, 1 tea spoon of tamarind, 2 pieces of bay leaves, 2 centimeter of crushed galangal, 2 pieces of crushed garlic, 2 pieces of chopped shallot, 2 tea spoons of coriander, and 2 pieces of crushed candlenut. Cook until the liquid is dried out. Take out the pot from the stove.

Fry the spiced chicken for 1-2 minutes in plenty of oil. Because it’s sweet, so the chicken burnt easily.

Serve with sambal bawang, slices of cucumber and cabbage.

Sup Brenebon

Masakan yang satu ini adalah favorit keluarga besarku. Biasanya, kalau ada momen spesial, Oma akan membuat sepanci besar sup brenebun dengan banyak daging babi, juga tulangnya. Nggak mungkin nggak nambah deh makannya!

Di sekitar tempat tinggalku sekarang, daging babi rada sulit didapat. Jadi, aku terpaksa pakai daging sapi.

Rebus 100 gram kacang merah kering yang sudah direndam semalaman sampai empuk dan airnya berwarna merah. Rebus juga 250 gram daging sapi sampai empuk. Campurkan keduanya, tambahkan 2 siung bawang putih yang sudah digeprek, sedikit garam dan merica. Sebelum diangkat, masukkan potongan bawang daun dan seledri. Sajikan dengan taburan bawang goreng.

My beloved grandma always cooks this favorite soup for our family’s special moments. A big pot of yummy and soft red kidney bean with a lot of pork meat and some of the bones. It makes us eat some more and more!

Unfotunately, it’s really hard to find pork, here in our home. So today, I use beef.

Boil 100 grams of dried red kidney bean, which has been soaked for one night in 3 cups of water, until it soften and the water turns red. Braise 250 grams of cut beef until tender. Mix the red kidney and the beef together. Add 2 pieces of crushed garlic, a pinch of salt and pepper. Before taking it out, add chopped celery and spring onion. Serve with sprinkle of fried shallot.

Easy Chai Tea

Musim hujan begini, paling enak santai-santai di ruang depan rumah sambil menyeruput minuman hangat dan nyemil pisang goreng. Minuman hangat yang kali ini bersanding dengan cemilanku adalah chai tea.

Pernah dengar chai tea kan? Teh dengan susu dan rempah khas India. Rasa chai tea bikinanku memang tidak se-spicy chai tea beneran. Tapi cukup menghangatkan suasana di tengah rintik hujan kok.

Cara bikinnya, didihkan air. Cemplungin 2 cm jahe segar kupas yang sudah digeprek, 3 batang cengkeh, 4 biji kapulaga dan 2 batang kayu manis. Setelah aromanya menyatu sempurna, angkat dari api, lalu saring hingga mendapatkan 1 cangkir cairan beraroma rempah. Masukkan 1 sachet teh tarik instan, aduk rata dan siap dinikmati.

Chai tea yang kubuat ini adalah versi sangat simpel. Kalau mau yang rada ribet, bisa pakai 1 sendok teh daun teh darjeeling dan 4 sendok teh susu segar cair. Sebagai pemanis, brown sugar atau madu akan menciptakan aroma uniknya masing-masing.

This is my own version of chai tea. Very simple and easy.

Boil 2 cups of water. Add 2 centimeters of fresh peeled ginger, 3 pieces of dried cloves, 4 pods of dried cardamom and 2 sticks of cinnamon. After the aromas mixed well, take it out from the stove. Strain to get 1 cup of clear and aromatic hot water. Add 1 sachet of instant teh tarik. Stir well.

You can substitute the instant teh tarik with 1 tea spoon of darjeeling tea leaves and 4 tea spoons of fresh milk. Use any of your choice as sweetener. Whether honey or palm sugar, would give its own unique sensation.

Home Culinary

Sekitar sebulan belakangan ini, aku sudah pindah ke Tangerang untuk tinggal bersama suamiku tercinta. Karena belum mendapatkan pekerjaan lagi, dan kondisi fisikku yang kadang-kadang kurang bisa diajak beraktivitas di luar rumah, aku jadi punya sangat banyak waktu untuk memasak sendiri di rumah. Standar sih, masakan rumahan biasa.

Tapi, yang membuatku merasa luar biasa karena sebelumnya aku bukanlah cewek yang hobi masak. Aku hanya jago makan dan mengomentari makanan-makanan tersebut. Dari hobiku jalan-jalan dan makan tersebut, sedikit-banyak, aku jadi mengerti teori-teori tentang makanan dan masakan. Sehingga, ketika aku harus mulai memasak sendiri (juga untuk suami, tentunya), aku jadi nggak terlalu kesulitan. Tinggal mempraktekkan saja semua teori yang sudah kucuri itu. Bahkan, dalam proses menyiapkan suatu masakan, aku tak pernah mencicipi. Masukkan, tambahkan, taburi, cemplungin, teteskan, aduk, sajikan. Syukurlah, suamiku belum pernah komplen…

Pizza Hut Giant Kreo (Lagi)

Siang itu, aku ngidam banana split. Suamiku tersayang pun membawaku ke Pizza Hut Giant Kreo. Lagi-lagi, aku dikecewain store Pizza Hut yang terletak di daerah suburban ini. Whip cream nya encer! Mau dikomplen juga percuma. Store yang satu ini memang standarnya beda, meskipun harganya sama aja.