The Reason #4 Not To Marry Me

“Neng, sebenarnya Akang masih rada kurang sreg nih sama sifat kamu yang terlalu tomboy. Akang harap, setelah menikah nanti, kamu bisa berubah jadi keibuan ya?”

Ah, Akang suka mimpi ajah sih. Sifatku yang jauh dari feminin ini udah dari sononya. Bawaan orok! Lagian, waktu kita kenalan dulu kan Akang udah tau kalo aku macho begini. Katanya sayang?

Yang namanya sayang itu berarti perubahan terjadi karena proses. Bukan memaksakan pasangan untuk berubah menjadi apa yang kita mau, dan bukan menjadi dirinya sendiri. Kalau kita masih ngotot ingin mengubah pasangan kita, hm, well, dengan berat hati kukatakan faktanya: itu bukan cinta. Trust me!

Sayang adalah menerima pasangan apa adanya. Berusaha berubah menjadi lebih baik melalui proses pembelajaran bersama. Berusaha berubah menjadi lebih baik karena memang muncul kesadaran dari dalam diri kita sendiri untuk memberi yang terbaik untuk orang yang menyayangi kita apa adanya.

Advertisements

Published by

veronicalucia

Enjoying life...

4 thoughts on “The Reason #4 Not To Marry Me”

  1. “Neng, sebenarnya Akang masih rada kurang sreg nih sama sifat kamu yang tomboy. Akang harap, setelah menikah nanti, kamu bisa berubah jadi laki ya? lagian jakun kan udah ada tuh”

    hahahahahahahaha

  2. yup, bener. yang namanya hidup itu proses, sama juga dengan relasi personal. semuanya tergantung cara kita berkomunikasi dan berinteraksi dengan pasangan itu kaya gimana. kalo nyari yang ideal mah…hmmm…justru lebih rentan untuk menyimpang…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s